Politeknik TNI-AD
Rubrik : Artikel
TIPS MENJADI DOSEN TELADAN
2012-03-03 10:08:03 - by : kusnadi









Menjadi Dosen Teladan

 


Tidak
susah sebenarnya menjadi dosen teladan. Jika angka akademis menjadi
tolak ukurnya ini merupakan satu hal yang sangat naïf sekali. Perlu di
ingat angka akademis dengan penilaian pada ijazah sang dosen tentunya
bukan murni dari prestoasi beliau. Namun, menurut saya dosen teladan
paling tidak memenuhi kriteria sebagai berikut. Pertama, sang
dosen memang di kenal akrab di kalangan mahasiswa. Sudah menjadi
rahasia umum, di negeri ini dosen terbagi dalam dua klasifikasi yaitu
dosen pendidik dan pengajar. Pendidik dan pengajar memiliki arti dan
makna yang berbeda. Dosen teladan adalah dosen yang memiliki kemampuan
untuk mendidik dan mengajarkan ilmu yang di milikinya. Biasanya dosen
yang memiliki kriteria pendidik dan pengajar itu selalu berpenampilan
supel, menarik dan populis dalam segala tindakan dan perilakunya.
Sedangkan dosen yang termasuk kedalam kriteria pengajar, ini merupakan
dosen jenis paling kacau. Hanya masuk kelas dan memberi materi, terlepas
materi itu dimengerti atau tidak oleh mahasiswanya. Dapat di katakan
dosen jenis ini adalah dosen paling egois. Bukan hanya kalangan dosen
muda seperti ini, bahkan pengalaman membuktikan, dosen dengan
embel-embel professor di depan namanyapun acap kali melakukan hal yang
sama. Terakhir, cita-cita negeri ini untuk memajukan pendidikan nasional
tidak pernah tercapai jika tenaga pengajarnya masih memiliki karakter
jenis ini.


            Kedua, dosen
teladan itu adalah dosen yang memberikan penilaian riil pada mahasiswa.
Tidak ada unsur dendam dan sakit hati dalam memberi penilaian. Namun,
ini sangat jarang terjadi. Sebagian besar dosen masih menggunakan pola
lama, ABS (Asal Bapak Senang). Ketika sang dosen merasa senang dengan
salah seorang mahasiswa, maka secara otomatis mahasiswa tersebut
mendapatkan nilai A. Terlepas dia mengerti atau tidak matakuliah yang
telah di berikan dosen itu sendiri. Begitupula sebaliknya. Jika, si
mahasiwa tidak mendapat simpatik dari dosen tersebut, alamat celakalah
mahasiswa itu, hanya mengantongi nilai C atau lebih parah mendapatkan
nilai D bahkan E. Penilaian logis, setahu saya tidak pernah mendapatkan komplain dan doa yang buruk dari mahasiswa.


            Ketiga, dosen
teladan adalah dosen yang memiliki karakter mengerti akan kegiatan
mahasiswanya. Sebenarnya mahasiswa itu hanya ingin di permudah saja.
Misalnya, sang mahasiswa memiliki kegiatan ektrakurikuler kampus dan
terpaksa tidak dapat mengikuti kuliah. Apa susahnya
memberikan tanda S (Sakit) atau I (Izin) pada kolom absent. Toh, saat
di hitung oleh pihak akademik itu masih keterangan Sakit dan Izin itu
masih tergolong kedalam alpa dan tidak mendapatkan dispensasi. Paling
tidak mahasiswa akan menilai, Wah..dosen ini pengertian sekali.
Mungkin, sang dosen dulunya juga aktivis. Jadi, hubungan mahasiswa dan
dosen terus berlangsung harmonis dengan cara ini. Toh, hubungan harmonis
akan berdampak pada peningkatan kualitas jurusan dan lulusannya. Tidak
mungkin bisa sang dosen memaksakan kehendaknya dengan pola harus seperti
ini dan lain sebagainya. Mahasiswa lebih senang semuanya di
diskusikan secara bersama. Maklum, mahasiswa selalu mengagungkan kata
demokrasi itu.


            Terakhir, baru
masuk pada kemampuan dosen yang bersangkutan. Dosen teladan tentunya
bukan dosen yang egois, sombong lengkap dengan tidak mengerti
perkembangan ilmunya sendiri. Namun, dosen teladan  tentu
harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, penampilan yang serasi,
supel, pintar ditambah lagi mengerti akan bahasa asing. Ini idealnya
menurut saya. Tentunya versi penilaian dosen teladan itu sangat
relative. Tergantung siapa yang memberi penilaiannya. Jika seorang dosen
tidak memiliki beberapa kriteria sederhana di atas, berarti, menurut
saya, belum layaklah menjadi dosen teladan. Namun, sekali lagi ini hanya
menurut versi saya. versi orang
lain tentunya berbeda. Semoga kedepan akan muncul segudang dosen
teladan di negeri ini. Meskipun tidak mendapatkan penghargaan
selembar sertifikat dosen teladan, mendapatkan predikat
dosen teladan dari mahasiswa sepertinya memiliki rasa yang berbeda dan
kepuasan tersendiri.

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/342/tips-menjadi-dosen-teladan.html