Politeknik TNI-AD
Rubrik : Sain dan Teknologi
PENGETAHUAN RUDAL
2011-12-15 12:23:37 - by : kusnadi

Rudal Indonesia Tembus Orbit Luar Angkasa?


 




 


Republik
Islam Iran berhasil meluncurkan satelit kedua yang bernama Rassad ke
orbit bumi. Peluncuran satelit yang berjalan dengan sukses sepertinya sengaja dilakukan pada malam kelahiran Imam Ali as. Satelit
itu diluncurkan oleh pembawa satelit Safir-e-Rassad pada Rabu malam,
Kesuksessan ini kembali membuktikan bahwa Republik Islam Iran terus
berupaya menggapai puncak teknologi, meski negara ini ditekan dan
diembargo. Namun embargo dan tekanan bukanlah alasan untuk jumud
teknologi dan sains. Bahkan Iran mampu menjadikan tekanan dan embargo
sebagai peluang untuk maju.


Meskipun
mempunyai berat 15,3 kilogram yang merupakan kategori satelit mikro,
namun satelit Rassad memiliki semua fitur satelit besar. Satelit ini
telah melewati semua tahap yang diperlukan untuk manufaktur, pengujian
perakitan, dan persiapan untuk diluncurkan di dalam negeri. Satelit
Rassad akan mengorbit bumi pada ketinggian 260 kilometer 15 kali setiap
24 jam. Misi peluncuran tersebut adalah untuk mengambil gambar
permukaan bumi dan menyampaikan pesan ke stasiun bumi dengan informasi
telematika. Satelit dilengkapi dengan panel surya ini dan menggunakan
energi matahari untuk bekerja. Sebelumnya,
Iran untuk pertama kalinya meluncurkan satelit Omid pada tahun 2009.
Dengan peluncuran satelit Omid, Iran menjadi negara kesembilan yang
mampu mengembangkan teknologi untuk peluncuran satelit. Tehran juga
berencana meluncurkan satelit berawak ke luar angkasa pada tahun 2019


Sebuah
pencapaian teknologi luar angkasa yang luar biasa mengingat Iran
tidakmendapat dukungan Barat kecuali dua negara besar saja yaitu Rusia
dan RRC dalam kancah politik internasional. Padahal sebelum Revolusi
Iran adalah boneka Barat, pasca Revolusi 1979 mereka menghadapi masa
suram dalam perang 8 tahun melawan Irak yang didukung oleh Barat dan
negara-negara monarchy Arab. Setelah itu pun mereka menghadapi
sangsi-sangsi unilateral oleh negara-negara Barat yang semakin berat
hingga sangsi-sangsi internasional oleh PBB dimana negara-negara Barat
ada dibaliknya. Sungguh menakjubkan perjuangan dan semangat bertahan
hidup bangsa Iran. Sangat jauh dengan perjuangan dan kekuatan bertahan
bangsa Indonesia. Di masa Orde Lama, negeri yang subur dan kaya
sumberdaya alam ini menikmati dukungan politik dan militer dari Uni
Soviet hingga dirintisnya teknologi roket.


 


1308535371846221824


                                                                 Roket Kartika I


Pada 22 September 1962 dibentuk Projek Roket Ilmiah dan Militer Awal (PRIMA) afiliasi AURI dan ITB yang dipimpin Boediardjo dan J Salatun. Tonggak sejarah awal ini ditandai dengan peluncuran roket ilmiah seri Kartika pada tahun 1964. Roket Kartika I
merupakan roket sounding kedua di negara Asia-Afrika saat itu, sesudah
Jepang. Alat telemetrinya yang kedua sesudah India, berhasil merekam
sinyal-sinyal dari satelit cuaca TIROS dengan alat buatan dalam negeri.
Roket Kartika I diluncurkan dari pamengpeuk dengan berat 220 kg, roket
Kartika II berbobot 66,5 kg dan berjarak tempuh 50 km. Setelah Orla
tumbang digantikan Orba, fokus teknologi dirgantara sangat condong
dengan industri pesawat terbang dengan hadirnya BJ Habibie di dekade
1970-an. Perkembangan teknologi luar angkasa berjalan terseok-seok. Kini
negara Asia yang sangat maju dan intesif mengembangkannya adalah
Jepang, RRC, dan India. Saat ini telah disusul Iran dan sangat besar
kemungkinannya adalah Pakistan. Bahkan RRC memiliki program taikonot
untuk menempatkan ilmuwan China ke angkasa luar.Mereka pada tahun 2008
berhasil menempatkan 3 awak dengan kapsul Shenzhou VII di luar angkasa
dan Zhai Zhigang adalah taikonot pertama mereka dengan melalukan
spacewalk pertama selama 20 menit. Menjadikan RRC sebagai negara keriga
di dunia yang berhasil menempatkan manusia di luar angkasa setelah
Soviet/Rusia dan Ameika Serikat.


 


13085354941860392819


                                               Peluncuran Roket Percobaan Lapan Akhir 2010


Seandainya Indonesia konsisten mengembangkan teknologi roket luar
angkasa tidaklah mustahil kini bisa sejajar dengan negara-negara
tersebut. Bahkan teknologi roket sangat strategis dalam sistem
pertahanan dan efek deterrent besar karena dengan mudah diubah untuk
fungsi militer menjadi rudal balistik jarak jauh dan mengganti payload
dengan hulu ledak. Efek deterrent jauh lebih besar dari pada pesawat
tempur. Sayang, harapan itu hingga sekarang masih dalam taraf perintisan
sejak hampir lima puluh tahun yang lalu. Masih berkutat dengan proyek
ekperimental meski diakui semakin melangkah maju. Baru kemudian pada
tahun 1987, Indonesia melalui LAPAN kembali membuat roket yang diberi
nama RX-250 LPN. Roket ini merupakan roket berbahan bakar cair dan padat
dengan berat 300 kg memiliki panjang 5,30 meter berdaya jangkau 70 km.


Terakhir Lapan telah berhasil meluncurkan roket eksperimental RX-320 pada 30 Mei 2008 dan RX-420, 2 Juli 2009, yang dilaksanakan di Stasiun Uji Terbang Pamengpeuk, Jawa Barat. Itu mendekati fase akhir untuk peluncuran RPS (Roket Pendorong Satelit). Roket tersebut merupakan roket pendorong satelit bertingkat empat yang disebut dengan Roket Pendorong Satelit (RPS)-420 dan direncanakan bisa diluncurkan 2014. Stasiun
peluncuran akan dibangun di pulau Enggano yang lebih representatif
daripada di Pamengpeuk Garut Jabar. Saat ini ilmuwan Indonesia telah
mampu membuat satelit mikro TUB-SAT mekerja sama dengan Universitas
Teknologi Berlin. Satelit mikro pertama bernama LAPAN-A1 telah
diluncurkan pada 2007 dengan roket India di stasiun peluncuran
Shriharikota. Kapan ya Indonesia berhasil menembus angkasa luar?


Sumber  : http://teknologi.kompasiana.com/terapan/2011/06/20/rudal-indonesia-tembus-orbit-luar-angkasa/

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/316/pengetahuan-rudal.html