Politeknik TNI-AD
Rubrik : Kesehatan
MENGENAL MENINGISTIS
2015-04-18 17:02:57 - by : Msuhari



Mengenal Meningitis, Radang
Selaput Otak yang Berakibat Fatal



Shutterstock



KOMPAS.com — Kematian Olga Syahputra pada usia yang cukup muda, 32
tahun, membuat banyak penggemar, terutama keluarganya, berduka. Selama setahun
terakhir ini, Olga memang absen dari layar kaca karena berjuang mengatasi
penyakitnya, meningitis.

Penyakit radang selaput otak ini dapat disebabkan oleh berbagai organisme,
seperti virus, bakteri, dan jamur.

Meningitis yang disebabkan virus umumnya tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa
perawatan spesifik. Namun, meningitis akibat bakteri dapat berakibat serius,
seperti kerusakan otak dan kehilangan pendengaran.

Meningitis memang paling rawan menyerang anggota jemaah haji. Menurut dr Iris
Rengganis, SpPD, dari Divisi Alergi Imunologi Klinik FKUI-RSCM, Arab Saudi
adalah negara dengan epidemi penyakit meningokokus, penyebab meningitis.

Selain itu, anggota jemaah haji yang datang ke Mekkah sebagian besar berasal
dari negara Sub-Sahara Afrika yang merupakan sabuk meningitis, atau daerah
dengan endemi ini.

Itulah sebabnya, mengapa sebelum melakukan perjalanan haji dan umrah, seseorang
diwajibkan melakukan vaksinasi. Meski demikian, menurut Iris, sebaiknya setiap
orang yang akan melakukan perjalanan keluar negeri juga mendapatkan vaksin ini.
Pasalnya, kini meningitis dapat dijumpai di hampir semua negara, bukan hanya
negara dengan rekomendasi meningitis.

Penularan bakteri yang bersifat langsung dapat terjadi melalui udara atau
kontak dengan cairan pada saluran pernapasan, misalnya untuk pemakaian gelas
bersama. Kuman akan menempati daerah nasofaring, kemudian menembus selaput
lendir.

"Dalam kondisi tubuh lemah, mikroorganisme dari nasofaring dapat masuk ke
dalam sirkulasi darah, kemudian menyebar ke selaput otak, sendi, jantung, serta
ke seluruh tubuh," katanya dalam kampanye pencegahan meningitis, beberapa
waktu lalu.

Orang yang terinfeksi meningitis akan mengalami beberapa gejala khas, mulai
dari mual, muntah, demam tinggi mendadak, serta rasa kaku di belakang leher.

Kakunya bagian kuduk tersebut disebabkan serangan kuman meningitis ke daerah
selaput dan korda spinalis yang merupakan sistem saraf pusat. Masifnya serangan
menimbulkan rasa kaku pada penderita yang bisa timbul 2-3 hari setelah tertular
kuman meningitis.

Diagnosis penyakit ini dilakukan dengan melakukan tes darah serta mengambil
cairan serebrospinal dan tempat infeksi lainnya.

Komplikasi yang mungkin terjadi pada penyakit ini bisa sangat fatal. Penderita
bisa mengalami ketulian, kejang, dan infark otak yang menjurus ke cacat
menetap, bahkan kematian. 

Mengingat risikonya yang sangat berat ini, jangan abaikan vaksinasi meningitis.
Selain untuk anggota jemaah haji atau umrah, di Indonesia juga tersedia vaksin
meningitis untuk anak-anak.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/624/mengenal-meningistis.html