Politeknik TNI-AD
Rubrik : Sain dan Teknologi
SEJARAH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PERSENJATAAN
2011-07-06 08:16:17 - by : kusnadi

SEJARAH PERKEMBANGAN


TEKNOLOGI PERSENJATAAN


 


Teknologi persenjataan selalu mengalami perkembangan
dari waktu ke waktu. Teknologi persenjataan yang dikembangka
n oleh
Negara
-negara maju antara lain: senjata darat, udara, senjata nuklir, senjata
laser, dan senjata biologi.


Tahun 1912, bom berbentuk granat tangan yang
seder
hana. Bom berkembang menjadi senjata yang dijatuhkan dari pesawat. Bom
kemudian berkembang menjad
i rudal yang merupakan elemen kunci dalam pertahanan
strategis Negara-negara besar, seperti USA, Rusia, Inggris, Perancis, dan Cina.


Rudal sebagai wahana pelontaran hulu ledak bias nuklir
atau senjata pemusnah massal lainnya dalam hal ini kimia dan biologi
dikembangkan melalui teknologi peroketan.


Dunia mengenal Robert Goddard (USA), Konstantin
Tsiolkovsky
(Rusia) dan Wernher von Braun (Jerman) yang dikenal
sebagai bapak peroketan.


Roket-roket Hitler pada masa PD II, seperti V-2 pernah
mengancam London, Inggris.


Tahun 1957, Rusia berhasil meluncurkan Sputnik.
Sementara itu dengan didukung oleh von Braun, USA mengembangkan Roket Saturnus
V yang membawa astronotnya ke bulan.


Kini teknologi peroketan untuk membuat rudal sudah
meluas, selain Negara-negara diatas Iran, Korea Utara, dan Irak juga memiliki
teknologi peroketan. Arab Saudi juga memiliki rudal balistik jarak sedang yang
dibeli dari CIna. USA bersama sekutunya menerapkan Missile Technology
Control Regime
(Badan pengawasan teknologi rudal).


Perang rupanya mendorong para teknokrat menjadi
kreatif untuk menciptakan  senjata perang. Igor Sikorsky ialah
orang pertama kali mengembangkan helicopter untuk kepentingan militer.


Sejak tahun 1967, AS dan Rusia bersaing mengembangkan
konsep pesawat tempur modern bermesin jet supersonic jarak jauh antar benua.


Pada tanggal 2 Agustus 1939, Albert Einstein menulis surat kepada presiden Franklin Roosevelt. Dalam surat tersebut
diberitahukan bahwa NAZI-Jerman sedang giat memurnikan uranium dan kemungkinan
bahan tersebut dipersiapkan untuk pembuatan bom atom dengan kekuatan besar.
Tidak lama kemudian pemerintah AS menggelar suatu proyek rahasia yang disebut Proyek
Manhattan
.


Senjata lain yang berbahaya adalah senjata biologi
yang dapat menyebabkan jatuhnya ribuan korban hanya dengan menggunakan sedikit
material.


Senjata biologi dapat dikembangkan dengan
mempergunakan organisme-organisme hidup (bekteri dan virus) atau toksin (racun)
yang diperoleh dari organisme-organisme.


Program senjata biologi juga lebih mudah disamarkan
dalam bentuk fasilitas produksi dan penelitian biasa daripada melalui fasilitas
nuklir atau kimia. Bagian paling sulit untuk menyembunyikan program senjata
biologi adalah proses akhirnya, yaitu ketika organisme atau zat toksin
diletakkan di hulu ledak misil, bom, senjata artileri, atau tangki penyemprot
aerial.


Kesepakatan Persenjataan Biologi (KPB) yang
diperlakukan pada tahun 1975, melarang penelitian, pengembangan, produksi,
penimbunan, atau pengambilalihan senjata biologi dan toksin. Kesepakatan
tersebut mel
arang system pengangkutan yang dirancang untuk mengangkut
jenis-jenis senjata tersebut. Aturan tersebut berasal dari aturan perang kuno
yang melarang penggunaan senjata ataupun substansi "beracun" dalam konflik
bersenjata yang pertama kali dimodifikasi dalam Kesepakatan Den Haag pada tahun
1899 dan 1907.


 


 

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/51/sejarah-perkembangan-teknologi-persenjataan.html