Politeknik TNI-AD
Rubrik : Sain dan Teknologi
TEKNOLOGI BOM
2011-08-24 09:36:32 - by : kusnadi


SEKILAS TEKNOLOGI BOM


 


Bom
adalah senjata ledak yang lazim digunakan dalam perang, juga dalam
aksi-aksi terorisme. Kebanyakan bom terdiri dari wadah logam yang diisi
dengan bahan peledak atau bahan kimia, dan suatu alat untuk meledakkan
dan menghamburkan isi bom. Ukuran bom beraneka ragam. Yang kecil dapat
ditenteng dan dilemparkan dengan tangan, seperti granat, atau
ditembakkan dengan senjata altileri. Tapi, bom umumnya dijatuhkan dari
pesawat terbang. Kepala ledak (warhead) peluru kendali pada hakikatnya
tergolong bom juga.


Kebanyakan bom memiliki sumbu untuk memicu ledakan. Sumbu sentuh
meledakkan bom ketika bom menyentuh sasaran. Sumbu kedekatan meledakkan
bom ketika bom menghampiri permukaan tanah. Sumbu kedekatan ini bekerja
berdasarkan bertambahnya tekanan udara ketika bom itu mendekati tanah.
Namun secara garis besar ada dua macam bom: bom biasa dan bom nuklir.


Bom Biasa
Lebih rinci lagi, terdapat lima macam bom biasa, yaitu: (1) bom
serbaguna, (2) bom kendali, (3) bom anti-lapis baja, (4) fragmentasi,
dan (5) pembakar.


Bom Serbaguna
Bom ini berisi RDX atau TNT (trinitrotoluena) sebagai bahan peledaknya.
Bom jenis ini biasa dijatuhkan dari pesawat yang terbang tinggi. Efek
merusakanya didasarkan pada ledakan dan tekanan balik ketika udara
tersedot lembali untuk mengisi kehampaan. Kecepatan pecahan bom secepat
peluru, dengan gelombang kejut yang bisa melewati tanah, air, maupun
bangunan.


Bobot bom serbaguna umumnya berkisar antara 100 sampai 1.000
kilogram. Panjangnya dua sampai empat meter. Tapi, ada juga bom
serbaguna yang seberat 6.800 kilogram. Jenis ini biasanya dijatuhkan di
atas hutan untuk menyiapkan pendaratan helikopter supaya aman.


Bom Kendali
Bom ini diarahkan ke sasaran dengan peralatan elektronik. Ada yang
berisi kamera TV yang diarahkan pada sasaran. Pilot mengikuti target
pada monitor TV dalam pesawat terbang. Bila ada penyimpangan, pilot
dapat mengoreksi jatuhnya bom dengan kendali jarak jauh. Ada pula bom
yang telah menyimpan gambar sasaran dalam memorinya dan dapat memandu
diri. Bom dapat juga dipandu pengindera laser.


Bom Anti-Lapis Baja.
Bom ini digunakan untuk menyerang kapal perang yang tebal lapisan
bajanya. Hidung bom ini keras dan tebal, sehingga dapat menembus lapisan
baja itu. Setelah menembus, barulah bom itu meledak di dalam kapal.


Bom Fragmentasi
Bom ini berguna untuk membunuh dan melukai pasukan musuh di lapangan
terbuka dan merusak pesawat, kendaraan, dan peralatan ringan. Bom ini
berisi batangan atau pecahan logam, yang akan pecah menjadi kepingan
tajam, ketika bom meletus. Ada juga bom kelompok yang terdiri dari
ratusan bom kecil dalam wadah ringan. Setelah lepas dari pesawat,
wadahnya terbuka dan bomnya menghambur pada medan yang cukup luas. Ada
yang meledak dan ada pula yang berperan sebagai ranjau (ini menunggu
picu kedua untuk meledak).


Bom Pembakar
Bom ini berfungsi untuk mengawali kebakaran. Bom ini diisi bensin atau
termit, yakni campuran alumunium dan oksida besi. Bobot bom berkisar
antara 1,6 sampai 500 kilogram. Salah satu jenis bom pembakar adalah bom
napalm, yaitu bom yang terbuat dari bensin yang dibuat seperti selai
yang lekat. Setelah bom meledak, selai ini tersebar dan melekat di
mana-mana sambil membakar tempat yang dilekatinya.


