Politeknik TNI-AD
Rubrik : Teknologi Sistem Senjata
Jet Tempur Eurofighter Typhoon TNI AU Akan Tiba 2015
2015-09-16 08:39:51 - by : Msuhari

 




Jet Tempur Eurofighter Typhoon
TNI AU Akan Tiba 2015



 













Eurofighter Typhoon (photo: Eurofighter)




Eurofighter
Typhoon memiliki moncong yang lebih besar, untuk memberi ruang bagi radar AESA
yang lebih besar. (photo: Eurofighter)

Jika tidak ada aral melintang, jet tempur Eurofighter Typhoon TNI AU akan tiba
tahun depan, untuk memperkuat pertahanan udara Indonesia. Jet tempur
Eurofighter Typhoon dengan nilai kontrak 1,5 Miliar USD ini akan datang
bertahap, untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger TNI AU.

Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui. Pepatah itu digunakan
pemerintah Indonesia dalam strategi pengadaan dan penguatan alutsista.

Menurut sumber JakartaGreater.com, dengan pembelian jet tempur Eurofighter
Typhoon ini, PT DI akan mendapatkan pengembangan: airframe, avionics (include
multi mode mission radar yang akan dikembangkan PT LEN. Kemampuan PT LEN akan
terus meningkat. Saat ini PT LEN sudah mengembangkan medium range radar 2D dan
juga ada co-produksi radar 3D.

PT DI akan semakin percaya diri dalam menyerap teknologi untuk mengembangkan
Jet Tempur KFX/IFX yang saat ini bekerjasama dengan Korea Selatan.

Pembelian dan transfer of technology dari Eurofighter Typhoon, bisa dikatakan
sebuah kemajuan diplomasi TNI. Selama ini kita kenal, beberapa negara NATO
enggan berbagi Transfer of Technology (ToT) mesin jet tempur mereka, kepada
negara Non-NATO. Dengan langkah ini, mesin jet tempur KFX/IFX Indonesia nanti,
tidak harus sama dengan mesin jet tempur KFX/IFX Korea Selatan yang cenderung
menggunakan mesin F-414-400 Amerika Serikat.

Dengan pembelian Eurofighter Typhoon oleh TNI AU, besar kemungkinan IFX
Indonesia menggunakan mesin yang diusung typhoon.

Dalam presentasinya di Korea Selatan, PT DI menyatakan, KFX /IFX yang dibangun
harus memiliki daya dorong yang besar. Hal ini untuk mengejar kemampuan IFX
yang mengusung teknologi 4,5 G yang terus dikembangkan menjadi pesawat stealth
5 G.

Typhoon memiliki kelebihan daya dorong dibanding Dassault Rafale. Mesin EJ200
Typhoon mampu mempertahankan dayanya dalam kecepatan tinggi, sehingga
memberikan Typhoon akselerasi superior pasca 1.5 Mach. Dibandingkan Rafale,
Meskipun mesin M88 Rafale dapat berfungsi baik dalam aliran udara terbatas pada
high altitude, pesawat akan kehilangan tenaga yang membatasi Rafale pada
kecepatan 1,8-1,9 Mach saja, sedangkan Typhoon tetap bertenaga melewati
kecepatan 2 Mach.













Eurofighter Typhoon (photo: Eurofighter)




Keunggulan
mesin EJ200 Typhoon menjadi modal besar bagi Indonesia untuk mengembangkan
pesawat tempur IFX yang canggih.

Jet tempur Typhoon yang mulai datang tahun 2015, akan mendampingi SU-27/30,
sebagai alat pemukul TNI AU. Pembelian typhoon merupakan upaya diversifikasi
pembelian senjata yang dibarengi rencana jangka panjang.

Eurofighter Typhoon produksi tahun 2014 mulai dilengkapi radar AESA (active
electronically scanned array) yang merupakan lompatan teknologi dalam sensor
baru pesawat tempur, karena sumber tenaga (transmitter) berasal dari banyak
modul TR yang terdapat pada antenna. Efeknya pesawat tempur ini memiliki
kemampuan pendeteksian yang tinggi, penargetan, pelacakan serta kemampuan
perlindungan diri sendiri. Dengan demikian pesawat ini memiliki kemampuan full
spectrum of air operations. Welcome eurofighter typhoon Indonesia.


 


Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/691/jet-tempur-eurofighter-typhoon-tni-au-akan-tiba-2015.html