Politeknik TNI-AD
Rubrik : Sain dan Teknologi
MENGENAL GIS
2013-08-28 09:44:16 - by : kusnadi

MENGENAL GIS


 


Apa Itu GIS ?


GIS (Geographical Information System) atau dikenal pula dengan SIG (Sistem Informasi Geografis)merupakan sistem infomasi berbasis komputer yangmenggabungkan antara unsur peta (geografis) daninformasinya tentang peta tersebut (data atribut) yang dirancang untuk mendapatkan, mengolah, memanipulasi,analisa, memperagakan dan menampilkan data spatial untuk menyelesaikan perencanaan,mengolah dan meneliti permasalahan. Dengan definisi ini , maka terlihat bahwa aplikasi SIG dilapangan cukup luas terutama bagi bidang yang memerlukan adanya suatu sistem informasi tidak hanya menyimpan, menampilkan, danmenganalisa data atribut saja tetapi juga unsur geografisnya seperti PT. Telkom, Pertamina, DepartemenKelautan, Kehutanan, Bakosurtanal, Marketing, Perbankan, Perpajakan, dan yang lainnya.
A. Komponen GIS
Komponen kunci dalam GIS adalah sistem komputer, data geospatial (data atribut) dan pengguna ,yang dapat digambarkan sebagai berikut :
SistemKomputer
Hardware dan software untukpemasukkan,penyimpanan,pengolahan, analiasis data.
DataGeospati
alPengguna
berupa peta, foto udara, citrasatelit, data statistik, dll .


Komponen kunci SIG
Sistem komputer GIS
terdiri dari perangkat keras (hardware), perangkat lunak (software) dan prosedur untuk penyusunan pemasukkan data, pengolahan, analisis, pemodelan (modelling), dan penayangandata geospatial.


Geographic Informational System (GIS) atau Sistem Informasi
Geografis merupakan aplikasi yang memiliki banyak kegunaan. Tanpa
disadari, banyak aktivitas pemerintahan yang akan sangat terbantu
apabila aplikasi GIS diimplementasikan dengan baik.



Manfaat Penting Dari GIS




Manfaat pertama, adalah Inventarisasi Sumber Daya Alam.
Melalui penerapan GIS, dapat diidentifikasi tentang potensi-potensi alam
yang tersebar di suatu wilayah. Identifikasi ini akan memudahkan dalam
pengelolaan sumber alam untuk kepentingan orang banyak.






Manfaat kedua, Disaster Management. Artinya, aplikasi GIS
dapat digunakan untuk melakukan pengelolaan rehabilitasi pasca bencana.
Misalnya, saat bencana tsunami menerjang Aceh dan Nias, Badan
Rehabilitasi - Rekonstruksi Aceh - Nias (BRR Aceh-Nias) menggunakan GIS
untuk memetakan kondisi terkini dan menentukan prioritas pembangunan di
lokasi yang paling parah kerusakannya.






Manfaat berikutnya adalah untuk Penataan Ruang &Pembangunan
sarana-prasarana. Manfaat teknologi GIS yang ketiga ini dapat berbentuk
banyak hal. Mulai dari untuk analisis dampak lingkungan, daerah serapan
air, kondisi tata ruang kota, dan masih banyak lagi. Penataan ruang
menggunakan GIS akan menghindarkan terjadinya banjir, kemacetan,
infrastruktur dan transportasi, hingga pembangunan perumahan dan
perkantoran.






Keempat, Investasi Bisnis dan Ekonomi juga merupakan manfaat
yang bisa didapatkan dari aplikasi GIS. Dengan adanya peta informasi
daerah, dapat ditentukan arah pembangunan. Dan para investor pun bisa
menentukan strategi investasinya berdasarkan kondisi geografis yang ada,
kondisi penduduk dan persebarannya, hingga peta infrastruktur dan
aksesibilitas.






Selain itu, manfaat GIS juga bisa digunakan untuk sektor
Pertahanan & Komunikasi. Peta data spasial dapat berguna bagi
pemerintah untuk mengidentifikasi batas-batas perairan dan daratan. Dari
segi komunikasi, GIS bisa berguna untuk mengidentifikasi dan menentukan
persebaran coverage menara transmitter atau BTS.







Terakhir, GIS bisa digunakan untuk Games, Entertainment
dan Edutainment. Di negara-negara maju, aplikasi ini dimanfaatkan untuk
membuat permainan interaktif seperti SIMCity. Juga
untuk fungsi hiburan layaknya yang dilakukan di film-film Hollywood.
Pemerintah sendiri bisa ambil bagian dalam mengembangkan aplikasi GIS
untuk fungsi pendidikan, seperti Globe, Atlas, dan peta interaktif
lainnya.






TAHAPAN KERJA SIG



Tahapan kerja SIG meliputi tiga hal utama, yaitu masukan (input), proses, dan keluaran (output).




1. Data Masukan (Input Data)



Tahapan kerja SIG yang pertama adalah data masukan, yaitu
suatu tahapan pada SIG yang dapat digunakan untuk memasukkan dan
mengubah data asli ke dalam bentuk yang dapat diterima oleh komputer.
Data-data yang masuk tersebut membentuk database (data dasar) di dalam
komputer yang dapat disimpan dan dipanggil kembali untuk dipergunakan
atau untuk pengolahan selanjutnya. Tahapan kerja masukan data meliputi
pengumpulan data dari berbagai sumber data dan proses pemasukan data.



a. Sumber Data



Data dasar yang dimasukkan dalam SIG diperoleh dari empat
sumber, yaitu data lapangan (teristris), data peta, data pengindraan
jauh, dan data statistik.



1) Data pengindraan jauh (remote sensing) adalah data dalam bentuk citra dan foto udara atau nonfoto.