Bom-bom lain, misalnya bom yang kimia yang menyeburkan asap atau gas
racun, bom anti kapal selam (yang meledak di dalam air setelah mencapai
kedalaman tertentu), bom propaganda yang menyebarkan selebaran, dan bom
suar yang memancarkan cahaya untuk untuk pemotretan malam hari.


Bom Nuklir
Bom nuklir merupakan bom yang memiliki daya ledak yang maha dahsyat.
Ledakannya berasal dari peristiwa-peristiwa pembelahan (fisi) dan
penggabungan (fusi) inti-inti atom. Efek yang ditimbulkannya merupakan
akibat pelepasan energi yang sangat besar, dalam waktu yang sangat
singkat. Termasuk dalam jenis ini antara lain bom atom dan


bom hidrogen
Bom yang berasal dari pembelahan inti atom disebut bom atom. Dasar
pelepasan tenaga atom adalah pembelahan inti yang berlangsung dengan
reaksi berantai. Bom atom memerlukan waktu kurang dari 1/100.000 detik
untuk melakukan pembelahan inti dalam jumlah besar, sehingga terjadi
pelepasan tenaga sangat besar.


Peristiwa pembelahan inti adalah proses ketika sebuah neutron
menabrak suatu inti berat. Akibat tabrakan ini, terjadi pembelahan
menjadi dua inti yang lebih kecil dan beberapa butir neutron, dengan
disertai pelepasan energi (panas) yang sangat besar. Neutron-neutron ini
kemudian menabrak inti-inti lain yang akan membelah lebih lanjut.


Untuk terjadinya peledakan suatu bom atom, dalam reaksi berantai yang
terjadi harus terpenuhi kondisi-kondisi berikut: (1) nomor atom unsur
induk lebih besar dari 90, (2) setelah menangkap neutron, inti itu
seketika membelah menjadi dua bagian yang hampir sama massanya, (3)
adanya massa kritis yang bisa menghasilkan neutron sebagai neutron
pemula dalam reaksi berantai, (4) jumlah massa sebelum reaksi lebih
besar dari jumlah massa sesudah reaksi, (5) dalam setiap reaksi, jumlah
neutron yang terjadi harus lebih banyak dari jumlah neutron yang
bereaksi.


Bahan bom atom lazimnya adalah uranium-235 atau plutonium-239. Pada
prinsipnya, bom atom terdiri dari dua massa yang masing-masing lebih
kecil dari massa kritisnya. Tapi, bila digabung menjadi satu massa akan
melebihi massa kritis tersebut. Bila hendak diledakkan, kedua massa
tersebut digabungkan rapat-rapat sehingga terjadilah rentetan pembelahan
inti yang mengakibatkan peledakan yang sangat dahsyat. Sebagai contoh,
bom atom generasi awal yang diledakkan di Hiroshima dan Nagasaki (1945)
memiliki daya ledak sekitar 20.000 ton TNT.


Jenis bom yang lain adalah bom hidrogen. Bom jenis ini mendapatkan
tenaga dari fusi inti-inti atom hidrogen berat (deutron). Reaksi
penggabungan ini memerlukan suhu yang sangat tinggi untuk memulainya.
Untuk itu, pada bom hidrogen digunakan bom atom kecil untuk
mengawalinya.


Ledakan bom hidrogen jauh lebih dahsyat daripada ledakan bom atom.
Daya ledaknya diukur dalam megaton (juta ton) TNT. Ledakan bom ini akan
menghasilkan bola api dengan garis tengah beberapa kilometer disertai
timbulnya awan cendawan yang tinggi sekali.


Di samping bom atom dan bom hidrogen, dikenal pula bom kobalt.
Neutron yang banyak dihasilkan pada ledakan bom hidrogen dimanfaatkan
untuk mengubah kobat biasa (Co-59) menjadi kobalt-60 yang radioaktif.
Bom kobalt dibuat dengan menyelubungi sebuah bom hidrogen dengan wadah
yang terbuat dari kobalt biasa yang tebal.


http://de-kill.blogspot.com/2008/09/sekilas-teknologi-bom.html

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/206/teknologi-bom.html