Politeknik TNI-AD
Rubrik : Artikel
ROMPI ANTI PELURU
2014-01-27 10:03:26 - by : Sanjaya



ROMPI ANTI PELURU


( Oleh : Kapten Arh Basuki. W.S.T )


 


1.         Macam Rompi Anti Peluru.          Rompi "anti peluru" dibedakan menjadi dua, yaitu Soft Body Armor dan
Hard Body Armor.


a.         Soft body armor.      Soft body armor adalah rompi anti peluru yang terbuat dari serat aramid (aramid fibres).Satu lapisan Kevlar tebalnya kurang dari 1 mm ,umumnya standar baju terdiri hingga 32 lapisan dan beratnya bias mencapai 10 kg. Rompi ini cenderung lebih ringan sehingga
menguntungkan untuk digunakan pada tugas- tugas penyamaran, atau pengamanan
bagi personil inteljen.




Gambar soft body armor


b.         Hard Body armor.       Dengan menambahi soft body armor dengan lapisantertentu,dapatdihasilkanhardbody armor. Umumnya lapisan terbuat dari keramik ( Al2O3 " Alumina"), lempengan logam atau komposit. Bentuknya
yang tebal
dan berat menjadikannya tidak comfort, hingga jarang dikenakan dalam tugas keseharian. Hanya dalam tugas khusus yang beresiko tinggi, seperti operasi militer atau operasi tim
SWAT akan
dikenakan Hard Body armor


           


        Gambar
Hard body armor


2.         Bahan
yang digunakan.
Bahan
yang digunakan untuk membuat rompi anti peluru selalu mengalami perkembangan
berdasarkan dari hasil penemuan yang terbaru. Secara umum bahan- bahan yang
digunakan adalah :


a.         Aramid (Kevlar).   Material ini ditemukan tahun
1964, oleh
Stephanie Kwolek, seorang ahli kimia berkebangsaan Amerika, yang bekerja sebagai peneliti pada perusahaan
DuPont.
Aramid adalah kependekan dari kata aromatic polyamide. Aramid memiliki struktur  yang kuat, alot (tough), memiliki sifat peredam
yang bagus (vibration damping) , tahan
terhadap asam (acid) danbasa (leach) , selain itu dapat menahan panas hingga
370°C,sehingga tidak
mudah terbakar.Produk yang dipasarkan dikenal dengan nama
Kevlar.
Kevlar memiliki berat
yang ringan, tapi 5 kali lebihkuatdibandingkan
besi.


 Ikatanmolekul
aramid:





 
           Anyamanserat:




                                      Gambar anyaman
aramid ( Kevlar )


b.         Vestran.        Vestran adalah polymer kristal cair (liquid crystal polymer). Seratnya memiliki kekuatan hingga dua kali lipat dibandingkan dengan kevlar.
ve
stran:




         Gambar bahan vestran


 


c.         Jaring Benang Laba-laba (Spider Silk).    Benang laba-laba terdiri dari ikatan molekul protein yang panjang. Benang ini tidak hanya memiliki kemampuan dapat menahan beban yang ekstrem, tapi juga sekaligus memiliki sifat elastis yang
sangat
tinggi, hingga kalau ditarik dapat memanjang sebanyak
40%.Sifat
elastis ini berasal dari butiran-butiran cairan kecil yang terdapat pada benang,
yang kalau
dilihat  bentuknya seperti kalung mutiara atau tasbih.



            Ikatan molekul benang laba-laba:



 




Struktur benang laba-laba:


 




Gambar
Struktur benang laba- laba



d.         CNT (Carbon Nanotubes). Kandidat
material selanjutnya adalah
CNT. Ditemukan tahun
1991 oleh Professor SumioIijima dari Jepang. CNT merupakan susunan ukuran karbon C yang berukuran sangat kecil "nano" (0,000 000 001) dan berbentuk seperti pipa (tube), yang dindingnya tersusun seperti rumah lebah.
Diperkirakan material ini lebih kuat dibandingkan dengan benang laba-laba.


 



                                                Gambar
struktur CNT



3.         Prinsip Kerja Rompi Anti Peluru.           Prinsip kerjanya adalah
: dengan mengurangi sebanyak mungkin lontaran energi kinetik
peluru, dengan cara menggunakan lapisan-lapisan serat untuk menyerap energi laju tersebut dan memecahnya kepenampang rompi  yang luas, sehingga energi tersebut tidak cukup lagi untuk membuat peluru dapat menembus rompi.



Dalam menyerap laju energi peluru,
rompi mengalami deformasi
 yang
menekan kearah dalam
(shock wave), tekanan kedalam ini akan diteruskan sehingga mengenai tubuh pengguna. Batas
maksimal penekanan kedalam tidak boleh lebih dari
 4,4
cm (44 mm). Jika batasan tersebut dilewati,
maka pengguna baju akan mengalami luka dalam
(internal organs injuries), yang tentunya akan membahayakan keselamatan jiwa.
 Kerja Rompi Anti Peluru:  Serapan laju energi peluru yang
menyebabkan lapisan rompi mengalami deformasi.:


 




Gambar Tekanan pelor pada rompi anti peluru



Deformasirompi yang menekantubuhpenggunabaju:


 




Gambar penembusan pada
rompi anti peluru



Gambar diatas menunjukan bahwa anggapan pemakai baju anti peluru dapat terhindar sepenuhnya dari cidera yang dihasilkan oleh tembakan adalah salah
!
Fungsi utama baju anti peluru hanyalah untuk menahan peluru, sehingga peluru tidak sampai masuk kedalam tubuh pemakai baju, yang dapat menyebabkan kematian.



4.         Level Rompi anti peluru. Standar rompi anti peluru yang paling banyak digunakan adalah standar NIJ (National Institute of Justice) Amerika. Berdasarkan standar ini,
rompi anti peluru dibagi menjadi beberapa tingkatan (level), yaitu level I, II-A, II,
III-A, III, dan IV. Level I adalah tingkatan
yang terendah, baju hanya dapat menahan peluru yang berkaliber (berdiameter) kecil.



Tingkatankemampuanrompi anti peluru.


 




Gambar munisi yang mampu
ditahan


 



 rompi anti peluru sesuai levelnya



Tentara masa depan dengan nonteknologi.



 







5.         Kesimpulan.



            Rompi anti peluru ( body armor ) baik yang soft maupun
hard hanya berfungsi untuk menahan pelor agar tidak menembus tubuh pemakai
rompi anti peluru. Tetapi gaya dorong dari pelor tetap akan terasa dan dapat
berdampak kurang baik misalnya patah tulang.



            Level dari rompi anti peluru
menunjukkan bahwa kemampuan untuk menahan tekanan dari pelor, semakin kecil
levelnya maka kemampuan rompi tersebut semakin rendah begitu juga sebaliknya.



            Kedepan diharapkan bahwa Tentara
Nasional Indonesia dapat menggunakan rompi anti peluru dengan teknologi nano.





 

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/518/rompi-anti-peluru.html