Politeknik TNI-AD
Rubrik : Artikel
PENGEMBANGAN ROKET KE RUDAL
2012-10-17 09:00:54 - by : kusnadi

PENGEMBANGAN ROKET SEBAGAI DASAR PEMBUATAN RUDAL


uji coba roket R-Han 122 MM
uji coba roket R-Han 122 MM (Dokumentasi Kemenhan) (Dokumentasi Kemenhan)




VIVAnews -
Universitas Gadjah Mada (UGM), Kementerian Riset dan Teknologi
(Kemenristek) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan)
bekerja sama mengembangkan teknologi roket Indonesia. Kerjasama ini
bagian dari cita-cita beberapa tahun lalu untuk membuat produk roket
berhulu ledak yang merupakan basis teknologi rudal itu.

Rektor
UGM, Prof. Dr. Pratikno, mengatakan teknologi roket perlu dikembangkan
untuk meningkatkan kemandirian bangsa dalam bidang penyediaan
persenjataan pertahanan negara. Di samping itu, pengembangan juga
diperlukan untuk pemanfaatan roket bagi kesejahteraan masyarakat kendati
teknologi ini tidak bersentuhan langsung dengan kepentingan rakyat.

“Ketika
dokter dan guru tidak ada, orang akan protes. Tapi kalau tidak ada
roket, orang tidak akan protes karena roket tidak bersentuhan dengan
kehidupan sehari-hari. Kewajiban kita menempatkan sesuatu yang penting
menjadi penting dan mewacanakan hal yang penting itu menjadi komitmen
politik,” kata Pratikno, dalam keterangan yang diterima VIVAnews, Jumat 8 Juni 2012.

Manurut
Pratikno, pengembangan roket menjadi pilihan kebijakan strategis
kepentingan jangka panjang yang seharusnya menjadi perhatian negara.
“Pengembangan roket butuh investasi yang sangat besar dengan hasil yang
penuh risiko dengan manfaat yang abstrak dan jangka panjang. UGM siap
kerja sama terhadap hal yang penting dan strategis ini,” katanya.

UGM
bersama Kemristek dan Lapan telah membentuk Komunitas Roket Uji Muatan
(RUM). Rencananya, komunitas RUM akan memanfaatkan kawasan Pantai
Pandansimo, Bantul, sebagai area pelatihan peluncuran uji roket muatan.

Roket Berhulu Ledak
Staf
Ahli Pertahanan dan Keamanan Kemenristek RI, Ir. Hari Purwanto, M.Sc.,
DIC, mengatakan Kemenristek tengah merencanakan produksi roket hasil
pengembangan Lapan. Roket tersebut direncanakan akan dimanfaatkan untuk
pertahanan negara dan sebagai pengganti roket yang dibeli dari luar
negeri.

Roket merupakan salah satu teknologi strategis, tetapi
memiliki biaya produksi yang sangat mahal. Fungsi roket ada dua macam,
yakni di bidang militer dan nonmiliter. “Kami akan produksi 1.000 roket
dengan nama R-Han 122. Roket ini merupakan roket pertahanan kaliber 122
yang sudah diberikan hulu ledak. Roket ini akan dimanfaatkan untuk
menggantikan roket yang dibeli dari luar negeri,” ujarnya.

Roket
yang akan diproduksi memiliki jangkauan 15-20 kilometer. “Ini merupakan
investasi besar negara, sekaligus untuk menambah kekuatan pertahanan
keamanan dan melengkapi tugas TNI,” ujarnya.

Uji coba peluncuran
roket R-Han 122 ini sudah berhasil dilakukan di Baturaja, Sumatera
Selatan, beberapa waktu lalu. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro
menjelaskan, Kementerian Pertahanan menggandeng Badan Pengkajian dan
Penerapan Teknologi (BPPT) dalam memproduksi roket yang memiliki daya
jelajah 15 kilometer dan dapat digunakan sebagai amunisi artileri
tersebut.

"Seribu roket sebetulnya akan kami pakai untuk multiple launcher,
atau meluncur bersama-sama," ujar dia dalam acara penandatanganan nota
kesepahaman bersama antara Kementerian Pertahanan dan BPPT di Jakarta,
Kamis 17 Maret 2011 lalu.

Kepala Lapan, Drs. Bambang Setiawan
Tejakusuma, Dipl.Ing., menuturkan program produksi roket merupakan
proyek ambisius Lapan. Pasalnya, sedikit negara telah memiliki program
pengembangan roket, antara lain Rusia, Amerika, Perancis, China, India,
Jepang, Korea Utara, Iran, dan Pakistan.

“Kita dalam proses untuk
mengembangkan. Ujung-ujungnya, roket yang kita hasilkan mampu
mengantarkan benda ke luar angkasa,” katanya.

Alih Teknologi Rudal
Untuk
roket yang bisa mengantarkan benda ke angkasa, Indonesia sebenarnya
sudah berhasil membuatnya. Juli 2009 lalu, Lapan berhasil menerbangkan
roket terbesar dengan nama RX-420. Roket yang akan digunakan untuk
pengorbit satelit itu mampu menjangkau jarak 101 kilometer, dengan
kecepatan 4,4 mach atau setara dengan kecepatan suara sekitar 344 meter
per detik.

Juru bicara Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Elly Kuntjahyowati, dalam keterangan tertulis kepada VIVAnews,
Kamis, 2 Juli 2009, mengatakan, uji terbang roket itu merupakan tahapan
untuk membangun Roket Pengorbit Satelit (RPS) yang diharapkan terbang
pada 2014.

Dan Menteri Pertahanan saat itu, Juwono Sudarsono,
menyatakan, kemampuan ini menjadi dasar untuk pengembangan sistem
persenjataan rudal. "Salah satu uji coba Lapan dan Menristek adalah
untuk mengajukan alternatif salah satu penangkal, tidak perlu kapal
perang atau senjata. Tapi rudal yang berpangkal di darat," kata Juwono
Sudarsono.

Kementerian Pertahanan memang sudah lama memikirkan
produksi rudal dalam negeri. Ini mulai tercetus tahun 2005. Dana sebesar
Rp2,5 miliar digelontorkan untuk proyek pembuatan rudal pada tahun itu.
Dan bila itu terwujud Dephan akan menggandeng PT Pindad Indonesia,
pabrik senjata dalam negeri yang melakukan penelitian hulu ledak kaliber
122 milimeter.

Untuk teknologi rudal ini, Indonesia pelan-pelan
melakukan alih teknologi dari negara-negara yang lebih dulu
mengembangkannya. Maret 2012 lalu, Menteri Pertahanan Purnomo
Yusgiantoro menyatakan, ada pembicaraan dengan China untuk membangun
pabrik rudal C-705 di Indonesia. "Kita akan lakukan joint production, atau transfer teknologi," kata Purnomo.

Peluru
kendali jenis C-705 memiliki jarak tembak sampai 140 kilometer. "Peluru
kendali ini kalau kita bisa produksi dalam negeri, kita akan pasang di
daerah perbatasan untuk pengamanan," kata dia.

Rudal C-705 yang
pertama diproduksi di China ini akan melengkapi armada Kapal Cepat Rudal
(KCR) milik TNI Angkatan Laut. Proses kerjasama produksi rudal ini
dilakukan Kementerian Pertahanan RI dan China Precision Machinery
Import-Export Corporation (CPMEIC) yang menjadi pemegang proyek
pengerjaan rudal C-705. (eh)


http://fokus.news.viva.co.id/news/read/322684-menunggu-rudal--i-made-in--i--indonesia

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/402/pengembangan-roket-ke-rudal.html