Lemjiantek.mil.id : Sekolah Tinggi Teknologi TNI-AD
Rubrik : Hasil Karya Siswa
RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI
2011-08-01 09:58:21 - by : sanjaya

RANCANG BANGUN ALAT PENDETEKSI KEBOCORAN GAS KARBON MONOKSIDA PADA KENDARAAN DINAS VIP TNI AD


 


OLEH


SERTU I NYOMAN SUSADIYA  ELKA ≠ 15


 



1.            Umum.           Gas karbon monoksida (CO) merupakan gas yang dapat merusak kesehatan,
gas ini tidak berwarna, tidak berbau, tidak
berasa, tidak mudah
larut dalam air, beracun dan sangat berbahaya
karena dapat menyebabkan kematian. Gas ini dapat bertahan lama di bumi karena
kemampuan atmosfer untuk menyerapnya adalah antara 1 sampai 5 tahun. Di kota-kota besar, sumber
utama penghasil CO adalah kendaraan bermotor seperti mobil, truk, bus dan
sepeda motor karena pembakaran BBM yang tidak sempurna. CO dapat terbentuk
secara alamiah maupun sebagai hasil sampingan kegiatan manusia.


Masyarakat
dengan aktifitas tinggi disekitar lalu lintas padat (polisi, tukang parkir,
penjaga pintu tol) dan pekerja pada tempat dengan hasil sampingan CO (bengkel
kendaraan bermotor, industri logam, industri bahan bakar, industri kimia)
merupakan kelompok yang paling rentan terhadap
bahaya gas ini. Dampak dari CO bervariasi tergantung dari status kesehatan seseorang, antara
lain dapat memperparah kelompok penderita gangguan jantung dan paru-paru,
kelahiran premature dan berat badan
bayi di bawah normal. CO menghalangi darah dalam mengangkut oksigen sehingga
darah kekurangan oksigen dan jantung bekerja lebih berat. Bila seseorang menghirup CO pada kadar tinggi dan dalam waktu tertentu dapat menimbulkan
pingsan, bahkan kematian.


Seperti
halnya yang telah kita ketahui baik dari media elektronik maupun media cetak, kejadian di jakarta pada
kendaraan sedan yang diparkir dalam kondisi mesin hidup mengalami keracunan akibat menghirup gas
karbon monoksida (CO) yang mengakibatkan kematian. Keracunan terjadi saat mesin hidup
tetapi kaca jendela dan pintu mobil tertutup rapat sehingga sirkulasi udara
tidak bisa berlangsung. Keracunan diakibatkan adanya kebocoran gas karbon
monoksida dari knalpot  kendaraan yang
masuk ke dalam ruangan mobil. Kejadian serupa juga terjadi di parkiran mol yang
menelan korban jiwa akibat menghirup gas CO berlebihan.


Dari
kejadian tersebut, untuk menghindari kejadian serupa pada personel prajurit,
maka pada kendaraan dinas VIP TNI-AD perlu adanya alat yang dapat mendeteksi kebocoran gas Karbon Monoksida, sehingga pada
penulisan Tugas Akhir ini penulis mengambil judul Rancang Bangun
Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Karbon Monoksida pada
Kendaraan Dinas VIP TNI-AD.


 


2.          Maksud dan Tujuan.


a.       Maksud.        Adapun maksud
pembuatan alat tersebut yaitu untuk mencegah korban jiwa prajurit akibat keracunan gas karbon monoksida
pada
kendaraan dinas VIP TNI-AD.


b.         Tujuan
.
         Tujuan pembuatan alat ini
adalah untuk memberikan masukan kepada pimpinan TNI-AD tentang alternatif meningkatkan
keamanan dan kenyamanan pada penggunaan kendaraan dinas VIP TNI-AD.


 


3.            Ruang Lingkup dan Tata Urut.


a.         Ruang
Lingkup.
      Agar
pembahasan dalam penulisan tugas akhir ini tidak melebar maka penulis akan
membatasi permasalahan dengan ruang lingkup sebagai berikut :


1)         Membahas
perencanaan dan pembuatan sistem pendeteksi gas karbon monoksida yang berbasis mikrokontroler.


2)         Dalam hal ini, penulis tidak membahas
catu daya serta mengenai proses terjadinya gas karbon monoksida.


b.       Tata
Urut.    
Untuk mempermudah dalam penulisan
Tugas Akhir ini, maka penulis menyusunnya dengan tata urutan sebagai berikut :   


            1)         BAB I            :  Pendahuluan.


            2)         BAB
II           :  Tinjauan Pustaka.


            3)         BAB
III          :  Metodologi Penelitian.


            4)         BAB
IV           :  Pengujian dan Analisa Data.


            5)         BAB
V            :  Kesimpulan dan Saran.


            6)         BAB
VI           :  Penutup.


 


4.            Pendekatan.                        Pada penulisan Tugas Akhir
ini, penulis menggunakan metode pendekatan secara Deduktif dan Induktif.


a.         Deduktif.       Terdiri dari :


            1)         Deskriptif.      Yaitu pengambilan data
didasarkan pada penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya.


2)         Literatur.        Yaitu pengumpulan data
melalui buku-buku referensi, jurnal dan artikel yang berkaitan dengan gas karbon
monoksida.


3)         Data
kualitatif.          Yaitu data-data yang diperoleh
berdasarkan pada teori-teori yang didapatkan.


            b.         Induktif.   Terdiri dari :


1)          Empiris.
       Adalah kegiatan ilmiah yang disertai
dengan penelitian.


                  2)          Eksperimen.                  Adalah pengumpulan data melalui
suatu penelitian atau uji kandungan gas karbon monoksida


3)          Data
kuantitatif. Adalah data-data yang didapat berupa grafik atau tabel.


 


5.            Pengertian-pengertian.


a.         Karbon Monoksida
(CO).            
Merupakan suatu senyawa yang berwujud gas yang
terbentuk dari hasil pembakaran yang tidak sempurna. Gas ini  dapat menyebabkan kematian jika terhirup pada
kadar tertentu[1].


b.         Sensor TGS 2442.              Merupakan salah satu jenis sensor gas dengan bahan semikonduktor
yang bekerja berdasarkan prinsip pengikatan dan penyerapan gas CO di permukaan bahan
semikonduktor, sehingga akan terjadi perubahan resistansi dari sensor[2].
Perubahan resistansi sensor inilah yang digunakan sebagai acuan dalam
menentukan besarnya kadar gas CO
di sekitar
sensor.


c.         Mikrokontroler  AVR ATmega8.              AVR ATmega8 merupakan
mikrokontroler dengan arsitektur Harvard dimana antara kode program dan data
disimpan dalam memori secara terpisah[3].


d.         Software.      Adalah bahasa pemrograman (Perangkat  Lunak) yang dipakai oleh Mikrokontroler ATmega untuk menjalankan hardware (Perangkat Keras),  sesuai dengan aplikasi yang diinginkan.


e.         LCD ( Liquid
Crystal Display
).
         Adalah suatu alat berbentuk
kristal cair yang akan beremulsi (bercahaya) apabila diberi  sumber
tegangan.


 




[1] )  http//www.google/keracunan
gas karbon monoksida, diakses
tanggal 13-8-2008


[2] Data Sheet Sensor Gas CO
TGS 2442


[3])  Data Sheet  ATmega8

Lemjiantek.mil.id : Sekolah Tinggi Teknologi TNI-AD : http://lemjiantek.mil.id
Versi Online : http://lemjiantek.mil.id/article/118/rancang-bangun-alat-pendeteksi.html