Politeknik TNI-AD
Rubrik : Artikel
MODEL PEMBELAJARAN JIGSAW
2014-01-23 08:52:43 - by : kusnadi


MODEL
PEMBELAJARAN KOOPERATIF TEKNIK JIGSAW


Oleh :  Mayor Arh Kusnadi, S.T., M.T


 


 


 


 


l.          Strategi
Pembelajaran Kooperatif



          Teori yeng melandasi
pembelajaran kooperatif jigsaw adalah teori konstruktivisme. Pada dasarnya
pendekatan teori konstruktifisme dalam belajar adalah suatu pendekatan di mana
sisiwa secara individu menemukan dan mentranseformasikan imformasi yang kompleks,
memeriksa imformasi dengan aturan yang dan merivisinya bila perlu (soejadi
dalam teti sobri,2006. 15).



         Menurut Slavin (2007),
pembelajaran kooperatif menggalakan siswa berinteraksi secara aktif dan positif
dalam kelompok. Ini membolehkan poertukaran ide dan pemeriksaaan ide sendiri
dalam suasana yang tidak terancam, sesuai dengan falsafah konstruktivisme.
Dengan demikian, pendidikan hendaknya mampu menggkondisikan dan memberikan
dorongan untuk dapat mengoptimalkan dan membangkitkan potensi siswa ,
menumbuhkan aktifitas dan daya cipta kreativitas sehingga akan menjamin
terjadinya dinamika di dalam proses pemebelajaran. Dalam teori konstruktivisme
ini lebih mengutamakan pada pembelajaran siswa yang dihadapkan masalah-masalah
komplek untuk di cari solusinya, selanjutnya menemukan bagian-bagian yang lebih
sederhana dan keterampiulan yang diharapkan.



       Model pembelajaran ini
dikembangkan dari teori belajar konstruktivisme yang lahir dari gagasan Piaget
dan Vygotsky. Berdasarkan penelitian Piaget yang pertama dikemukakan bahwa pengetahuan itu dibangun dalam pikiran anak (Ratna,
1988:181). Dalam model pemebelajaran
kooperatif ini guru berpesan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai
jembatan penghubungan ke arah pemahaman yang lebih tinggi, dengan catatan siswa
sendiri. Guru tidak hanya memberikan penegtahuan pada siswa, tetapi harus juga
membangun dalam pikirannya. Siswa mempunya kesempatan untuk mendapatkan
pengetahuan langsung dalam menerapkan ide-ide meraka, ini merupakan kesempatan
bagi siswa untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri.



        Piaget dan Vygotsky mengemukakan
adanya hakikat sosial dari sebuah proses belajar dan juga mengemukakan tentang
penggunaan kelompok-kelompok belajara dengan kemapuan anggota-anggotanya yang
beragam sehingga terjadi perubahan konseptual. Piaget menekankan bahwa belajar
adalah sebuah proses aktif dan pengetahuan disususn dalam pemikiran siswa. Oleh
karena itu, belajar adalah tindakan kreatif di mana konsef dan kesan dibentuk
dengan memikirkan objek dan peristiwa serta berraksi dengan objek dan peristiwa
tersebut.



      Di samping aktivitas dan
kreativitas yang diharapkan dalam sebuah proses pembelajaran, dituntut
interikasi yang seimbang. Interkasi yang dimaksud adalah adanya interaksi atau
komunikasi antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa. Guru dengan siswa,
diharapkan dalam proses belajar terdapat komunikasi banyak arah, yang
memungkinkan banyak arah, yang memungkinkan akan terjadi aktivitas, kreativitas
yang diharapkan.



      Pandangan konstruktivitasme
Piaget dan Vygotsky dapat berjalan berdampingan dalam proses pembelajaran
konstruktivisme. Piaget yang menekankan pada kegiatan internal individu
terhadap objek yang dihadapi dan pengalaman yang dimiliki orang tersebut,
sedangkan konstruktivisme Vygotsky menekankan pada inetraksi sosial dan
melakukan konstruksi pengetahuan dari lingkungan sosialnya.



     Berkaitan dengan karya Vygotsky
dan penjelasan Piaget, para konstruktivis menekankan pentinya interaksi dengan
teman sebaya melalui pembentukan kelompok belajar, siswa diberikan kesempatan
secara aktif untuk mengungkapkan sesuatu yang dipikirkan kepada temannya, Hal
itu akan membantunya untuk melihat sesuatu dengan jelas , bahkan melihat
ketidaksesuaian pandangan mareka sendiri.






