Lemjiantek.mil.id : Sekolah Tinggi Teknologi TNI-AD
Rubrik : TEKNOLOGI PERSENJATAAN
SENJATA ANTI SERANGAN UDARA
2011-12-14 07:53:02 - by : kusnadi

Marinir Membeli Senjata Anti Serangan Udara dan Menambah Tank


 



                             Oerlikon GDF-002 twin canon 35mm buatan China (photo : Sinodefence)


Istana Dipasangi Senjata Anti-Serangan Udara


JAKARTA-
Istana Negara, Jakarta bakal dipasangi senjata antiserangan udara.
Senjata ini merupakan sebagian dari tujuh senjata antiserangan udara
baru yang akan menjadi milik Korps Marinir TNI Angkatan Laut.


Komandan
Korps Marinir Mayor Jenderal Alfan Baharudin mengatakan persenjataan
seharga total 15 juta dollar AS atau Rp 135 miliar itu sebagian bakal
dipasang di sekeliling Istana Negara, Jakarta, untuk pengamanan serangan
dari udara.


Sekarang sudah mulai dirakit dan akan dikirim ke sini akhir tahun, kata Mayor Jenderal Alfan Baharudin, Jumat (13/5).


Senjata
itu berupa kendaraan tempur yang dilengkapi meriam kaliber 35 milimeter
ini dan dibeli dari Swiss, tapi dirakit oleh perusahaan di China.


Alfan
menjelaskan, selain untuk antiserangan udara, peralatan ini juga bisa
dipergunakan untuk serangan darat. Sebagian senjata ini juga akan
ditempatkan di Markas Korps Marinir di Kwitang dan Markas Brigadir
Infanteri Marinir di Cilandak, Jakarta Selatan.


Tujuh
senjata tersebut juga dibeli untuk melengkapi kebutuhan Batalion
Artileri Pertahanan Udara Marinir dan mengganti peralatan lama yang
umurnya sudah sangat tua. Peralatan baru pun digunakan untuk
operasi-operasi militer, operasi tempur amfibi, dan pelatihan militer
rutin.


Korps Marinir, kata
Alfan, juga membeli lagi kendaraan tempur Tank BMP3F dengan senjata
kaliber 100 milimeter buatan Rusia sebanyak 54 unit atau setara dengan
satu batalion.


Dengan penambahan ini, Marinir akan memiliki tiga batalion resimen kavaleri. Tank ini dipesan sejak 2009 dan sudah tiba 17 unit.


Sekedar
diketahui, tank BMP3F mampu melaju dengan kecepatan 70 kilometer per
jam saat berada di darat. Sedangkan kalau di air mencapai 12 knot per
mil. Tank ini menggunakan mesin buatan Ukraina. Ini tank terbesar di
Tanah Air, ujar Alfan.


TNI
juga berencana membeli satu skuadron pesawat jet latih T-50 Golden
Eagle buatan Korea Selatan untuk menggantikan jet latih Hawk MK-53 milik
TNI Angkatan Udara yang sudah usang.


(Surabaya Post)

Lemjiantek.mil.id : Sekolah Tinggi Teknologi TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/312/senjata-anti-serangan-udara.html