Politeknik TNI-AD
Rubrik : Sain dan Teknologi
RI-China Mantapkan Mekanisme Alih Teknologi Rudal
2012-05-03 11:33:14 - by : kusnadi

RI-China Mantapkan Mekanisme Alih Teknologi Rudal








10
April 2012, Beijing: Pemerintah Indonesia dan Republik Rakyat China
terus memantapkan mekanisme alih teknologi teknologi untuk produksi
bersama peluru kendali (rudal) C-705 yang akan digunakan TNI Angkatan
Laut.


"Pemerintah
China sepakat untuk melakukan alih teknologi dari proses awal, dan
kini tengah dimantapkan agar ke depan Indonesia juga benar-benar mampu
memproduksi rudal tersebut," katanya Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI
di Beijing, Kolonel Lek Suryamargono, Selasa.


Surya
mengatakan Indonesia selalu mensyaratkan alih teknologi dalam setiap
pembelian alat utama sistem senjata dari mancanegara, termasuk dalam
pembelian rudal C-705 untuk TNI Angkatan Laut.


Dia
menjelaskan pula bahwa rencana pemerintah membeli rudal C-705 dari
China merupakan bagian dari kerja sama industri pertahanan kedua
negara.


Menurut
kesepakatan kerja sama industri pertahanan antara kedua negara,
pembelian senjata tertentu harus dilakukan antarpemerintah dan disertai
alih teknologi peralatan militer yang antara lain mencakup cara
perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, dan pelatihan.


"Ada
pula produksi bersama dan pemasaran bersama atas produk persenjataan
tertentu yang disepakti. Antara lain peluru kendali C-705," ungkap
Suryamargono.


Tentang
siapa pihak Indonesia yang akan menjalankan alihteknologi tersebut,
Surya mengatakan,"belum tahu apakah PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad
atau PT PAL. Yang jelas, China telah sepakat untuk melakukan alih
teknologi dan prosesnya kini terus dimantapkan mekanismenya."


Hubungan Militer Indonesia-China Terus Berkembang

Pejabat
pemerintah Indonesia mengatakan hubungan militer dan pertahanan dengan
Republik Rakyat China (RRC) semakin berkembang luas dan diharapkan
semakin meningkat pada masa mendatang.


Atase
Pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing, Kolonel Lek Suryamargono,
mengatakan kedua pemerintahan terus mengintensifkan kerjasama
pertahanan kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis yang telah
disepakati pada 25 April 2005.


"Kepala
Pemerintahan kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU)
kerjasama bidang pertahanan kedua negara atau Agreement Between The
Ministry of Defence, The Republic of Indonesia and The Ministry of
National Defence, The People`s Republic of China on Bilateral Defence
Cooperation, pada November 2007," ungkapnya, Selasa.


Namun, lanjut dia, kesepakatan itu belum mendapat ratifikasi dari DPR.

"Meski
begitu, kedua negara sepakat untuk membentuk forum konsultasi
bilateral terkait kerja sama pertahanan dan militer kedua pihak. Dan
kini Indonesia dan Cina telah menjalin kerja sama bidang pertahanan dan
militer di bidang pendidikan dan latihan, pertukaran kunjungan antar
kedua negara, kerja sama industri pertahanan, latihan bersama, produksi
bersama, alih teknologi," ujar Suryamargono.


Ia
menambahkan bentuk kerja sama pertahanan dan militer kedua negara akan
terus ditingkatkan baik dari segi jumlah personel yang terlibat dalam
program pertukaran perwira maupun materi latihan dan pendidikan yang
dikerjasamakan kedua pihak.


Sumber: ANTARA News

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/359/ri-china-mantapkan-mekanisme-alih-teknologi-rudal.html