2.         Konsep Dasar Pembelajaran Kooperatif



           Pembelajaran kooperatif (cooperatf learning) merupakan bentuk pembelajaran
dengan cara siswa belajar dan bekerja dalam kelompok ;kelopok kecil secara
kolaboratif yang anggotanya terdiri dari empat samapi dengan enam orang dengan struktur kelompok yang
bersifat Heterogen.



      Pada hakekatnya coopertaif
learning sama dengan kerja kelompok. Oleh karena itu banyak guru yang
menyatakan tidak ada sesuatu yang aneh dalam kooperatif learning karena mereka
telah biasa melakukan pembelajaran kooperatif learning dalam bentuk belajar
kelompok, walaupuntidak semua belakar kelompok disebut dalam kooperatif
learning seperti dijelaskan oleh Abdulhak (2001: 19-20) " pemebelajaran
kooperatif dilaksanakan melalui shering proses antara peserta didik sehingga
dapat mewujudkan pemahamana bersama antara pesertta didik itu sendiri."



         Dalam pemebelajaran ini akan
tercipta sebuah ineraksi yang lebih luas, yaitu inetraksi dan komunikasi
anatara guru dengan siswa , siswa dengan siswa , dan siswa dengan guru (multi way traffic
communication). Pembelajaran kooperatif adalah
starategi pembelajaran yang melibatkan partisispasi siswa dalam suatu kelompok
kecil untuk saling berinteraksi ". ( Nurhayati,2002 : 25). Dalam sistem
belajar yang kooperatif siwa belajar bekerjasama dengan anggota lainnya. Dalam
model ini sisiwa memiliki dua tanggung jawab, yaitu mereka belajar untukdirinya
sendiri, dan membantu sesame anggota untuk belajar. Sisawa dapat belajar dalam
kelompok kecildan dapat melalukanya seseorang diri.



       Cooperatif learning adalah
merupakan kegiatan belajar siswa dengan cara berkelompok. Model pembelajaran
kelompok adalah rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam
kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan . ( Sanjaya
2006.: 239) Tom V. Savage (1987:25)
mengemukakan bahwa cooperative learning merupakan satu pendekatan yang
menekankan kerja sama dalam kelompok .pembelajaran kooperatif adalah stategi
pemebelajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam suatu kelompok kecil
untuk saling berinteriaksi . Dalam sistem belajar kooperatif sisiwa belajar
bekerja bersama anggota lainnya. ( Nurul hayati. 2002:25) Pembelajaran kooperatif tidak
sama dengan sekedar belajar dalam bentuk kelompok. Ada unsur dasar
pemebelajaran kooperatif yang membedakan dengan pembelajaran kelompok yang
asal-asalan . Pelaksanaan prinsif dasar pokok sistem pembelajaran kooperatif
dengan benar akan memungkinkan guru mengelolah kelas dengan lebih efektif .
Dalam pembelajaran kooperatif proses pembelajaran tidak harus bejalan dari guru
kepada siswa, sisiwa dapat belajar dari siswa lainnnya. Pembelajaran oleh rekan
sebaya ( peerteaching) lebih efektif dari pembelajaran oleh guru.



       Koperatif learning adalah teknik
peneglompokan yang di dalamnya siswa bekerja terarah pada tujuan belajar
bersama dengan kelompok kecilyang umumnya terdiri dari 4- 5 orang siswa.
Belajar kooperatifd dalah belajar pemanpatan kelompok kecil dalam poembelajaran
yang memungkinkan siswa bekerja sama untuk memaksismalkan belajar mereka dan
belajar anggota lainnya dalam kelompok tersebut (Jonson Dalam Hasan. 1996) Starategi pembelajaran
kooperatif merupakan serangkaian kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh
siswa di dalam kelompok-kelompok, untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditetapkan terdapat empat hal penting dalam strategi pemebelajaran yang telah
ditetapkan yaitu :



        1.  Adanya peserta didik dalam
kelompok.



        2.  Adanya aturan main



        3.  Adanya upaya belajar dalam
kelompok



        4.  Tatap muka



        5.  Evaluasi proses kelompok



        Berkenaan dengan pengelompokan
siswa dapat ditentukan berdasarkan atas (1) minat dan bakat siswa., (2) latar
belakang kemampuan siswa (3) kemampuan bersosialisasi. (4). Tatap muika (5)
evaluasi proses kelompok. Nurul Hayati, ( 2002: 25-28)
mengemukakan lima unsure dasar modal koopertaif learning, yaitu (1)
ketergantungan positif, (2) pertanggung jawaban individual (3) kemampuan
bersosialisasi ( 4) tatap muka dan (5) eavaluasi proses kelompok Ketergantungan
positif adalah suatu bentuk kerja sama yang sangat erat kaitannya antara
anggota kelompok. Kerjasama ini dibutuhkan mencapai tujuan . Siswa benar- benar
mengerti bahwa kesuksesan kelompok tergantu pada kesuksesan anggotanya.



