Politeknik TNI-AD
Rubrik : Sain dan Teknologi
T 34 MONSTER DARI TIMUR
2013-08-30 07:46:13 - by : kusnadi

T 34 Monster Dari Timur





T 34 Dengan Meriam 76mm
Tidak dapat dipungkiri, bahwa pelopor dari gerak pasukan mobile dan
lapis baja dengan mengutamakan kedinamisan, gerak cepat dan fire power
adalah Jerman dengan Jendral Heinz Guderian, akan tetapi, seiring
berjalannya waktu, ketangguhan dan superioritas divisi-divisi panzer
Jerman mulai tersaingi, bukan oleh kualitas saingannya, namun karena
kuantitasnya.
Serangan Jerman terhadap Uni Soviet di pertengahan tahun 1941
seolah-olah tak terhentikan. Gerak maju divisi-divisi Jerman yang
dipadukan dengan gerak tentara lapis bajanya sungguh mencengangkan
dunia. Bahkan dengan pertahanan yang didukung lebih dari 20.000 tank
lapis bajanya, Soviet tidak mampu berbuat banyak. Itu karena kualitas
dan kemampuan tempur dari tank-tank Soviet yang tidak baik. Serta
kualitasnya yang dibuat dengan cara seadanya. Membuat tank yang
berjumlah ribuan tersebut terbantai sia-sia di medan pertempuran.

T 34 adalah Jawaban dari Soviet atas serangan invasi Jerman yang membabi
buta dengan divisi-divisi panzernya. Tidak seperti tank-tank Jerman
yang mengutamakan keamanan, daya serang dan kekuatan. T 34 merusak semua
gaya ortodoks Jerman dengan meninggalkan prinsip-prinsip itu. T 34
dibuat terutama untuk memenuhi kebutuhan tank Soviet yang mendesak,
karena dari hari ke hari, keadaan front mereka semakin memburuk. T -34
dibuat untuk melakukan manuver tinggi dan mampu bertempur baik sebagai
infantry support maupun sebagai battle tank.  
Pada awal tahun 1942, di utara, Wehrmacht semakin mendesak Tentara Merah
untuk memperketat pertahanan mereka di sekitar Leningrad ‘St.
Petersburg sekarang', di tengah, Moskow hampir tertembus pertahannya,
sedangkan di selatan, pengepungan Stalingrad hampir menemui titik akhir.
Situasi inilah yang menyebabkan produksi tank diutamakan dan ternyata
strategi itu tepat.
Produksi tank Rusia yang semenjak tahun 1941 dipindahkan ke pedalaman
siberia yang aman dari pengeboman Luftwaffe tidaklah kecil, mereka mampu
rata-rata memproduksi 600 hingga 700 tank dan kendaraan lapis baja lain
per bulan, dan jumlah ini membengkak dua kali lipatnya di tahun 1943.
Sebagian besar adalah produksi tank jenis baru ini. Total, seluruh T 34
yang berhasil dibuat selama perang mencapai angka lebih dari 33.000
unit. Jumlah produksi tersebut terus tinggi bahkan setelah perang
berakhir. Membuat T 34 dinobatkan sebagai varian tank terbanyak yang
pernah diproduksi di dunia. Total produksinya mencapai lebih dari
seratus ribu unit.
Besarnya jumlah produksi T 34 ini segera membalik keadaan, adalah
Jendral Georgy Zhukov yang secara cerdik mereorganisasi kekuatan lapis
baja Rusia sehingga mampu membentuk suatu mesing giling raksasa. Barisan
divisi-divisi lapis baja ini menghancurkan pengepungan kota Moskow, di
selatan, pengepungan terhadap kota Stalingrad juga menemui ajalnya.
Bahkan Jerman harus menderita kerugian besar di Stalingrad dengan
tertawannya 100 ribu lebih prajurit dan 24 Jendral termasuk Jendral Von
Paulus.



T 34 Dalam Pertempuran Kursk
T 34 terus memainkan peranan pentingnya selama perang berlangsung. Dalam
pertempuran Kursk (Battle of Kursk) yang sering disebut sebagai
pertempuran tank terbesar sepanjang sejarah dimana lebih dari 2000 tank
Jerman berhadapan langsung dengan lebih dari 3000 tank Uni Soviet,
lagi-lagi T 34 yang menentukan kemenangan. Meskipun banyak sekali yang
hancur, namun tingkat produksi yang tinggi dari T 34 benar-benar membuat
Jerman kewalahan. Offensif yang awalnya menggembirakan bagi kubu Jerman
berakhir dengan tragis. Setelah pertempuran Kursk, Jerman harus mundur
secara teratur ke tanah airnya sendiri.
T 34 juga menjadi tank asing pertama yang memasuki kota Berlin di tahun
1945. Tank ini pula yang mendapat kehormatan pada parade kemenangan Uni
Soviet terhadap Jerman pada 1 Mei 1945, bersamaan dengan hari buruh
internasional. T 34 walaupun secara teknologi dan kemampuan perang jauh
dari tank Jerman seperti Tank Tiger, namun tidak dapat dipungkiri bahwa T
34 merupakan Monster yang datang Dari Timur.


Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/491/t-34-monster-dari-timur.html