Politeknik TNI-AD
Rubrik : Artikel
MINYAK BUMI DI INDONESIA
2014-02-14 10:14:20 - by : Sanjaya


Minyak
Bumi Di Indonesia



(Depmekanik
Lemjiantek)


 


          Berdasarkan teori, minyak bumi
terbentuk dari proses pelapukan jasad renik (mikro organisme) yang terkubur di
bawah tanah sejak berjuta-juta tahun yang lalu. Kurang lebih dua ratus juta
tahun yang lalu, bumi lebih panas dibandingkan sekarang dan laut yang didiami
jasad renik berkulit keras yang sangat banyak jumlahnya. Jika jasad renik itu
mati, kemudian membusuk dan jumlahnya makin lama semakin menumpuk, kemudian
tertutup oleh sedimen, endapan dari sungai, atau batu-batuan yang berasal dari
pergeseran atau pergerakan bumi. Kemudian terjadi pembusukan oleh bakteri anaerob dan akibat tekanan tinggi karena
adanya sedimen atau batu-batuan yang berada diatasnya, maka setelah
berjuta-juta tahun terbentuklah minyak bumi dan gas alam tersebut.






1.      Pembentukan Minyak Bumi.   Minyak bumi yang
terbentuk kemungkinan terkumpul dalam pori-pori batuan sedimen laut, kemudian
minyak bumi itu naik keatas melalui batuan sedimen. Akhirnya sampai pada bagian
dasar sedimen yang  tidak dapat ditembus
dan membentuk akumulasi minyak dalam suatu perangkap yang biasa disebut dengan
oil trap.gas alam di dalam bumi terdapat di atas lapisan minyak dan air di
bawah lapisan minyak karena berat jenisnya lebih tinggi. Proses pembentukan minyak
bumi memerlukan waktu yang lama, maka minyak bumi digolongkan pada sumber daya
alam yang tidak dapat diperbaharui (non renewable).
Oleh karena itu perlu penghematan dalam pemakaian minyak bumi.






2.      Daerah Penambangan Minyak Bumi di
Indonesia.



Indonesia sebagai
negara anggota OPEC merupakan salah satu negara pengekspor minyak bumi ke
negara-negara lain.  Ladang- ladang
minyak yang sudah berproduksi di antaranya Biruen (Aceh Utara) sampai Tanjung
Oura (Sumatera Utara) dengan tambang-tambangnya di Pase, Peurelak dan Pangkalan
Susu. Riau mulai dari sungai Rokan sampai sungai Siak dengan pusatnya di Plaju
dan Sungai Gerong. Di Kalimantan t erdapat di daerah Balik Papan dengan pusat
pengeboran di Sanga-sanga, Samboja, Anggani dan Tarakan dengan pusatnya di
Pulau Bunyu dan Amuntai. Maluku  terdapat
di Pulau Seram, Irian Jaya di daerah Kepala Burung sedangkan di Pulau Jawa  terdapat di karawang, Balongan, Cilacap,
Cepu, Blora dan Wonokromo. 



Ladang-ladang minyak
bumi di Indonesia antara lain :



a.      Ladang
minyak bumi Sinta yang terletak di lepas pantai Lampung Selatan, produksinya
mencapai 13.684.228 barel.



b.      Ladang  minyak bumi Arjuna terletak di lepas pantai
utara Pulau Jawa, produksinya mencapai 23.357.059 barel.



c.       Ladang
minyak bumi Balongan di Jatibarang, produksinya mencapai 7.285.265 barel.



d.      Ladang
minyak bumi Kasim 3 terletak di bagian barat semenanjung Kepala Burung propinsi
Irian Jaya, produksinya mencapai 3.425.062 barel. 






3.      Pemisahan Fraksi-fraksi Minyak Bumi. Minyak
bumi adalah zat cair yang licin dan mudah terbakar yang terjadi sebagian besar
karena hidrokarbon, zat yang terdiri atas hydrogen dan karbon. Jumlah hidrokarbon dalam minyak berkisar antara 50 sampai 98%.
Sisanya terdiri atas senyawa organik yang berisi oksigen, nitrogen atau
belerang, air kapur, dan Lumpur tanah.



       Dengan memisahkan hidrokarbon dari
kotoran-kotoran (pada kilang-kilang) minyak diperoleh berbagai jenis bahan
bakar, yakni bensin, minyak bakar, kerosin, dan sebagainya. Pada proses pembersihan
ini terbentuk bahan sampingan gas. Gas ini disimpan dibawah tekanan pada
botol-botol baja atau disalurkan langsung sebagai bahan bakar  dalam keadaan cair. Endapanya terutama aspal
digunakan untuk pengeras jalan dan paraffin digunakan untuk bahan perapat.
Hidrokarbon dikelom­pokkan menjadi paraffin (CnH2n+2), olefin dan naftena (CnH2n-4),
diolefin (CnH2n-2),
aromatik (CnH2n-6),
dan aspaltik (CnH2n-4).



