Politeknik TNI-AD
Rubrik : Artikel
1000 ROKET PERTAHANAN
2012-10-17 08:55:10 - by : kusnadi

Indonesia Siap Produksi 1.000 Roket Pertahanan Negara


Roket dengan nama R-Han 122, akan berfungsi menambah kekuatan pertahanan keamanan dan melengkapi tugas TNI.


roket,epsilon,jepang


Kemenristek siap melakukan produksi roket hasil
pengembangan Lembaga Antariksa Nasional (LAPAN). Roket tersebut
rencananya akan dimanfaatkan untuk pertahanan negara dan menggantikan
roket yang dibeli dari luar negeri.


"Kita akan produksi 1.000 roket dengan nama R-Han 122. Roket ini
merupakan roket pertahanan kaliber 122 yang sudah diberikan hulu ledak.
Roket ini akan dimanfaatkan untuk menggantikan roket yang dibeli dari
luar negeri," ujar Staf Ahli Menristek Bidang Pertahanan dan Keamanan
Hari Purwanto di Fakultas Teknik UGM, Kamis (7/6).


Ia menjelaskan, roket yang akan diproduksi tersebut memiliki
jangkauan 15-20 kilometer. Roket ini merupakan investasi besar negara
sekaligus untuk menambah kekuatan pertahanan keamanan dan melengkapi
tugas TNI.


Roket menjadi salah satu teknologi penting yang krusial untuk segera
dikembangkan secara mandiri. Karena selama ini Indonesia lebih banyak
mengandalkan roket yang dibeli dari negara lain."Roket dikembangkan
untuk kepentingan-kepentingan kesejahteraan, misalnya menambah Alat
Utama Sistem Pertahanan (alutsista). Sehingga kemanfaatan roket mendesak
untuk segera dikembangkan mengingat negara-negara lain telah memiliki
teknologi roket mandiri," tuturnya.


Selain mengembangkan roket, Kemenristek juga tengah mengembangkan teknologi pesawat tempur bersama Korea Selatan dengan nama Fighter Indonesian Experiment.
"Kita juga sudah membuat panser sendiri dan telah diekspor ke beberapa
negara seperti Malaysia, Brunei dan Filipina. Ini merupakan langkah
positif dan diharapkan bisa semakin berkembang," imbuhnya.


Kepala LAPAN Bambang Setiawan Tejakusuma menuturkan, program produksi
roket merupakan proyek yang ambisus yang dilakukan LAPAN. Pasalnya,
sedikit  negara yang telah memiliki program pengembangan roket. Di
antaranya Rusia, Amerika, Perancis, China, India, Jepang Korea Utara,
Iran, dan Pakistan. "Kita dalam proses untuk mengembangkan,
ujung-ujungnya roket yang kita hasilkan mampu mengantarkan benda ke luar
angkasa," katanya


Sementara itu, untuk mendukung kesiapan sumber daya manusia dalam
pengembangan teknologi industri roket Indonesia, Kemenristek menggandeng
Universitas Gadjah Mada membentuk Komunitas Roket Uji Muatan (RUM).
Rencananya, komunitas ini akan memanfaatkan kawasan Pantai Pandansimo
Bantul sebagai area pelatihan peluncuran uji roket muatan.


Rektor UGM Pratikno mengatakan, teknologi roket perlu dikembangkan
untuk meningkatkan kemandirian bangsa. Terutama dalam bidang penyediaan
persenjataan pertahanan negara dan pemanfaatan roket untuk kesejahteraan
masyarakat.


 "Pengembangan roket butuh investasi yang sangat besar dengan hasil
yang penuh risiko dengan manfaat yang abstrak dan jangka panjang. UGM
siap kerjasama terhadap hal yang penting dan strategis ini," ungkapnya.


http://nationalgeographic.co.id/berita/2012/06/indonesia-siap-produksi-1000-roket-pertahanan-negara

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/401/1000-roket-pertahanan.html