Politeknik TNI-AD
Rubrik : Artikel
Dr. Firman Hartono: Rintis Mesin Misil Turbojet Sebagai Langkah Kemandirian Teknologi Militer
2015-10-12 09:25:06 - by : Msuhari


Dr.Firman
Hartono: Rintis Mesin Misil Turbojet Sebagai Langkah


Kemandirian Teknologi
Militer


 


 


 


BANDUNG,
itb.ac.id - Perkembangan teknologi bidang militer di Indonesia saat ini belum
setara dengan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Rusia. Namun bukan
berarti Indonesia tidak memiliki kemampuan untuk menciptakan peralatan untuk
keperluan militer atau alat tempur sendiri. Penelitian yang dilakukan Dr.
Firman Hartono, S.T, M.T., salah satu dosen Teknik Penerbangan Institut
Teknologi Bandung, telah membuktikan bahwa Indonesia juga mampu mengembangkan
teknologi di bidang kemiliteran, yaitu teknologi mesin turbojet untuk misil
jenis cruise.

Berbeda dengan misil balistik yang langsung diluncurkan dengan proyektil
parabola dan jarak yang terbatas, misil jenis cruise adalah misil yang
mampu terbang dengan jarak tempuh yang cukup jauh untuk mengejar target dan
dengan ketinggian hanya kurang lebih dua puluh meter di atas permukaan laut.
Kemampuan ini membuat misil jenis cruise  mampu menghindar dari
radar dan menjadikannya sebagai misil yang efektif.



Misil ini
terdiri atas bagian navigasi yang terkomputerisasi, bagian bahan bakar, dan
bagian mesin penggerak misil. Mesin yang menggerakkan misil tersebut adalah
mesin turbojet.

Mesin turbojet yang dikembangkan Dr. Firman Hartono dinamai Mesin Turbojet 500 N.
Mesin ini merupakan hasil kerjasama dengan rekan-rekan lain di berbagai bidang,
seperti: aerodinamika, termodinamika, perpindahan panas, teknik produksi, dan
material. Kerjasama ini dilakukan karena mesin turbojet misil adalah aplikasi
dari banyak fokus keilmuan. Dr. Firman Hartono juga menjelaskan bahwa alasan
beliau memilih untuk melakukan penelitian terhadap mesin misil turbojet adalah
karena kriteria pembuatan misil sendiri tergolong relatif tidak berat.
"Pengoperasian mesin misil yang biasanya hanya selama satu hingga dua jam
membuat material dasar mesin mudah dicari di dalam negeri tanpa perlu impor
dari luar.



Kebetulan di
Indonesia juga belum dikembangkan," ujar Dr. Firman Hartono.

Layaknya semua perjalanan yang sukses, penelitian ini juga menghadapi kendala
dalam keberjalannya.



Riset dan
pembuatan mesin membutuhkan waktu yang cukup lama sedangkan pembiayaan riset
dari pemerintah terbatasi oleh waktu. Bergantinya periode pemerintahan membuat
birokrasi-birokrasi baru dalam pendanaan riset menjadi sedikit berbeda dan
lebih sulit.



Selain
bekerjasama dengan berbagai bidang lain, penelitian mesin turbojet ini juga
bekerjasama dengan Kementrian Pertahanan dan Keamanan (KEMHAN) dalam hal
pendanaan.



Sayangnya
KEMHAN baru bisa mengusahakan bantuan dana internal untuk riset ini pada tahun
2016.



Akan tetapi,
kendala ini tidak serta merta membuat riset terhenti.  Dr. Firman
menjelaskan bahwa masih ada komponen-komponen lain dari mesin turbojet tersebut
yang bisa dijadikan bahan penelitian dan dikaji lebih dalam terlebih dahulu
seperti efisiensi bahan bakar atau kompresor mesin. "Kalau pendanaan lagi
macet seperti ini kita melakukan penelitian berbasis perhitungan dan komputasi,
soalnya tidak perlu biaya besar," tambah beliau.

Mesin turbojet 500 N yang dikembangkan Dr. Firman Hartono ini sebenarnya adalah
mesin turbojet yang sederhana. Namun dengan modifikasi dan riset-riset
lanjutan, akan terus dilakukan perbaikan-perbaikan pada mesin turbojet
tersebut.



Pembuatan
mesin turbojet yang berkualitas dengan biaya produksi yang rendah menjadi
tantangan tersendiri di masa yang akan datang. Dari mesin turbojet misil ini,
diharapkan dapat lahir karya cipta teknologi lain yang lebih besar dari anak
bangsa. "Kita harus memakai produk anak bangsa, yang dimulai dari
keinginan untuk menciptakan karya dalam negeri seperti ini," tutup Dr.
Firman Hartono.


Peliputan oleh:
Fatimah Larassaty Putri Pratami (Fakultas Teknologi Pertambangan dan
Perminyakan 2014)
Irfaan Taufiiqul R. (Teknik Kimia 2013)
Nur Huda Arif Indiarto (Teknik Kimia 2012)

Peserta ITB Journalist Apprentice 2015



 


Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/708/dr-firman-hartono-rintis-mesin-misil-turbojet-sebagai-langkah-kemandirian-teknologi-militer.html