Politeknik TNI-AD
Rubrik : Artikel
Teknologi Sistem Peringatan Dini Indonesia
2015-04-17 08:10:27 - by : Msuhari


Teknologi
Sistem Peringatan Dini Indonesia Unggul di ASEAN


Indonesia menjadi tuan rumah sekaligus pembicara utama dalam
ASEAN Science and Technology Week (ASTW) ke-9 di Kota Bogor, Jawa Barat.



Kondisi Geografis Indonesia yang berada pada "ring of fire" memaksa
Negara ini untuk menata dan mempersiapkan segala kemungkinan bencana alam yang
akan terjadi. Teknologi sistem peringatan dini menjadi tumpuan Indonesia dalam
mengatasi gejala alam penyebab bencana yang kerap kali terjadi.

Dari latar belakang kondisi geografis ini akhirnya menghasilkan
teknologi-teknologi peringatan dini karya anak bangsa. "Yang paling
membanggakan dalam pertemuan ASTW ke-9 ini, Indonesia menjadi pembicara utama
untuk sistem peringatan dini serta open source software," kata Menteri
Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, saat menghadiri Pekan Kementerian
Riset dan Teknologi ASEAN.

Teknologi sistem peringatan dini Indonesia lebih unggul dari negara-negara
ASEAN, hal ini dibuktikan dengan tampilnya Indonesia sebagai pembicara utama
dalam ASTW ke-9 di Kota Bogor.

"Yang harus kita lakukan adalah bagaimana seminimal mungkin mengurangi
jatuhnya korban, maka dari itu sistem peringatan dini harus terus ditingkatkan
dan dikembangkan. Tidak hanya untuk gempa bumi, dan Tsunami, juga gunung
meletus," kata Menteri.

Menurut Menteri, dalam riset dan teknologi masyarakat ekonomi ASEAN adalah
sesuatu yang harus siap dihadapi sehingga wajar kiranya ilmu dan teknologi
harus dikembangkan.

"Karena dengan riset dan teknologi bisa meningkatkan produk-produk lokal
kita menjadi nilai tambah dalam menghadapi masyarakat ekonomi ASEAN ini,"
kata Menteri.

Pekan Kementerian Riset dan Teknologi ASEAN berlangsung selama 10 hari diikuti
oleh 780 peserta dari negara-negara angota ASEAN seperti Indonesia, Malayasia,
Singapur, Brunai Darussalam, Vietnam, Thailand, dan Filiphina.

Asisten Deputi (Asdep) Jaringan Iptek Internasional Kementerian Riset dan
Teknologi (Kemristek), Nada Marsudi, menjelaskan latar belakang diadakan acara
ASTW salah satu alasannya, karena Masyarakat Ekonomi ASEAN yang segera berlaku
tahun 2015.

Selain juga berpegang dengan tiga pilar kerja sama ASEAN yakni keamanan,
politik, ekonomi, dan budaya.

"Kebetulan Iptek masuknya ke dalam pilar ekonomi dan budaya ASEAN,"
kata Nada.

Ia menambahkan, ASTW ke-9 digelar di Bogor, Jawa Barat, berlangsung sejak 18
hingga 27 Agustus 2014 yang masih menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari
Kebangkitan Teknologi Nasional yang diperingati setiap 10 Agustus.

Dalam kegiatan tersebut terdapat 15 rangkaian antivitas, dimulai dari 4th ASEAN
Science Congress and Conference (18-19 Agustus), tiga ASEAN Flagships Workshops
(OSS, EWS-DRR, Biofuel) pada 20 Agustus, South East Asia-Europe Union (EU)-NET
Bibliometrics WS (20 Agustus), dan Sustain EU-ASEAN Environment Research (20
Agustus).

Selain itu ada pertemuan ABAPAST, ABASF, dan INASAT pada 21 Agustus yang
dilanjutkan dengan The 68th ASEAN COST Meeting pada 22 Agustus. Pertemuan lain
yakni ASEAN COST+ Dialogue Partners (23--24 Agustus), ASEAN STI Exhibition
(22-25 Agustus), 8 Informal ASEAN Ministerial Meeting on S&T (8IAMMST) pada
25 Agustus, dan ASEAN ST Awards pada acara Ministerial Gala Dinner.

Menurut Nada, pertemuan hari menjadi spesial karena Indonesia tampil sebagai
pembicara utama tentang sistem peringatan dini.

"Sistem peringatan dini Indonesia dinilai lebih unggul karena belajar dari
pengalama kita menangani bencana gempa dan Tsunami di Aceh. Ini menjadi bencana
terbesar di ASEAN," kata Nada. 


 


Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/622/teknologi-sistem-peringatan-dini-indonesia.html