        Maksud pertanggung jawaban
individu adalah kelompok tergantung dengan cxara belajar perseorangan seluruh
anggota kelompok. Peratanggung jawaban mempokuskan aktivitas kelompok dalam
menjelaskan konsep pada satu orang dan memastikan bahwa setiap orang dalam
kelompok siap menghadapi aktivitasdi mana siswa harus menerima tanpa
pertolongan anggota kelompok. Kemampuan sosialisasi adalah kemapuan bekerjasama
yang biasa dikerjakan dalam kelompok, kelompok tidak akan berjalan efektif
apabila setiap anggota kelompok tidak memiliki kemapuan bersosialisasi yang
dibutuhkan.



     Setiap kelompok diberikaqn
kesempatan untuk bertemu muka dan berdiskusi. Kegiatan intraksi ini akan
meberikan siswa bentuk sinargi yang menguntungkan semua anggota. Guru
menjadwalkan waktu bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja kelompok dan
hasil kerja sama mereka agar selnjutnya bisa bekerja sama lebih evektif.  Senada dengan penjelasan
tersebut Siahaan ( 2005 :2) lima unsure penting yang ditekankan dalam proses
pembelajaran kooperatif : yaitu:



1. 
Saling ketergantungan yang
positif



2.  Ineteraksi berhadapan



3. Tanggung jawab individu



4.  Keterampilan sosial



5. Terjadinya peoses dalam kelompok



    Pembelajaran kooperatis mewadahi
bagaimana siswa dapat berkerjasama dalam kelompok, tujuan kelompok adalah
tujuan bersama, Situasi Kooperatif merupakan bagian dari siswa untuk mencapai
tujuan kelompok, siswa harus merasakan bahwa meraka akan mencapai tujuan
kelompok, siswa harus merasakan bahwa mereka akan mencapai tujuan maka siswa
lain dalam kelompoknya memiliki kebersamaan , artinya tiap anggota kelompok
bersikap kooperatif dengan sesamnya anggota kelompoknya.



     Tujuan penting lain dari
pemebelajaran kooperatif adalah untuyk mengajarkan kepada sisiwa , keterampilan
kerja sama dan koloborasi. Keterampilan ini amat penting untuk dimiliki di
dalam masarakat di mana banyak kerja orang dewasa sebagian dikerjakan orang
dewasa dalam organisasi yang saling bergantungan sama lain dan di mana masarakat
secara budaya semakin beragam, Sementara itu banayak anak muda dan orang dewasa
masih kuarang dalam berketerampilan bersosial, hal ini bayak ditemukan oaring
tidak dapat bekerja secara kooperatif, dalam pemebelajaran ini tidak hanya
memepelajari materi saja, namun siswa diajarka keterampilan -keterampilan
khusus yang disebut keterampilan koperatif, keterampilan ini untuk memepelancar
hubungan, kerja dan tugas, peran hubungan kerja dibangun de3ngan mengembangkan
komunikasi antara anggota kelompok, sedangkan peran dan tugas dilakukan dengan
membagi tugas antara anggota kelompok selama kegiatan



     Ada tiga bentuk keterampilan
kooperatif sebgai diungkap oleh : Lundgren (1994), yaitu : Ketemapilan
kooperatif tingkat awal Meliputi : (a) menggunakan kesempatan, (b). menghargai
konteribusi, (c). mengambil giliran dan berbagai tugas ( d ). Berada dalam
kelompok, (e) berada dalam tugas, (f). mendorong partisifasi, (g). mengundang
orang lain untuk berbicara. (h). menyelsaikan tugas pada waktunya dan ( i)
menghormati perbedaan individu.



  Keterampilan kooperatif tingkat
menengah Meliputi; (a) menunjukan penghargaan dan simpati; (b). mengungkapkan
ketidak setujuan denga cara yang dapat diterima; (c.). mendengarkan dengan
aktif. (d). bertanya; (e) membuat ringkasan; (f) menafsirkan, (g).mengatur dan
mengorganisisr, (h) menerima tanggung jawab ( i). mengurangi ketegangan. (a) Keterampilan
Kooperatif tingkat Mahir Meliputi mengelaborasi, (b). memeriksa de3ngan cermat,
(c). menyatakan kebenaran, (d) menetapkan tujuan, dan (e) berkompromi.