Citra adalah gambar permukaan bumi yang diambil melalui
satelit. Foto udara adalah gambar permukaan bumi yang diambil melalui
pesawat udara. Informasi yang terekam pada citra penginderaan jauh yang
berupa foto udara atau diinterpretasi (ditafsirkan) terlebihi dahulu
sebelum diubah ke dalam bentuk digital. Adapun citra yang diperoleh dari
satelit yang sudah dalam bentuk digital langsung digunakan setelah
diadakan koreksi seperlunya.



2) Data lapangan (teristris), yaitu data yang diperoleh
secara langsung melalui hasil pengamatan di lapangan karena data ini
tidak terekam dengan alat penginderaan jauh. Misalnya, batas
administrasi, kepadatan penduduk, curah hujan, pH tanah, kemiringan
lereng, suhu udara, kecepatan angin, dan gejala gunungapi.



3) Data peta (map), yaitu data yang telah terekam pada
kertas atau film. Misalnya, peta geologi atau peta jenis tanah yang akan
digunakan sebagai masukan dalam SIG, kemudian dikonversikan (diubah) ke
dalam bentuk digital.



4) Data statistik (statistic), yaitu data hasil catatan
statistik dalam bentuk tabel, laporan, survei lapangan, dan sensus
penduduk. Data statistik diperoleh dari lembaga swasta atau instansi
resmi peme rintah, seperti Biro Pusat Statistik (BPS). Data statistik
merupakan data sekunder, yaitu data yang telah mengalami pengolahan
lebih lanjut.



b. Proses Pemasukan Data




Proses pemasukan data ke dalam SIG diawali dengan
mengumpulkan dan menyiapkan data spasial maupun data atribut dari
berbagai sumber data, baik yang bersumber dari data lapangan, peta,
penginderaan jauh, maupun data statistik.



Bentuk data yang akan dimasukkan dapat berupa tabel,
peta, catatan statistik, laporan, citra satelit, foto udara, dan hasil
survei atau pengukuran lapa ngan. Data tersebut diubah terlebih dahulu
menjadi format data digital sehingga dapat diterima sebagai masukan data
yang akan disimpan ke dalam SIG. Data yang masuk ke dalam SIG dinamakan
database (data dasar atau basis data).




Dari digitasi peta dihasilkan layer peta tematik. Layer
peta tematik adalah peta yang digambar pada sesuatu yang bersifat tembus
pandang, seperti plastik transparan.



Berbagai fenomena di permukaan bumi dapat dipetakan ke
dalam beberapa layer peta tematik, dengan setiap layernya merupakan
representasi kumpulan benda (feature) yang memiliki kesamaan. Misalnya,
layer jalan, kemiringan lereng, daerah aliran sungai, tata guna lahan,
dan jenis tanah. Layer-layer ini kemudian disatukan dan disesuaikan
urutan maupun skalanya. Kemampuan ini memungkinkan seseorang untuk
mencari di mana letak suatu daerah, objek, atau hal lainnya di permukaan
bumi. Fungsi ini dapat digunakan, seperti untuk mencari lokasi rumah,
mencari rute jalan, dan mencari tempat-tempat penting yang ada di peta.
Pengguna SIG dapat pula melihat pola-pola yang mungkin akan muncul
dengan melihat penyebaran letak feature, seperti sekolah, sungai,
jembatan, dan daerah pertambangan.




Teknik pemasukan data ke dalam SIG dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut.



1) Digitasi data-data spasial, seperti peta dengan menggunakan digitizer.



2) Scaning data-data spasial dan atribut dengan menggunakan scanner.



3) Modifikasi data terutama data atribut.



4) Mentransfer data-data digital, seperti citra satelit secara langsung.



2. Manipulasi dan Analisis Data



Tahapan manipulasi dan analisis data adalah tahapan dalam
SIG yang berfungsi menyimpan, menimbun, menarik kembali, memanipulasi,
dan menganalisis data yang telah tersimpan dalam komputer. Beberapa
macam analisis data, antara lain sebagai berikut.



a) Analisis lebar, yaitu analisis yang dapat menghasilkan
gambaran daerah tepian sungai dengan lebar tertentu. Kegunaannya antara
lain untuk perencanaan pembangunan jembatan dan bendungan, seperti
bendungan Jatiluhur, Saguling, dan Cirata yang mem bendung Citarum.



b) Analisis penjumlahan aritmatika, yaitu analisis yang
dapat menghasilkan peta dengan klasifikasi baru. Kegunaannya antara lain
untuk perencanaan wilayah, seperti wilayah permukiman, industri,
konservasi, dan pertanian.



c) Analisis garis dan bidang, yaitu analisis yang
digunakan untuk menentukan wilayah dalam radius tertentu. Kegunaannya
antara lain untuk menentukan daerah rawan bencana, seperti daerah rawan
banjir, daerah rawan gempa, dan daerah rawan gunungapi.



3. Keluaran Data




Tahapan keluaran data, yaitu tahapan dalam SIG yang
berfungsi menyajikan atau menampilkan hasil akhir dari proses SIG dalam
bentuk peta, grafik, tabel, laporan, dan bentuk informasi digital
lainnya yang diperlu kan untuk perencanaan, analisis, dan penentuan
kebijakan terhadap suatu objek geografis. Misalnya, untuk mendukung
pengambilan keputusan dalam perencanaan dan pengelolaan penggunaan lahan
(land use), sumber daya alam, lingkungan, transportasi, fasilitas kota,
dan pelayanan umum lainnya. Kemampuan inilah yang membedakan SIG dengan
sistem informasi lainnya yang membuatnya menjadi berguna untuk berbagai
kalangan dalam menjelaskan kejadian, merencanakan strategi, dan
memprediksi apa yang akan terjadi.



 

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/488/mengenal-gis.html