Politeknik TNI-AD
Rubrik : Artikel
INDERAJA ( Pengindraan Jauh )
2014-01-21 13:50:09 - by : Sanjaya


INDERAJA ( Penginderaan Jauh )



Oleh : Departemen Optik dan Hidrolik


( Mayor Arh Desy Derius Minggu., S.T., M.T )


 


1.         Pendahuluan.



Pernahkah
anda menggunakan fasilitas google earth? bagaimana software tersebut bisa
menampilkan foto udara permukaan bumi?Itulah hasil dari penginderaan jauh
(inderaja). Inderaja merupakan suatu seni teknik merekam objek di permukaan
bumi dengan menggunakan sensor dan tanpa kontak langsung dengan objek tersebut



Penginderaan
jauh
(atau disingkat inderaja) adalah pengukuran atau akuisisi data dari
sebuah objek atau fenomena oleh sebuah alat yang tidak secara fisik melakukan
kontak dengan objek tersebut atau pengukuran atau akuisisi data dari sebuah
objek atau fenomena oleh sebuah alat dari jarak jauh, (misalnya dari pesawat, pesawat luar angkasa, satelit, kapal atau alat lain. Contoh dari penginderaan jauh antara lain satelit pengamatan
bumi, satelit cuaca,
memonitor janin dengan ultrasonik dan wahana luar angkasa yang memantau planet dari orbit. Inderaja berasal dari bahasa
Inggris
remote sensing, bahasa
Perancis
télédétection, bahasa
Jerman
fernerkundung, bahasa
Portugis
sensoriamento remota, bahasa
Spanyol
percepcion remote dan bahasa
Rusia
distangtionaya. Di masa modern, istilah
penginderaan jauh mengacu kepada teknik yang melibatkan instrumen di pesawat
atau pesawat luar angkasa dan dibedakan dengan penginderaan lainnya seperti penginderaan medis atau fotogrametri. Walaupun semua hal yang
berhubungan dengan astronomi sebenarnya adalah penerapan
dari penginderaan jauh (faktanya merupakan penginderaan jauh yang intensif),
istilah "penginderaan jauh" umumnya lebih kepada yang berhubungan
dengan teresterial dan pengamatan cuaca.



2.         Penginderaan
Jauh Menurut Para Ahli.



American Society of Photogrammetry 



Penginderaan jauh merupakan pengukuran atau perolehan
informasi dari beberapa sifat objek atau fenomena, dengan menggunakan alat
perekam yang secara fisik tidak terjadi kontak langsung dengan objek atau
fenomena yang dikaji.



Avery 



Penginderaan jauh merupakan upaya untuk memperoleh,
menunjukkan (mengidentifikasi) dan menganalisis objek dengan sensor pada posisi
pengamatan daerah kajian.



Campbell 



Penginderaan jauh adalah ilmu untuk mendapatkan informasi
mengenai permukaan bumi seperti lahan dan air dari citra yang diperoleh dari
jarak jauh.



 






Colwell 



Penginderaaan Jauh yaitu suatu pengukuran atau perolehan
data pada objek di permukaan bumi dari satelit atau instrumen lain di atas atau
jauh dari objek yang diindera.



Curran 



Penginderaan Jauh yaitu penggunaan sensor radiasi
elektromagnetik untuk merekam gambar lingkungan bumi yang dapat
diinterpretasikan sehingga menghasilkan informasi yang berguna.



Lillesand dan Kiefer  



Penginderaan Jauh adalah ilmu dan seni untuk memperoleh
informasi tentang obyek, wilayah, atau gejala dengan cara menganalisis data
yang diperoleh dengan menggunakan alat tanpa kontak langsung terhadap obyek,
wilayah, atau gejala yang dikaji.



Lindgren 



Penginderaan jauh yaitu berbagai teknik yang dikembangkan
untuk perolehan dan analisis informasi tentang bumi.



Welson Dan Bufon 



Penginderaan jauh adalah sebagai suatu ilmu, seni dan teknik
untuk memperoleh objek, area dan gejala dengan menggunakan alat dan tanpa
kontak langsung dengan objek, area dan gejala tersebut.






