Politeknik TNI-AD
Rubrik : Hasil Karya Siswa
ANALISA BALISTIK PADA MUNISI 5 HPBT KAL 5,56 mm
2011-09-12 10:51:50 - by : sanjaya

 



ANALISA BALISTIK PADA MUNISI 5 HPBT KAL 5,56 mm DENGAN
MENGGUNAKAN SENJATA S1 V1 PINDAD


 


Oleh :



 Jajat
Achmad Darajat


Sersan
Satu NRP 21010090390182


 



1.         Umum.          


a.         Senjata SS1 - V1 merupakan senjata hasil produksi dalam
negeri, dalam hal ini adalah PT. Pindad sebagai produsen. Senjata ini banyak
digunakan di jajaran TNI, baik TNI AD, TNI AL, maupun TNI AU. Selain digunakan
sebagai senjata organik juga sering digunakan untuk berbagai lomba menembak baik
antar satuan maupun antar angkatan. Adapun munisi yang dapat digunakan untuk
senjata SS1 - V1 Pindad ini bermacam-macam diantaranya adalah Munisi yang
berkaliber 5,56 mm antara lain  munisi 5
TJ dan  munisi 5 Match.


b.         PT. Pindad telah berhasil menciptakan
jenis munisi HPBT ( Hollow Point Boat
Tail )
yang disebut dengan munisi 2 TJS kaliber 7,62 mm yang memiliki
lubang pada ujung pelornya. Dimana munisi ini memiliki akurasi yang tinggi dan
sesuai dengan yang diharapkan pengguna. Dengan keberhasilannya tersebut maka PT.
Pindad menciptakan jenis Munisi HPBT lainnya yang berkaliber 5,56 mm. Munisi
ini diciptakan karena tuntutan operasional untuk mengikuti berbagai macam
perlombaan menembak antar Satuan, Angkatan bahkan sampai dengan AARM ( Asean Assault Rifle Meeting ). Untuk
perlombaan menembak biasanya menggunakan senjata berkaliber 5,56 x 45 mm. PT. Pindad
sebagai produsen, tentunya sangat antusias dalam permasalahan ini karena
merupakan suatu tantangan dan tuntutan untuk berkembangnya teknologi khususnya
di bidang Alut Sista, untuk menjawab
semua tuntutan operasional tersebut maka diciptakanlah munisi 5 HPBT ( Hollow Pint Boat Tail ) yang memilki
lubang pada ujung pelornya dengan diameter 0,5 mm. Penentuan diameter lubang
tersebut atas dasar percobaan dan penelitian di lapangan.


c.         Dalam permasalahan ini penulis akan menganalisa perbandingan
munisi 5 HPBT dengan variasi pada diameter lubang ujung pelor yang
masing-masing ukuran diameter lubang pelornya adalah 0,1 mm, 0,3 mm, 0,5 mm,
0,75 mm dan 1 mm. Dengan menciptakan masing-masing munisi 5 HPBT kaliber 5,56
mm tersebut, maka akan dilakukan perhitungan balistik dan pengujian. Dengan
melaksanakan perhitungan balistik dan pengujian tersebut diharapkan akan
diperoleh hasil terbaik apabila diameter dirubah menjadi lebih kecil atau lebih
besar. Pada jarak tertentu munisi tersebut masuk dalam persyaratan yang berlaku
sehingga dapat dijadikan acuan bagi PT. Pindad umumnya dan bagi satuan pemakai
atau pengguna khususnya.


 


2.         Maksud dan Tujuan.        


a.        Maksud.        Di
dalam penulisan tugas akhir ini dimaksudkan untuk menganalisa variasi besarnya
diameter lubang ujung pelor munisi 5 HPBT yang memiliki kecepatan dan
ketelitian tembak lebih baik pada masing-masing variasinya pada jarak 100 meter.


b.     Tujuan.          Dalam penulisan tugas akhir ini
bertujuan  untuk mengetahui sejauh mana
peningkatan kualitas jenis munisi tersebut terhadap kemampuan kecepatan
dan  ketelitian tembak pada jarak 100 meter
melalui kajian teori ilmu Balistik.


 


3.         Ruang lingkup dan Tata Urut.


a.         Ruang lingkup.       Mengingat
luasnya permasalahan yang ada, penulis memberi batasan pada pembahasan ini sebagai
berikut :


            1)         Balistik Dalam.


                        a)         Menghitung energi :


                                   (1)       Menghitung energi isian dorong (Es).


                                   (2)       Menghitung energi rotasi (E rot).


                                   (3)       Menghitung
energi mulut laras (E1).


                        b)         Menghitung tekanan gas (p)


             2)         Balistik Luar


                         a)         Menghitung Koefisien bentuk peluru (i)


                         b)         Menghitung Massa / Kerapatan udara (?)


                         c)         Menghitung Koefisien Balistik (C')


                         d)         Menghitung fungsi kecepatan f (v)


                         e)         Menghitung kecepatan yang hilang ( Vh ).


                          f)          Menghitung kecepatan pelor tiap pertambahan jarak (Vx).


            3)         Balistik Akhir.


                        a)         Menghitung Titik Kena Rata-Rata (TKRR).


                        b)         Menghitung kemungkinan kena/PH (Probability of Hit).


b.         Tata Urut.     Tata
urut dalam penyusunan Tugas Akhir ini meliputi :


           BAB I                 :       PENDAHULUAN


           BAB II                :       TINJAUAN PUSTAKA


           BAB III               :       METODE
PENELITIAN


           BAB IV              :        HASIL
DAN PEMBAHASAN


           BAB V               :        KESIMPULAN
DAN SARAN


           BAB VI              :        PENUTUP


 


4.      Pendekatan.       Untuk menyelesaikan Tugas akhir ini
penyusun melaksanakan pendekatan melalui beberapa cara sebagai berikut :


a.    Literatur.       Pengumpulan
data dari buku-buku sebagai petunjuk serta referensi di dalam penyusunan Tugas
Akhir.


b.         Observasi.    Pengambilan
data-data di lapangan.


c.         Diskusi.         Melakukan
diskusi-diskusi dengan dosen pembimbing dan orang-orang yang mengetahui tentang
munisi.


d.         Metode Interview.               Metode
ini adalah tahapan pengumpulan informasi sebagai bahan masukkan untuk bahan
penelitian kami.


 


5.         Pengertian-pengertian.


a.         SS1
- V1
adalah Salah satu jenis Senapan Serbu standard yang berkaliber 5,56 x
45 mm buatan PT. Pindad.


b.         Munisi HPBT ( Hollow Point Boat Tail
)
adalah salah satu jenis munisi yang memiliki lubang pada ujung pelor dan
desain dari ekoran pelornya berbentuk seperti kapal boat.


c.         MU-5
HPBT
adalah suatu istilah atau kode pada  suatu munisi kaliber 5,56 x 45 mm buatan PT.
Pindad yang bentuk pelornya hollow point.


 

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/238/analisa-balistik-pada-munisi-5-hpbt-kal-556-mm.html