    Terdapat enam langkah utama atau
tahapan di dalam pelajaran yang menggunakan pemebelajaran kooperatif,
pemebelajaran di mulai dari guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan
memotivasi siswa untuk belajar. Fase iniu digunakan uintuk menyampaikan
imformasi, sering bahan bacaan dari pada verbal. Selanjutnya, siswa di
kelompokan dalam tem-tem belajar . Tahapan ini diikuti bimbingan guru pada saat
siswa bekerja bversama untuk menyelsaikan tugas bersama mereka, fase terahir
pemebelajaran kooperatif adalah meliputi presentasi hasil kerjakelompok, atau
evaluasi tentang apa yang telah mereka pelajari dan memberikan penghargaan
terhadap usaha-usaha kelompok maupun individu.










Tabel Langkah-Langkah Model
Pembelajaran Kooperatif


































TAHAP



TINGKAH LAKU GURU



Tahap 1


Menyampaikan Tujuan dan
Memotivasi siswa



Guru mmenyampaikan tujuan
pelajaran yang akan dicapai pada kegiatan pelajaran dan menekankan
pentingnya topic yang akan dipelajari dan memotivasi siswa belajar.



Tahap 2


Menyajikan Informasi



Guru menyajikan imformasi
atau materi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau melalui bahan bacaan



Tahap 3


Menggorganisasikan siswa ke
dalam kelompok -kelompok belajar



Guru menjelaskan kepada
siswa bagaimana caranya memebentuk kelompok belajar dan membimbing setiap
kelompok agar melakukan transisi secara efektif dan efisien



Tahap 4


Membimbing kelompok bekerja
dan belajar



Guru membimbing
kelompok-kelompok belajar pada sat mereka mengerjakan tugas mereka



Tahap 5 Evaluasi



Guru mengevaluasi hasil
belajar tentang materi yang telah dipelajari atau masing- masing kelompok
mempersentasikan hasil kerjanya



Tahap 6


Memberikan penghargaan



Gurtu mencari cara-cara
untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok






3.     Prinsip- Prinsip Pembelajaran
Kooperatif



          Menurut Anita Lie (2005) ada
lima prinsip dalam pembelajaran kooperatif model jigsaw, yaitu sebagai berikut,



1.    
Prinsip ketergantungan positif
(positif Interpendence), yaitu dalam pembelajaran kooperatif,    Keberhasilan  dalam penyelsaian tugas tergantung apada usaha yang dilakukan oleh kelompok
tersebut. Keberhasilan kerja kelompok ditentukan oleh kinerja masing-masing
anggota kelompok. Oleh karena itu, semua anggota dalam kelompok akan merasa
saling ketergantungan.



2.     
Tanggung jawab perseorangan
(individual accountability), yaitu keberhasilan kelompok sangat tergantung dari
masing-masing anggota kelompoknya. Oleh karena itu, setiap anggota kelompok
mempunyai tugas dan tanggung jawab yang harus dikerjakan dalam kelompok
tersebut.



3.     
Interaksi tatap muka (face to
fece promation interaction), yaitu memberikan kesempatan yang luas kepada
setiap anggota kelompok untuk bertatap muka melakukan interaksi dan diskusi
untuk saling memberi dan menerima imformasi dari kelompok lain.



4.     
Partisifasi dan komunikasi
(participation communication), yaitu melatih siswa untuk dapat berpartisipasi
aktif dan berkomunikasi dalam kegiatan pembelajaran.



5.     
Evaluasi proses kelompok, yaitu
menjadwalkan waktu khusus bagi kelompok untuk mengevaluasi proses kerja
kelompok dan hasil kerja sama mereka, agar selanjutnya dapat bekerja sama lebih
efektif.



 


4. Prosedur Pembelajaran
Koperatif



1.    
Penjelasan materi tahap ini
merupakan tahapan panyampaian pokok-pokok materi pemebelajaran sebelumnya siswa
belajar dalam kelompok. Tujuan utama tahapan ini adalah pemahaman siswa
terhadap poko materi pelajaran.



2.     
belajar kelompok, tahapan ini
dilakukan setelah guru memberikan penjelasan materi, siswa bekerja dalam
kelompok yang telah dibentuk sebelumnya.