     Telah kita ketahui bahwa minyak bumi
terdiri dari berbagai campuran hidrokarbon. Komponen-komponen dari minyak
bumi  disebut juga dengan istilah
fraksi-fraksi minyak bumi yang dapat dipisahkan satu dengan lain melalui proses
penyulingan atau destilasi secara bertingkat berdasarkan perbedaan titik didih
masing-masing komponennya. Pengolahan minyak mentah (crude oil) ditujukan untuk :



a.      Membuang
kotoran-kotoran yang terkandung dalam minyak mentah.



b.      Memisahkan
minyak dalam beberapa komponen atau fraksi-fraksi.     



c.      Merengkah
fraksi-fraksi menjadi berbagai golongan minyak.



     Cara pengolahan minyak mentah yang
digunakan tergantung pada jenis minyak yang diinginkan. Adapun cara pengolahan
minyak bumi yaitu melalui dengan cara distilasi dan merengkah. Tujuan utama
proses merengkah ini ialah untuk memperbaiki kualitas bahan bakar sehingga
efisiensi mesin dapat diperbaiki. Untuk itu perbandingan komponen hidrokarbon
diubah dan ukuran serta susunan molekul-molekulnya diatur. Molekul-molekul yang
tidak diinginkan dikeluarkan.



       Pelaksanaan ini dilakukan dengan
bantuan bahan kimia (merengkah katalis) atau dengan penaikan suhu (merengkah
termis).  Pengilangan minyak dikerjakan
dengan menggunakan kolom bertingkat dalam suatu proses destilasi, pada jarak
tertentu, kolom-kolom dilengkapi dengan pelat-pelat yang berbentuk sungkup
gelembung (bubble cup).  Pelat-pelat berguna untuk memisahkan
fraksi-fraksi yang mempunyai kisaran titik didih tertentu. Mula-mula minyak
mentah (crude oil) dipanaskan pada
suhu sekitar 350º C, kemudian dipompakan ke dalam kolom detilasi, sebagian dari
minyak akan menguap dan naik ke atas melalui bubble cup



        Pada 
bubble cup ini uap minyak yang
mempunyai titik didih tinggi diembunkan dan mencair. Uap yang tidak mencair
akan naik terus ke atas dan akan mencair pada bubble cup di atasnya. Uap yang tidak mencair pada saat
melalui  bubble cup akan keluar langsung dari kolom bagian atas dan
berbentuk gas.



Fraksi-fraksi yang
diperoleh dari proses destilasi minyak bumi tersebut adalah :



a.      Gas
bumi terdiri dari campuran metana (CH4), etana (C2H6),
propane (C3H8), dan butana atau isobutana (C4H10).
Campuran gas ini kemudian dicairkan pada tekanan tinggi dan dipertagangkan
dengan nama LPG (Liquefied Petroleum Gas).
Gas yang terdapat dalam LPG umumnya merupakan campuran propane, butana, dan isobutana. LPG biasanya dikemas dalam
botol-botol baja yang beratnya berkisar 15 kg dan banyak dipakai sebagai bahan
bakar rumah tangga. Serta  ada juga yang
digunakan di industri dan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor.



b.      Bensin
diperoleh dari hasil destilasi pada temperatur 
antara 70 s/d 140º C, bensin banyak digunakan sebagai bahan bakar mobil
dan motor. 



c.       Nafta
dikenal sebagai bensin berat dan diperoleh dari hasil destilasi yang mempunyai
kisaran titik didih antara 140 s/d 180º C. nafta banyak digunakan sebagai bahan
dasar untuk pembuatan senyawa-senyawa kimia, misalnya etilena dan senyawa
aromatok yang sering digunakan untuk zat aditif pada bensin.



d.      Kerosin
merupakan hasil destilasi yang mempunyai titik didih antara 180 s/d 250º C.
Kerosin banyak digunakan sebagai bahan bakar rumah tangga sehari-hari dan
diperdagangkan dengan nama minyak tanah.



e.      Minyak
diesel merupakan fraksi dari minyak bumi yang mempunyai titik didih 250 s/d 350º
C, minyak diesel ini dipergunakan sebagai bahan bakar pada motor-motor diesel
industri dan pesawat tenaga (power plant).



f.       Paraffin
dari fraksi yang menghasilkan  minyak
pelumas, paraffin cair dan padat, terdapat di Sumatera dan Kalimantan. Parafin
padat sering dipergunakan sebagai bahan bakar.



g.      Residu
adalah hasil dari proses pengilangan/destilasi yang masih tertinggal dan
menghasilkan petroleum asfalt yang banyak digunakan pada konstruksi jalan dan
jembatan.






4.      Rangkuman



a.      Minyak
bumi adalah campuran berbagai macam alkana mulai dari yang paling sederhana (metana, etana, propane, dan butana) sampai alkana yang berantai panjang lurus dan bercabang yaitu normal
oktana dan iso-oktana.



b.      Hidrokarbon
alifatis tak jenuh sedikit sekali terdapat dalam minyak bumi karena mudah
teradisi.



c.       Minyak
bumi terbentuk melalui proses pelapukan dan pembusukan hewan dan tumbuhan renik
di bawah tanah selama berjuta-juta tahun.



d.      Untuk
memisahkan fraksi-fraksi yang terdapat di dalam minyak bumi dilakukan dengan
penyulingan (destilasi bertingkat)



e.      Hasil
destilasi minyak bumi dapat berupa gas, bensin, nafta, kerosin, minyak diesel,
pelumas, paraffin dan residu.


Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/526/minyak-bumi-di-indonesia.html