3.         Komponen-Komponen Penginderaan Jauh.



Proses inderaja setidaknya
memerlukan beberapa komponen berikut yaitu:



1. Sumber tenaga



Proses inderaja memerlukan sumber
tenaga/energi dalam hal ini cahaya untuk memantulkan objek ke sensor dalam hal
ini matahari. Inderaja yang menggunakan matahari sebagai energinya dinamakan
inderaja pasif sedangkan yang menggunakan energi buatan dinamakan inderaja
aktif.



Sumber tenaga dalam proses inderaja
terdiri atas :




  • Sistem pasif adalah sistem yang menggunakan sinar
    matahari

  • Sistem aktif adalah sistem yang menggunakan tenaga
    buatan seperti gelombang mikro



Jumlah tenaga yang diterima oleh
obyek di setiap tempat berbeda-beda, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor,
antara lain :



a.         Waktu
penyinaran



Jumlah energi yang diterima oleh
objek pada saat matahari tegak lurus (siang hari) lebih besar daripada saat
posisi miring (sore hari). Makin banyak energi yang diterima objek, makin cerah
warna obyek tersebut.



b.         Bentuk
permukaan bumi



Permukaan bumi yang bertopografi
halus dan memiliki warna cerah pada permukaannya lebih banyak memantulkan sinar
matahari dibandingkan permukaan yang bertopografi kasar dan berwarna gelap.
Sehingga daerah bertopografi halus dan cerah terlihat lebih terang dan jelas.



c.         Keadaan
cuaca



Kondisi cuaca pada saat pemotretan
mempengaruhi kemampuan sumber tenaga dalam memancarkan dan memantulkan.
Misalnya kondisi udara yang berkabut menyebabkan hasil inderaja menjadi tidak
begitu jelas atau bahkan tidak terlihat.






2. Atmosfer



Atmosfer merupakan media perambat
yang didalmnya terdapat zat-zat yang membantu proses perekaman. Atmosfer
membantu melewatkan, menyebarkan dan merambatkan gelombang elektromagnetik.
Kondisi atmosfer sangat memengaruhi terhadap pancaran energi yang masuk ke
permukaan bumi.



Lapisan
udara yang terdiri atas berbagai jenis gas, seperti O2, CO2, nitrogen, hidrogen
dan helium. Molekul-molekul gas yang terdapat di dalam atmosfer tersebut dapat
menyerap, memantulkan dan melewatkan radiasi elektromagnetik.



Di
dalam inderaja terdapat istilah Jendela Atmosfer, yaitu bagian
spektrum elektromagnetik yang dapat mencapai bumi. Keadaan di atmosfer dapat
menjadi penghalang pancaran sumber tenaga yang mencapai ke permukaan bumi.
Kondisi cuaca yang berawan menyebabkan sumber tenaga tidak dapat mencapai
permukaan bumi.






3. Sensor



Sensor adalah alat perekam objek
yang berupa kamera foto maupun sensor gelombang elektromagnetik. Tiap sensor
memiliki karakteristik masing-masing, ada yang memancarkan sinar tampak dan ada
yang memancarkan sinar lainnya seperti infrared dan sinar gamma. Sensor kamera
foto biasanya ditempatkan di pesawat sedangkan sensor elektromagnetik dipasang
dalam satelit.



Sensor adalah
sesuatu yang digunakan untuk mendeteksi adanya perubahan lingkungan fisik atau
kimia. Variabel keluaran dari sensor yang diubah menjadi besaran listrik
disebut Transduser.



Pada saat ini,
sensor tersebut telah dibuat dengan ukuran sangat kecil dengan orde nanometer.
Ukuran yang sangat kecil ini sangat memudahkan pemakaian dan menghemat energi.



Sensor merupakan alat pemantau yang
dipasang pada wahana, baik pesawat maupun satelit. Sensor dapat dibedakan
menjadi dua :




  1. Sensor fotografik, merekam obyek melalui proses
    kimiawi. Sensor ini menghasilkan foto. Sensor yang dipasang pada pesawat
    menghasilkan citra foto (foto udara), sensor yang dipasang pada satelit
    menghasilkan citra satelit (foto satelit)

  2. Sensor elektronik, bekerja secara elektrik dalam bentuk
    sinyal. Sinyal elektrik ini direkam dalam pada pita magnetik yang kemudian
    dapat diproses menjadi data visual atau data digital dengan menggunakan
    komputer. Kemudian lebih dikenal dengan sebutan citra.



