Politeknik TNI-AD
Rubrik : Umum
Otak Anda Mengalami Penyusutan, Namun Anda Bisa Memulihkannya
2015-06-06 08:44:03 - by : Msuhari


Otak
Anda Mengalami Penyusutan, Namun Anda Bisa Memulihkannya


 


Otak Anda
mungkin menyusut, dimana Anda kehilangan sebanyak 0,4 persen volume otak setiap
tahunnya. (EPOCH TIMES)


Seiring
dengan bertambahnya usia, otak manusia akan mengalami penyusutan. Dan
penyusutan berkontribusi terjadinya demensia, stroke bahkan kematian dini.
Meditasi bukan hanya tentang menjadi “zen” atau suatu ideologi, ini memiliki
dampak fisik pada otak dan berpotensi besar dalam mencegah penyakit otak.


Berikut
perubahan-perubahan yang terjadi pada otak karena meditasi yang telah diamati
dalam berbagai penelitian selama bertahun-tahun.


Menghentikan
penyusutan otak


Semua
orang mengalami penyusutan otak seiring dengan bertambahnya usia mereka,
kadang-kadang dimulai sejak usia 30 tahun tetapi biasanya setelah usia 40
tahun. Pada akhir hidup, volume jaringan otak mungkin akan berbalik mendekati
anak-anak usia 7 tahun. Tingkat yang lebih tinggi dari penyusutan ini dapat
berkontribusi bagi terjadinya demensia, kematian dini, depresi, risiko stroke,
dan banyak lagi.


Neuroscientis
Richard Davidson menguji Dalai Lama, yang 15 sampai 40 tahun menjalani
meditasi. Dalam studinya pada 2004, ia menemukan meditasi bisa mencegah
hilangnya materi abu-abu di otak. Hilangnya materi abu-abu memiliki dampak pada
banyak fungsi mental, seperti pengendalian emosi, impuls, pikiran, dan gerakan.


Sebuah
studi pada 2011 di Universitas California-Los Angeles, AS, juga menemukan bahwa
meditasi dapat memperlambat penyusutan otak akibat penuaan.


Eileen
Luders, yang memimpin penelitian, mengatakan dalam siaran pers, “Jika dilakukan
secara teratur dan selama bertahun-tahun, meditasi dapat memperlambat penuaan
terkait atrofi otak, mungkin secara positif dapat memengaruhi sistem kekebalan
tubuh.”


Ia
menganggap hasil penelitiannya mungkin memiliki penjelasan alternatif: Mungkin
orang-orang yang memilih untuk bermeditasi sudah memiliki otak yang sedikit
berbeda dari mereka yang tidak memilih untuk bermeditasi.


Menghubungkan
seluruh jaringan saraf


Meditasi
tidak hanya memperkuat materi abu-abu, namun juga memperkuat materi putih
(jaringan yang menghubungkan materi abu-abu). Dalam sebuah artikel Universitas
California-Davis menjelaskan materi putih: “Jika otak adalah jaringan komputer,
materi abu-abu yang berisi sel-sel saraf dan kapiler, akan menjadi komputer dan
materi putih menjadi kabel.”


Luders
mengatakan: “Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa meditasi jangka panjang
dapat menghasilkan lebih banyak serat materi putih, lebih padat, atau lebih
terisolasi di seluruh otak. Kami juga menemukan bahwa penurunan yang berkaitan
dengan usia normal jaringan materi putih jauh berkurang pada praktisi meditasi
aktif.”


Memancarkan
gelombang gamma dalam jumlah besar


Selain
mencegah penyusutan otak, meditasi dapat membantu Anda memancarkan gelombang
gamma dalam tingkat supernormal.


Gelombang
gamma digambarkan sebagai “beberapa frekuensi tertinggi dan gelombang paling
penting dalam sistem elektrikal otak”. Produksi gelombang gamma membutuhkan
ribuan sel-sel saraf untuk bertindak pada kecepatan yang sangat tinggi secara
serempak.


Davidson
menemukan beberapa biarawan di ruang kerjanya menghasilkan aktivitas gelombang
gamma yang lebih kuat dan amplitudo yang lebih tinggi daripada kasus lain yang
telah terdokumentasikan dalam sejarah. Pergerakan gelombang itu juga jauh lebih
terorganisir daripada gerakan gelombang yang dihasilkan oleh relawan uji
non-meditasi.


Pada
tahun 2012, ahli saraf di University of Wisconsin, AS, melekatkan 256 sensor
pada kepala biksu Tibet Matthieu Ricard. Mereka menemukan bahwa ketika ia
merenungkan belas kasih,


ia juga memancarkan
sinar gamma pada tingkat yang membumbung tinggi, menurut situs Smithsonian Mag.


Memperkuat
bagian otak yang terkait dengan perasaan bahagia dan damai


Ricard
telah dijuluki sebagai “pria paling bahagia di dunia”. Para peneliti bisa
mengatakan hal itu dengan melihat aktivitas di bagian otak yang berbeda bahwa
ia memiliki, “Kapasitas normal yang tinggi untuk kebahagiaan dan kecenderungan
berkurangnya hal-hal negatif”, menurut Smithsonian. Studi ini menemukan efek
yang hampir sama bahkan pada orang yang hanya bermeditasi selama 20 menit per
hari selama tiga minggu.


Para
peneliti dari Massachusetts General Hospital (MGH), University of
Massachusetts,AS dan Universitas Giessen, Jerman, menerbitkan sebuah studi pada
tahun 2011 yang menunjukkan bahwa kedamaian yang dialami oleh meditator
tercermin dalam otak.


Sara
Lazar, Ph.D., dari MGH mengatakan dalam siaran pers bahwa studi ini menunjukkan
perubahan dalam struktur otak yang konsisten dengan perbaikan yang dialami oleh
para peserta, seperti “perasaan damai”.


Selama
delapan minggu, Lazar mengamati bahwa konsentrasi materi abu-abu berubah di
daerah otak yang berhubungan dengan pembelajaran dan memori, emosi, pengolahan
diri, dan pengambilan sudut pandang. (Zzr/Yant)



 

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/646/otak-anda-mengalami-penyusutan-namun-anda-bisa-memulihkannya.html