Politeknik TNI-AD
Rubrik : Hasil Karya Siswa
ANALISA PERBANDINGAN PENGGUNAAN MU3-APHC
2011-09-12 10:21:13 - by : sanjaya


ANALISA
PERBANDINGAN PENGGUNAAN  MU3-APHC  PADA SENJATA SPR-2 DAN M93 LONG RANGE RIFLE - BLACK ARROW DITINJAU DARI ILMU
BALISTIK


 


Oleh :



  Abdul Kadir Jailani


Sersan Satu NRP 21010244830679 Balistik ≠ 13


 



1.         Umum.           Teknologi merupakan penentu
yang mencakup banyak aspek dalam menentukan suatu kemenangan dimana
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat menciptakan suatu peralatan
canggih, maka dari itu menjadi tuntutan untuk semakin menyempurnakan peralatan
yang ada sebagai upaya untuk meningkatkan motivasi latihan teknis dan taktis
militer.


a.     Dalam mempertahankan kedaulatan negara dari invasi militer
musuh diperlukan  Alutsista yang baik,
seiring kemajuan teknologi membuat Alutsista dari militer di negara belahan
dunia makin berkembang yang mungkin akan menjadi musuh kita, sehingga kemampuan
Alutsista kita juga perlu ditingkatkan untuk mengimbanginya. Dengan demikian,
PT. PINDAD (Persero) telah berhasil memproduksi senjata SPR-2 dan munisi 12,7
mm APHC (Armor Piercing Hard Core), yang sebelumnya TNI telah membeli senjata
M93 Long Range Rifle - BLACK ARROW buatan Serbia, munisi yang digunakan oleh
senjata SPR-2 dan M93 Long Range Rifle - BLACK ARROW yakni MU3-TJ untuk sasaran
personil dan MU3-APHC untuk sasaran personil yang berada di dalam kendaraan
lapis baja (operator tank). Sebagai munisi anti tank MU3-APHC dengan pelor inti
keras menggunakan tungsten carbide. Pembuatan senjata dan munisi ini juga dapat
mengatasi adanya embargo Alutsista dari negara-negara asal produsen senjata dan
munisi.


b.   Dalam
pertempuran, kemungkinan lawan dalam melaksanakan manuver menggunakan kendaraan
lapis baja (Tank/kendaraan pengangkut personil maupun Alutsista yang lain), di mana
dalam bermanuver kendaraan lapis baja dilaksanakan secara berkelompok, sehingga
diperlukan senjata dan munisi yang dapat digunakan untuk menghambat,
melumpuhkan dan bahkan menghancurkan manuver kendaraan lapis baja musuh. Salah
satu senjata dan munisi yang dapat digunakan untuk melawan kendaraan lapis baja
adalah senjata SPR-2 dan M93 Long Range Rifle - BLACK ARROW dengan munisi 12,7
mm APHC yang dibekalkan sebagai senjata penembak runduk pada kelompok bantuan
dalam serangan regu komando satuan tempur Infanteri, guna menghambat manuver
kendaraan lapis baja musuh.


c.   Dengan
adanya jenis senapan 12,7 mm yang baru sebagai senjata penembak runduk dengan
sasaran kendaraan lapis baja, tentunya kemampuan penembusan dari senjata
tersebut diharapkan lebih baik sehingga dapat bekerja secara optimal. Agar
penembusannya baik maka diperlukan munisi dengan kekerasan yang lebih tinggi,
untuk itu penulis mencoba menganalisa kemampuan penetrasi munisi produksi PT.
PINDAD (Persero) yang mempunyai tingkat kekerasan yang tinggi yaitu munisi 12,7
mm APHC melalui tugas akhir ini dengan judul "ANALISA
PERBANDINGAN PENGGUNAAN  MU3-APHC  PADA SENJATA SPR-2 DAN M93 LONG RANGE RIFLE-BLACK
ARROW DITINJAU DARI ILMU BALISTIK
". Dari hasil analisa ini penulis mengharapkan mendapat
suatu manfaat bagi satuan-satuan pemakai dijajaran TNI khususnya TNI AD.


 


2.         Maksud
dan tujuan.


a.         Maksud.        Adapun maksud dari pembuatan Tugas Akhir
ini, penulis mencoba menganalisa sejauh mana kemampuan dan pengaruh MU3-APHC
jika digunakan pada senjata SPR-2 dan M93 Long Range Rifle-BLACK ARROW ditinjau
dari Balistik Dalam, Luar dan Akhir.


b.        Tujuan.          Untuk diambil kesimpulan secara teknis
tentang kemampuan dari jenis MU3-APHC terhadap penembusan sebagai bahan
pertimbangan bagi TNI AD untuk semakin mengembangkan jenis munisi tersebut.


 


3.         Ruang
lingkup dan tata urut.


a.        Ruang lingkup.       Dengan banyaknya masalah yang akan timbul
pada penyusunan tugas akhir ini maka penulis membahas sejauh mana kemampuan MU3-APHC
di dalam penembusan, yang meliputi:


            1)         Balistik Dalam.


                        a)         Energi
di dalam laras.


                        b)         Relasi
antara tekanan gas, kecepatan dan waktu tempuh pelor di dalam laras.


                        c)         Energi recoil.       


            2)         Balistik Luar.            


                        a)         Kecepatan pelor.


                        b)         Energi kinetik ( Ek ).


            3)         Balistik Akhir.


                        a)         Kedalaman
penembusan.


b.        Tata urut.      Tata urut di dalam
penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut:


           1)          
BAB I              PENDAHULUAN


           2)          
BAB II             TINJAUAN
PUSTAKA


           3)          
BAB III            METODE
PENELITIAN


           4)          
BAB IV           HASIL
DAN PEMBAHASAN


           5)          
BAB V            KESIMPULAN
DAN SARAN


           6)          
BAB VI           PENUTUP


 


4.         Pendekatan.                        Dalam
penulisan Tugas Akhir ini penulis berdasarkan pendekatan study pustaka, sebagai
berikut:


a.   Study
literatur.    Metode penulisan berdasarkan
buku atau sumber referensi yang ada.


b.   Observasi.     Metode penulisan dengan cara pengambilan
data-data di lapangan.


c.    Induktif.    Metode
penulisan dengan berdasarkan data-data yang sudah ada.


 


5.        Pengertian-pengertian.


a.      Munisi   adalah suatu benda dengan bentuk dan sifat
tertentu yang dapat diisi dengan bahan pendorong (Propellant), bahan peledak dan bahan kimia yang dapat ditembakan
dengan atau tanpa senjata atau dengan cara lain dengan  maksud 
ditujukan ke suatu sasaran untuk merusak, membinasakan melumpuhkan atau
untuk maksud tujuan lain.


b.      SPR-2 adalah suatu senapan penembak
runduk kaliber 12,7 mm  untuk sasaran
kendaraan lapis baja buatan PT. PINDAD.


c.      M93
Long Range Rifle-BLACK ARROW
adalah suatu senapan penembak runduk kaliber 12,7 mm  untuk sasaran kendaraan lapis baja buatan Serbia.


d.      MU3-APHC adalah suatu istilah atau kode pada suatu munisi kaliber 12,7 mm dengan bentuk
pelornya jenis hard core buatan PT. PINDAD.


 

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/237/analisa-perbandingan-penggunaan-mu3-aphc.html