Politeknik TNI-AD
Rubrik : Artikel
Malaysia beli Panser Indonesia
2012-11-20 13:34:14 - by : Joko

(MPM) Malaysia Beli Panser Indonesia: Pindad Memang Bikin Bangga


Belakangan ini, Cina kian kokoh sebagai salah satu raksasa
ekonomi dunia. Perekonomian Cina yang tumbuh begitu pesat selama dua
dekade terakhir telah membuat banyak orang tercengang. Tidak heran,
kalau Cina kini menjadi tumpuan harapan dunia ditengah krisis hutang
yang tengah menghimpit sejumlah negara maju?AS, Eropa, dan Jepang.
Cina yang begitu powerfull ternyata tidak hanya perkesa dalam bidang
ekonomi, teknologi militer negeri komunis itu juga berkembang dengan
pesat. Baru-baru ini misalnya, Cina telah merampungkan pembuatan kapal
induk perdananya. Sungguh sebuah prestasi yang sangat mengesankan dari
negara yang dulu banyak belajar dari Indonesia itu?pada dekade 70 an
kita lebih maju dari Cina.
Keberhasilan Cina membuat kapal induk tentu membuat kita sedikit iri,
dan terbesit pertanyaan dalam hati " kapan kira-kira Indonesia juga bisa
membuat kapal induk?". Cina memang sudah lama menyalib kita, dan kini
negera Tirai Bambu tersebut telah meninggalkan kita terlalu jauh. Dan
sudah sepatutnya, kemajuan Cina saat ini menjadi pecut buat bangsa
Indonesia untuk menyongsong kemajuan di masa yang akan datang.
Meskipun, kita belum mampu membuat kapal induk?kalau dicoba-coba mungkin
bisa?seperti halnya Cina, kita harus tetap bangga dengan perkembangan
teknologi militer kita saat ini, yang kenyataannya memang masih ada
yang bisa dibanggakan. Anda mungkin akan bertanya, "terus, apakah yang
bisa dibanggakan dari teknologi militer kita, selain pesawat tempur
Sukhoi yang kita impor dari Rusia itu?". Jawabannya adalah Panser Anoa
buatan Pindad.

Ya, kita harus bangga dengan panser karya anak bangsa ini. Karena
baru-baru ini, pihak kementerian pertahanan dan perdana menteri Malaysia
sudah menyepakati pemesanan 32 unit panser Anoa buatan Pindad dengan
nilai pembelian mencapai 80 juta dollar Amerika. Sebagaimana yang
diungkapkan oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro kepada media, di
kawasan Widya Chandra, Jakarta, Senin malam (15/8/2011). Pembelian
yang dikakukan oleh Pemerintah Malaysia merupakan bukti kalau kualitas
teknologi militer kita diakui, meskipun hanya sekedar panser.
Sebenarnya, jauh sebelum Malaysia membeli panser Anao buatan Pindad.
Panser ini telah mendapat pengakuan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB). Buktinya, sekitar 13 unit panser ini telah digunakan untuk
menjaga perdamaian di Lebanon, Timur Tengah.
Mengenal teknologi Panser Anoa
Panser Anoa yang dibeli oleh pemerintah Malaysia adalah jenis APS-3
Anoa. Panser ini merupakan kendaraan militer lapis baja yang
dipergunakan untuk mengangkut personel atau dikenal dengan nama APC (Armoured personnel carrier/pengangkut personel lapis baja).

Panser Anoa buatan PT Pindad

ANOA APS-3 berbeda dengan pendahulunya (APS-1 dan APS-2) yang
dikembangkan dari truk komersial. "Anoa" menggunakan badan berdesain monocoque berlapis baja. Mesin APS-3 Anoa terdiri dari dua pilihan, yaitu Mercedes Benz atau Renault yang kedua-duanya berkapasitas 7.000 cc setara dengan 320 HP (horse power).
Sistem suspensi batang torsi baru dikembangkan untuk panser ini.Sopir
duduk disebelah kanan dan komandan duduk disebelah kiri dari
kendaraan.
Panser APS-3 Anoa terdiri dari tiga 3 jenis, yaitu:


  1. Pindad Anoa 4×4 : Kendaraan taktis (rantis) beroda 4 yang termasuk jenis ARMOURED PERSONNEL CARRIER.

  2. Pindad Anoa 6×6: Versi beroda 6 yang paling banyak diproduksi

  3. Pindad
    Anoa Canon: Panser ini merupakan proyek pengembangan panser Pindad
    ANOA 6×6. Sistem turet canon panser ini menggunakan CSE-90/MK-III
    buatan CMI Defense, Belgia. CSE-90 berkaliber 90mm ini juga dilengkapi
    dengan senapan mesin coaxial 7,62 mm. Untuk perangkat komunikasi
    menggunakan Intercom set VHF/FM dengan fasilitas anti-jamming dan
    berkemampuan hopping channel. Peralatan pertempuran lainnya adalah teropong malam (Night Vision Google), GPS, dan perangkat sensor senjata.

Itulah, sedikit gambaran mengenai teknologi yang digunakan oleh
Panser Anoa. Meskipun belum mampu membuat kapal induk seperti Cina,
kita ternyata juga bisa menghasilkan panser dengan teknologi yang cukup
membanggakan. Pindat memang bikin bangga.
Mengenal teknologi Panser Anoa
Panser Anoa yang dibeli oleh pemerintah Malaysia adalah jenis APS-3
Anoa. Panser ini merupakan kendaraan militer lapis baja yang
dipergunakan untuk mengangkut personel atau dikenal dengan nama APC (Armoured personnel carrier/pengangkut personel lapis baja).

Panser Anoa buatan PT Pindad

ANOA APS-3 berbeda dengan pendahulunya (APS-1 dan APS-2) yang
dikembangkan dari truk komersial. "Anoa" menggunakan badan berdesain monocoque berlapis baja. Mesin APS-3 Anoa terdiri dari dua pilihan, yaitu Mercedes Benz atau Renault yang kedua-duanya berkapasitas 7.000 cc setara dengan 320 HP (horse power).
Sistem suspensi batang torsi baru dikembangkan untuk panser ini.Sopir
duduk disebelah kanan dan komandan duduk disebelah kiri dari
kendaraan.
Panser APS-3 Anoa terdiri dari tiga 3 jenis, yaitu:


  1. Pindad Anoa 4×4 : Kendaraan taktis (rantis) beroda 4 yang termasuk jenis ARMOURED PERSONNEL CARRIER.

  2. Pindad Anoa 6×6: Versi beroda 6 yang paling banyak diproduksi

  3. Pindad
    Anoa Canon: Panser ini merupakan proyek pengembangan panser Pindad
    ANOA 6×6. Sistem turet canon panser ini menggunakan CSE-90/MK-III
    buatan CMI Defense, Belgia. CSE-90 berkaliber 90mm ini juga dilengkapi
    dengan senapan mesin coaxial 7,62 mm. Untuk perangkat komunikasi
    menggunakan Intercom set VHF/FM dengan fasilitas anti-jamming dan
    berkemampuan hopping channel. Peralatan pertempuran lainnya adalah teropong malam (Night Vision Google), GPS, dan perangkat sensor senjata.

Itulah, sedikit gambaran mengenai teknologi yang digunakan oleh
Panser Anoa. Meskipun belum mampu membuat kapal induk seperti Cina,
kita ternyata juga bisa menghasilkan panser dengan teknologi yang cukup
membanggakan. Pindat memang bikin bangga.
Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/412/malaysia-beli-panser-indonesia.html