Wahana



Adalah kendaraan/media yang
digunakan untuk membawa sensor guna mendapatkan inderaja. Berdasarkan ketinggian
peredaran dan tempat pemantauannya di angkasa, wahana dapat dibedakan menjadi
tiga kelompok:




  1. Pesawat terbang rendah sampai menengah yang ketinggian
    peredarannya antara 1.000 - 9.000 meter di atas permukaan bumi

  2. Pesawat terbang tinggi, yaitu pesawat yang ketinggian
    peredarannya lebih dari 18.000 meter di atas permukaan bumi

  3. Satelit, wahana yang peredarannya antara 400 km - 900
    km diluar atmosfer bumi.






4. Citra



Citra merupakan hasil rekaman
inderaja dalam bentuk foto udara atau citra satelit. Foto udara menghasilkan
gambar seperti foto kamera berwarna maupun hitam putih. Citra hasil rekaman
gelombang mikro berbentuk data digital. Citra diolah dengan menggunakan
software tertentu.



5. Pengguna



Hasil inderaja tentunya akan
digunakan oleh berbagai kalangan tertentu untuk berbagai kepentingan. Citra
inderaja digunakan oleh lembaga-lembaga tertentu untuk menganalisis suatu
kenampakan tertentu yang nantinya dijadikan dasar penentuan kebijakan
pembangunan atau lainnya.



 



4.         Interaksi
antara tenaga dan objek



Interaksi antara tenaga dan obyek
dapat dilihat dari rona yang dihasilkan oleh foto udara. Tiap-tiap obyek
memiliki karakterisitik yang berbeda dalam memantulkan atau memancarkan tenaga
ke sensor.




  • Objek yang mempunyai daya pantul tinggi akan terilhat
    cerah pada citra, sedangkan obyek yang daya pantulnya rendah akan terlihat
    gelap pada citra. Contoh: Permukaan puncak gunung yang tertutup oleh salju
    mempunyai daya pantul tinggi yang terlihat lebih cerah, daripada permukaan
    puncak gunung yang tertutup oleh lahar dingin.






Perolehan Data



Data yang diperoleh dari inderaja ada
2 jenis :




  • Data manual,
    didapatkan melalui kegiatan interpretasi citra. Guna melakukan
    interpretasi citra secara manual diperlukan alat bantu bernama stereoskop. Stereoskop
    dapat digunakan untuk melihat objek dalam bentuk tiga dimensi.

  • Data numerik
    (digital), diperoleh melalui penggunaan software khusus penginderaan jauh
    yang diterapkan pada komputer.





Pengguna Data



Pengguna data merupakan komponen akhir
yang penting dalam sistem inderaja, yaitu orang atau lembaga yang memanfaatkan
hasil inderaja. Jika tidak ada pengguna, maka data inderaja tidak ada
manfaatnya. Salah satu lembaga yang menggunakan data inderaja misalnya adalah:




  • Bidang militer

  • Bidang
    kependudukan

  • Bidang pemetaan

  • Bidang
    meteorologi dan klimatologi



Teknik
pengumpulan data



Data dapat dikumpulkan dengan berbagai
macam peralatan tergantung kepada objek atau fenomena yang sedang diamati.
Umumnya teknik-teknik penginderaan jauh memanfaatkan radiasi
elektromagnetik
yang
dipancarkan atau dipantulkan oleh objek yang diamati dalam frekuensi tertentu
seperti inframerah, cahaya tampak, gelombang mikro, dsb. Hal ini memungkinkan karena
faktanya objek yang diamati (tumbuhan, rumah, permukaan air, udara dll)
memancarkan atau memantulkan radiasi dalam panjang gelombang dan intensitas yang berbeda-beda.
Metode penginderaan jauh lainnya antara lain yaitu melalui gelombang suara, gravitasi atau medan magnet.



