Politeknik TNI-AD
Rubrik : Kesehatan
Khasiat Lidah Buaya
2010-11-14 03:18:52 - by : admin

Selain menyuburkan rambut, lidah buaya juga dikenal
berkhasiat untuk mengobati sejumlah penyakit. Di antaranya diabetes melitus dan
serangan jantung.

Lidah buaya atau Aloevera adalah salah satu tanaman obat yang berkhasiat
menyembuhkan berbagai penyakit. Tanaman ini sudah digunakan bangsa Samaria
sekitar tahun 1875 SM.

Bangsa Mesir kuno sudah mengenal khasiat lidah buaya sebagai obat sekitar tahun
1500 SM. Berkat khasiatnya, masyarakat Mesir kuno menyebutnya sebagai tanaman
keabadian.

Seorang peracik obat-obatan tradisional berkebangsaan Yunani bernama Dioscordes,
menyebutkan bahwa lidah buaya dapat mengobati berbagai penyakit. Misalnya bisul,
kulit memar, pecah-pecah, lecet, rambut rontok, wasir, dan radang tenggorokan.

Dalam laporannya, Fujio L. Panggabean, seorang peneliti dan pemerhati tanaman
obat, mengatakan bahwa keampuhan lidah buaya tak lain karena tanaman ini
memiliki kandungan nutrisi yang cukup bagi tubuh manusia. Hasil penelitian lain
terhadap lidah buaya menunjukkan bahwa karbohidrat merupakan komponen terbanyak
setelah air, yang menyumbangkan sejumlah kalori sebagai sumber tenaga.




Makanan Kesehatan

Menurut seorang pengamat makanan kesehatan (suplemen), Dr. Freddy Wilmana, MFPM,
Sp.FK, dari sekitar 200 jenis tanaman lidah buaya, yang baik digunakan untuk
pengobatan adalah jenis Aloevera Barbadensis miller. Lidah buaya jenis ini
mengandung 72 zat yang dibutuhkan oleh tubuh.

Di antara ke-72 zat yang dibutuhkan tubuh itu terdapat 18 macam asam amino,
karbohidrat, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, hormon, dan zat golongan obat.
Antara lain antibiotik, antiseptik, antibakteri, antikanker, antivirus,
antijamur, antiinfeksi, antiperadangan, antipembengkakan, antiparkinson,
antiaterosklerosis, serta antivirus yang resisten terhadap antibiotik.

Mengingat kandungan yang lengkap itu, lidah buaya menurut Dr. Freddy bukan cuma
berguna menjaga kesehatan, tapi juga mengatasi berbagai penyakit. “Misalnya
lidah buaya juga mampu menurunkan gula darah pada diabetesi yang tidak
tergantung insulin. Dalam waktu sepuluh hari gula darah bisa normal,” katanya.

Mengandung Antioksidan
Menurut Dr. Freddy, beberapa unsur mineral yang terkandung dalam lidah buaya
juga ada yang berfungsi sebagai pembentuk antioksidan alami. Misalnya vitamin C,
vitamin E, dan zinc.

“Bahkan hasil penelitian yang dilakukan ilmuwan asal Amerika Serikat menyebutkan
bahwa dalam Aloevera barbadensis miller terdapat beberapa zat yang bisa
berfungsi sebagai antioksidan,” ujarnya. Antioksidan itu berguna untuk mencegah
penuaan dini, serangan jantung, dan beberapa penyakit degeneratif.

Lidah buaya bersifat merangsang pertumbuhan sel baru pada kulit. Dalam lendir
lidah buaya terkandung zat lignin yang mampu menembus dan meresap ke dalam kulit.
Lendir ini akan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit. Hasilnya,
kulit tidak cepat kering dan terlihat awet muda.

Selain wasir, lidah buaya bisa mengatasi bengkak sendi pada lutut, batuk, dan
luka. Lidah buaya juga membantu mengatasi sembelit atau sulit buang air besar
karena lendirnya bersifat pahit dan mengandung laktasit, sehingga merupakan
pencahar yang baik.

Sejauh ini, menurut Dr. Freddy, penelitian belum menemukan efek samping
penggunaan lidah buaya. Jika ada masalah, itu hanya berupa alergi pada mereka
yang belum pernah mengonsumsi lidah buaya. “Tapi, sejauh ini dari pasien saya
yang mengonsumsi suplemen berbahan dasar lidah buaya, reaksi yang muncul adalah
karena daya kerja obat yang melawan penyakit,” katanya.

Namun, yang perlu diingat, menurut Dr. Freddy, sifat tanaman lidah buaya hampir
mirip dengan buah apel yang bila habis digigit langsung berwarna cokelat. Hal
itu bisa menjadi tanda lidah buaya telah teroksidasi, sehingga beberapa zat yang
dikandungnya rusak.

“Memang tidak semua unsurnya rusak, tapi siapa yang mau hanya mendapat ampas?
Karena itu, sebaiknya segera konsumsi ramuan lidah buaya, baik yang diracik atau
yang sudah diolah, agar lebih terasa manfaatnya,” lanjutnya.

Ramuan Lidah Buaya

Radang tenggorokan
Cara Meramu: 1 daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya dipotong-potong atau
diblender. Tambahkan 1 sendok makan madu murni. Minum 3 kali sehari.

Ambeien
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dibuang durinya, dicuci,
lalu diparut. Beri setengah (1/2) gelas air panas, kemudian peras. Tambahkan 2
sendok makan madu. Dalam keadaan hangat, minum 3 kali sehari.

Sembelit
Cara Meramu: Setengah (1/2) batang daun lidah buaya dicuci dan dikupas. Isinya
dipotong kecil-kecil. Seduh dengan setengah (1/2) gelas air. Beri 1 sendok makan
madu. Hangat-hangat dimakan 2 kali sehari.

Diabetes melitus
Cara Meramu: 2 batang daun lidah buaya, dicuci, dibuang durinya, dipotong-potong.
Rebus dengan 3 gelas air, lalu saring. Minum 3 kali sehari sesudah makan,
masing-masing setengah gelas.

Penurun kadar gula darah
Cara Meramu: 1 pelepah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak
tangan) dibersihkan dengan mengupas kulit dan durinya. Rendam sekitar 30 menit
dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir (air kran).
Rebus dengan 3 gelas air hingga mendidih. Dinginkan. Minum sebanyak 1/2 gelas, 2
sampai 3 kali sehari.

Penyubur rambut
Cara Meramu: 2 pelepah lidah buaya dicuci lalu kupas. Isinya digosokkan pada
kulit kepala yang telah dikeramas pada sore hari. Bungkus dengan kain. Keesokan
harinya rambut dibilas. Lakukan setiap hari selama 3 bulan.

Batuk (yang membandel)
Cara Meramu: 20 g daun lidah buaya dicuci, dikupas, dipotong-potong. Beri 2
sendok makan madu murni. Minum 2 kali sehari. Ulangi selama 10 hari.

Politeknik TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/14/khasiat-lidah-buaya.html