Politeknik TNI-AD
Rubrik : Teknologi Sistem Senjata
TEKNOLOGI MILITER CHINA MAKIN MAJU
2011-07-26 13:45:31 - by : kusnadi

Teknologi Militer China Makin Maju, Amrik Gelisah
Washington Mulai Merapat ke Beijing
Selasa, 11 Januari 2011 , 03:28:00 WIB










ILUSTRASI, TEKNOLOGI MILITER RUDAL

  







 

RMOL. Tanpa malu-malu Amerika Serikat (AS) mengaku gelisah atas kemajuan
China di bidang teknologi militer. Menteri Pertahanan AS Robert Gates
menganggap, rudal antikapal dan rudal balistik (China) sejak dia
menjabat makin berkembang saja.

China tengah mengembangkan rudal
balistik antikapal yang sudah dijuluki sebagai “pem­bunuh kapal induk”.
Per­kem­bangan itu menjadi kekhawatiran mendalam bagi AS yang
bergan­tung pada kapal induk bagi pro­yek kekuasaannya di kawasan itu.

“Saya
prihatin dengan per­kembangan rudal antikapal dan rudal balistik
(China) sejak saya menduduki jabatan ini,” kata Gates seperti dikutip Telegraph. Gates menilai, kemajuan China membuat negaranya terancam.

“Perkembangan
itu jelas ber­potensi mengakibatkan kemam­puan kami berada dalam
masalah. Kami harus memberi perhatian pada hal tersebut. Kami harus
me­nanggapi secara tepat dengan program kami sendiri,” kata Gates, dalam
jumpa pers bersama Menhan China Liang Guanglie di Beijing, kemarin.

Pada
kesempatan itu Gates mengumumkan anggaran militer AS untuk lima tahun
ke depan, yang akan mencakup pendanaan bagi pembangunan generasi baru
pembom jarak jauh dan radar baru. Liang berusaha meredam kecemasan
Washington itu.

“Riset dan pengembangan yang kami lakukan atas
sistem persenjataan kami, tidak ditu­jukan untuk kepada negara dunia
ketiga ataupun negara lain di dunia ini.

Teknologi militer kami tidak akan mengancam negara lain di dunia,” cetus Liang.

Sementara
anggaran perta­hanan China dan program pe­ngembangan senjatanya tetap
terselubung kerahasiaan. Banyak pengamat yakin, teknologi militer China
tetap satu generasi di belakang AS.

Di tengah kecemasan AS
ter­ha­dap China, Washington malah merangkul Beijing melakukan kerja
sama militer. Meski demi­kian, China memperingatkan, ka­lau hubungan itu
bisa langsung terpangkas bilamana Washington ti­dak mengubris keinginan
Beijing.

Perundingan kesepakatan kerja sama militer itu
diungkapkan Gates, Minggu (9/1). Perun­di­ngan itu rencananya akan
ber­langsung selama empat hari. Kedua pihak akan membicarakan
kesepakatan guna membentuk kelompok kerja dalam mem­perbaharui hubungan
angkatan bersenjata.

Kunjungan Gates terjadi ham­pir setahun
setelah China meng­hentikan kontak militer dengan Washington menyusul
penjualan senjata AS ke Taiwan. Di tengah hubungan antara Korea Utara
(Korut) dan Korea Selatan (Kor­sel) yang berada pada titik teren­dah
dalam beberapa dekade, Beijing meradang oleh latihan militer bersama
AS-Korsel di dekat Laut China Selatan.

“Saya datang jauh dari
untuk menghadiri pertemuan dengan pemimpin PLA (Tentara Pem­bebasan
Rakyat) China sebagai komitmen untuk memenuhi ama­nat presiden kedua
negara, seba­gaimana yang saya lakukan,” kata Gates.

Perlu
diketahui, perjalanan Gates selama empat-hari ke Bei­jing ini terjadi
sebelum Pre­siden Cina Hu Jintao mengun­jungi Washington.   [RMol]

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/65/teknologi-militer-china-makin-maju.html