Politeknik TNI-AD
Rubrik : Sain dan Teknologi
ROMPI ANTI PELURU
2015-05-18 10:52:38 - by : Msuhari


ROMPI ANTI PELURU


(
Oleh : Kapten Arh Basuki. W.S.T )


 


1.         Macam
Rompi Anti Peluru. 
Rompi "anti peluru" dibedakanmenjadidua, yaitu Soft Body Armor
dan Hard Body Armor.


a.         Soft body armor.         Soft body armor adalah rompi anti peluru yang
terbuat dari serat aramid (aramid fibres).Satu lapisan Kevlar tebalnya kurang dari
1 mm ,umumnya standar baju terdiri hingga 32 lapisan dan beratnya bias mencapai
10 kg. Rompi ini cenderung lebih ringan sehingga menguntungkan untuk digunakan
pada tugas- tugas penyamaran, atau pengamanan bagi personil inteljen.


 




Gambar soft body armor


b.         Hard Body armor.           Dengan menambahi soft body
armor dengan lapisantertentu,dapatdihasilkanhardbody armor.
Umumnya lapisan terbuat dari keramik ( Al2O3
" Alumina"), lempengan logam atau komposit. Bentuknya yang tebal dan berat
menjadikannya tidak comfort, hingga jarang dikenakan dalam tugas keseharian.
Hanya dalam tugas khusus yang beresiko tinggi, seperti operasi militer atau operasi
tim SWAT akan dikenakan Hard Body armor


          


 


        Gambar
Hard body armor


2.         Bahan yang digunakan.Bahan yang digunakan untuk membuat rompi anti
peluru selalu mengalami perkembangan berdasarkan dari hasil penemuan yang
terbaru. Secara umum bahan- bahan yang digunakan adalah :


a.         Aramid (Kevlar).   Material ini ditemukan tahun 1964, oleh Stephanie Kwolek, seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika, yang
bekerja sebagai peneliti pada perusahaan DuPont. Aramid adalah kependekan dari
kata aromatic polyamide. Aramid memiliki struktur  yang kuat, alot (tough), memiliki sifat peredam
yang bagus (vibration damping) , tahan terhadap asam (acid) danbasa (leach) , selain
itu dapat menahan panas hingga 370°C,sehingga tidak mudah terbakar.Produk yang
dipasarkan dikenal
dengan nama Kevlar. Kevlar memiliki berat yang ringan, tapi 5 kali
lebihkuatdibandingkan besi.


 Ikatanmolekul aramid:




 
                                             Anyamanserat:


 




                        Gambar anyaman
aramid ( Kevlar )


b.         Vestran.          Vestran adalah polymer kristal cair (liquid crystal polymer). Seratnya memiliki
kekuatan hingga dua kali lipat dibandingkan dengan kevlar.

vestran:




 


Gambar bahan vestran


c.         JaringBenangLaba-laba
(Spider Silk).   
Benang laba-laba
terdiri dari ikatan molekul protein yang panjang. Benang ini tidak hanya memiliki
kemampuan dapat menahan beban yang ekstrem, tapi juga sekaligus memiliki sifat elastis
yang sangat tinggi, hingga kalau ditarik dapat memanjang sebanyak 40%.Sifat elastis
ini berasal dari butiran-butiran cairan kecil yang terdapat pada benang, yang
kalau dilihat  bentuknya seperti kalung mutiara
atau tasbih.


            Ikatan molekul benang laba-laba:


 




 


                             Struktur benang
laba-laba:


 


 


 


 


Gambar
Struktur benang laba- laba


d.         CNT (Carbon
Nanotubes).
Kandidat
material selanjutnya adalah CNT. Ditemukan tahun 1991 oleh Professor
SumioIijima dari Jepang. CNT merupakan susunan ukuran karbon C yang berukuran sangat
kecil “nano” (0,000 000 001) dan berbentuk seperti pipa (tube), yang dindingnya
tersusun seperti rumah lebah. Diperkirakan material ini lebih kuat dibandingkan
dengan benang laba-laba.


 


 


 


Gambar
struktur CNT


3.         Prinsip
Kerja Rompi Anti Peluru
.     Prinsip kerjanya adalah : dengan mengurangi sebanyak mungkin lontaran energi
kinetik peluru, dengan cara menggunakan lapisan-lapisan serat untuk menyerap energi
laju tersebut dan memecahnya kepenampang rompi  yang luas, sehingga energi tersebut tidak cukup
lagi untuk membuat peluru dapat menembus rompi.


Dalam
menyerap laju energi peluru, rompi mengalami deformasi  yang menekan kearah dalam (shock wave),
tekanan kedalam ini akan diteruskan sehingga mengenai tubuh pengguna. Batas
maksimal penekanan kedalam tidak boleh lebih dari  4,4 cm (44 mm). Jika batasan tersebut dilewati,
maka pengguna baju akan mengalami luka dalam (internal organs injuries), yang
tentunya akan membahayakan keselamatan jiwa.
 Kerja
Rompi Anti Peluru:  Serapan laju energi peluru yang menyebabkan lapisan rompi
mengalami deformasi.:


 




 


Gambar Tekanan pelor pada rompi anti peluru


Deformasi rompi yang menekan tubuh pengguna baju:


 




 


Gambar penembusan pada rompi anti
peluru


Gambar
diatas menunjukan bahwa anggapan pemakai baju anti peluru dapat terhindar sepenuhnya
dari cidera yang dihasilkan oleh tembakan adalah salah !
Fungsi utama baju anti peluru hanyalah untuk menahan peluru, sehingga peluru tidak
sampai masuk kedalam tubuh pemakai baju, yang dapat menyebabkan kematian.


4.         Level
Rompi anti peluru
. Standar rompi
anti peluru yang paling banyak digunakan adalah standar NIJ (National Institute
of Justice) Amerika. Berdasarkan standar ini, rompi anti peluru dibagi menjadi beberapa
tingkatan (level), yaitu level I, II-A, II, III-A, III, dan IV. Level I adalah tingkatan
yang terendah, baju hanya dapat menahan peluru yang berkaliber (berdiameter)
kecil.


Tingkatan kemampuan rompi
anti peluru.


 




 


 Gambar munisi yang mampu ditahan


 rompi anti peluru sesuai levelnya


Tentara masa depan dengan nanoteknologi.


 


 




 


 


 


 


 


5.         Kesimpulan.


            Rompi anti peluru ( body armor ) baik yang
soft maupun hard hanya berfungsi untuk menahan pelor agar tidak menembus tubuh
pemakai rompi anti peluru. Tetapi gaya dorong dari pelor tetap akan terasa dan
dapat berdampak kurang baik misalnya patah tulang.


            Level dari rompi anti peluru
menunjukkan bahwa kemampuan untuk menahan tekanan dari pelor, semakin kecil
levelnya maka kemampuan rompi tersebut semakin rendah begitu juga sebaliknya.


            Kedepan diharapkan bahwa Tentara
Nasional Indonesia dapat menggunakan rompi anti peluru dengan teknologi nano.


 


 

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/639/rompi-anti-peluru.html