3.     
Penilaian, penilaian dalam
pembelajaran kooperatif bisa dilakukan melalui test atau kuis, yang dilakukan
secara individu atau kelompok. Tes individu akan memeberikan peneilaian
kemampuan individu, sedangkan kelompok akan memberikan penilaian pada kemampuan
kelompoknya.seperti dijelskan Sanjaya ( 2006: 247) ," Hasil ahir setiap
siswa adalah penggabungan keduanya dan dibagi dua. Nilai setiap kelompok.
Memiliki sama nilai sama dalam kelompoknya. Hal ini disebabkan nilai kelompok adalah
nilai bersama dalam kelompoknya. Hal ini disebabkan nilai kelompok adalah nilai
bersama dalam kelompoknya yang merupakan hasil kerja sama setiap anggota
kelompoknya."






5 .      Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw



5.1 .   Defenisi Model
Pembelajaran Teknik Jig Saw



       Dari sisi etimologi Jigsaw
berasal dari bahasa ingris yaitu gergaji ukir dan ada juga yang menyebutnya      
dengan istilah Fuzzle, yaitu sebuah teka teki yang
menyususn potongan gambar. Pembelajaran kooperatif model jigsaw ini juga
mengambil pola cara bekerja sebuah gergaji ( jigsaw), yaitu siswa melakukan
sesuatu kegiatan belajar dengan cara bekerja sama dengan siswa lain untuk mencapai
tujuan bersama.



Model pemebelajaran kooperatif
model jigsaw adalah sebuah model belajar kooperatif yang menitik beratkan
kepada kerja kelompok siswa dalam bentuk kelompok kecil , seperti yang
diungkapkan Lie ( 1993: 73), bahwa pembelajaran kooperatif model jigsaw ini
merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok
kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen dan
siswa bekerja sama salaing ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara
mandiri. Dalam model pembelajaran jigsaw ini siswa memiliki banyak kesempatan
untuk mengemukanakan pendapat, dan mengelolah imformasi yang didapat dan dapat
meningkatkan keterampilan berkomunikasii, anggota kelompok bertanggung jawab
atas keberhasilan kelompoknya dan ketuntasan bagian materi yang dipelajari, dan
dapat menyampaikan kepada kelompoknya.( Rusman, 2008.203)



5.2       Langkah-langkah Pembelajaran Kooperatif Jigsaw



Menurut Rusman (2008 : 205)
pembelajaran model jigsaw ini dikenal juga dengan kooperatif para ahli. Karena
anggota setiap kelompok dihadapkan pada permasalahan yang berbeda. Namun,
permasalahan yang dihadapi setiap kelompok sama, kita sebut sebagai team ahli
yang bertugas membahas permasalahan yang dihadapi. Selanjutnya, hasil
pembahasan itu di bawah kekelompok asal dan disampaikan pada anggota
kelompoknya.



Kegiatan yang dilakukan sebagai
berikut:



1.   Melakukan mambaca untuk menggali imformasi. Siswa memeperoleh
topic - topik permasalahan untuk di baca sehingga mendapatkan imformasi dari
permasalahan tersebut.



2.  Diskusi kelompok ahli.siswa yang
telah mendapatka topik permasalahan yang samabertemu dalam satu kelompokataqu
kita sebut dengan kelompok ahli untuk membicaran topic permasalahan tersebut.



3.   Laporan kelompok, kelompok ahli
kembali ke kelompok asal dan menjelaskan dari hasil yang didapat dari diskusi
tim ahli.



4.   Kuis dilakukan mencakup semua
topik permasalahan yang dibicarakan tadi.



5.   Perhitungan sekor kelompok dan
menetukan penghargaan kelompok.



Sedangkan menurut Stepen, Sikes
and Snapp (1978 ) yang dikutip Rusman (2008), mengemukakan langkah-langkah
kooperatif model jigsaw sebagai berikut:



1.   Siswa dikelompokan sebanyak 1
sampai dengan 5 orang sisiwa.



2.   Tiap orang dalam team diberi
bagian materi berbeda



3.   Tiap orang dalam team diberi
bagian materi yang ditugaskan



4.  Anggota dari team yang berbeda
yang telah mempelajari bagian sub bagian yang sama bertemu dalam kelompok
baru (kelompok ahli) untuk mendiskusiksn sub bab mereka.



5.   Setelah selesai diskusi sebagai
tem ahli tiap anggota kembali kedalam kelompok asli dan bergantian mengajar
teman satu tem mereka tentang subbab yang mereka kusai dan tiap anggota lainnya
mendengarkan dengan seksama,



6.    Tiap tem ahli mempresentasikan
hasil diskusi



7.    Guru memberi evaluasi



8.    Penutup


Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/516/model-pembelajaran-jigsaw.html