 



5.         Keunggulan, Keterbatasan dan Kelemahan Penginderaan
Jauh



Keunggulan Inderaja



Menurut Sutanto (1994:18-23),
penggunaan penginderaan jauh baik diukur dari jumlah bidang penggunaannya
maupun dari frekuensi penggunaannya pada tiap bidang mengalami pengingkatan
dengan pesat. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain :




  • Citra
    menggambarkan obyek, daerah, dan gejala di permukaan bumi dengan; wujud
    dan letak obyek yang mirip ujud dan letak di permukaan bumi, relatif
    lengkap, meliputi daerah yang luas, serta bersifat permanen.

  • Dari jenis citra
    tertentu dapat ditimbulkan gambaran tiga dimensional apabila pengamatannya
    dilakukan dengan alat yang disebut stereoskop.

  • Karaktersitik
    obyek yang tidak tampak dapat diwujudkan dalam bentukcitra sehingga
    dimungkinkan pengenalan obyeknya.

  • Citra dapat
    dibuat secara cepat meskipun untuk daerah yang sulit dijelajahi secara
    terestrial.

  • Merupakan
    satu-satunya cara untuk pemetaan daerah bencana.

  • Citra sering
    dibuat dengan periode ulang yang pendek.



Keterbatasan Inderaja



Berupa ketersediaan citra SLAR yang
belum sebanyak ketersediaan citra lainnya. Dari citra yang ada juga belum
banyak diketahui serta dimanfaatkan (Lillesand dan Kiefer, 1979).
Di samping itu jugaharganya yang relative mahal dari pengadaan citra lainnya
(Curran, 1985).



Kelemahan Inderaja



Walaupun mempunyai banyak kelebihan,
penginderaan jauh juga memiliki kelemahan antara lain sebagai berikut




  • Orang yang
    menggunakan harus memiliki keahlian khusus;

  • Peralatan yang
    digunakan mahal;

  • Sulit untuk
    memperoleh citra foto ataupun citra nonfoto.



 



6.         Manfaat Penginderaan Jauh



Bidang Kelautan (Seasat, MOS)




  • Pengamatan sifat
    fisis air laut.

  • Pengamatan
    pasang surut air laut dan gelombang laut.

  • Pemetaan
    perubahan pantai, abrasi, sedimentasi, dan lain-lain.



Bidang hidrologi (Landsat, SPOT)




  • Pemanfaatan
    daerah aliran sungai (DAS) dan konservasi sungai.

  • Pemetaan sungai
    dan studi sedimentasi sungai.

  • Pemanfaatan luas
    daerah dan intensitas banjir.



Bidang geologi




  • Menentukan
    struktur geologi dan macamnya.

  • Pemantauan
    daerah bencana (gempa, kebakaran) dan pemantauan debu vulkanik.

  • Pemantauan
    distribusi sumber daya alam.

  • Pemantauan
    pencemaran laut dan lapisan minyak di laut.

  • Pemanfaatan di
    bidang pertahanan dan militer.

  • Pemantauan
    permukaan, di samping pemotretan dengan pesawat terbang dan aplikasisistem
    informasi geografi (SIG).



Bidang meteorologi dan klimatologi (NOAA)




  • Membantu
    analisis cuaca dengan menentukan daerah tekanan rendah dan daerah
    bertekanan tinggi, daerah hujan, dan badai siklon.

  • Mengetahui
    sistem atau pola angin permukaan.

  • Permodelan
    meteorologi dan data klimatologi.

  • Untuk pengamatan
    iklim suatu daerah melalui pengamatan tingkat kewarnaan dan kandungan air
    di udara.



Bidang oseanografi




  • Pengamatan sifat
    fisis air seperti suhu, warna, kadar garam dan arus laut.

  • Pengamatan
    pasang srut dengan gelombang laut (tinggi, frekuensi, arah).

  • Mencari
    distribusi suhu permukaan.

  • Studi perubahan
    pasir pantai akibat erosi dan sedimentasi






 






Daftar Pustaka





  • Lillesland,
    Thomas. M dan Ralph W. Kiefer. 2007. Penginderaan Jauh dan Interpretasi
    Citra. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press.


  • Sutanto. 1979.
    Pengetahuan Dasar Interpretasi Citra. Yogyakarta : Gadjah Mada
    University Press.


 



 

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/515/inderaja-pengindraan-jauh.html