PENYAKIT LYME-BORRELIA

Rabu, 27 Juli 2011 13:42:35 - Created by : Website Team, Published by : kusnadi
PENYAKIT LYME-BORRELIA

Penyakit Lyme-Borrelia

 

Penduduk Eropa atau di Amerika Serikat, kini menanggapi dengan serius jika sakit demam pada saat musim panas sekitar bulan Juli dan Agustus. Gejala seperti demam biasa, yakni sakit kepala, pembengkakan kelenjar limfosit, atau nyeri pada pesendian tidak lagi dipandang ringan. Sebab pada bulan-bulan itu, adalah puncak serangan penyakit lyme. Penyakitnya pada tahap awal menunjukan gejala mirip demam biasa, namun dalam jangka panjang berakibat amat merugikan.

Memang seringkali penyakitnya pada tahap awal sembuh sendiri. Namun pada tahap selanjutnya, penyakit lyme ini dapat mengakibatkan komplikasi pada sistem saraf pusat dan otot jantung. Dalam kasus berat, tidak jarang terjadi peradangan otot jantung dan selaput otak, dengan akibat gangguan detak jantung atau kelumpuhan separuh anggota badan. Pada stadium berikutnya, terjadi kerusakan lebih lanjut sistem saraf pusat, nyeri hebat pada persendian dan kerusakan pada kulit.  Penyakit lyme disebabkan oleh bakteri Borrelia, yang inangnya adalah sejenis kutu kulit, yang di Jerman disebut zecke dan di AS disebut ticks. Kutu kulit dari keluarga Ixodes, yang besarnya kira-kira seukuran kepala jarum pentul ini biasanya menyerang rusa, tikus, burung serta mamalia lainnya.

Kutu kulit Ixodes menghisap darah korbannya dengan menggunakan sungut pengisap. Kutu kulit mengisap darah korbannya selama beberapa hari sampai kenyang dan ukuran tubuhnya menggelembung sampai 200 kali lipat ukuran asalnya. Gigitan kutu Ixodes relatif tidak berbahaya. Namun pada saat menghisap darah itulah berlangsung transfer bakteri Borrelia dari kutu ke dalam pembuluh darah inangnya. Yang mencemaskan, jumlah kasus infeksi Borrelia di Eropa maupun di AS terus meningkat. Di AS tahun 2000 lalu tercatat peningkatan serangan infeksi lyme-Borrelia sebesar 25 kali lipat dibanding tahun 1982, menjadi 12.500 kasus.

Di Jerman tercatat rata-rata 500 kasus penyakit lyme-Borrelia setiap tahunnya. Memang mula-mula serangan penyakit lyme-Borrelia dianggap tidak berbahaya. Barulah setelah pada tahun 1982, ketika sejumlah penyakit yang mulanya dianggap misterius dapat dilacak penyebabnya akibat infeksi Borrelia, jawatan kesehatan AS memberikan peringatan kepada warganya. Di Jerman tidak jarang serangan penyakit lyme-Borrelia menyebabkan korbannya cacat seumur hidup. Namun karena kasusnya di Eropa masih tergolong jarang, masih ada dokter yang salah mendiagnosa penyakitnya. Namun para dokter di kawasan endemik lyme-Borrellia, seperti di Jerman Selatan, sudah akrab dengan gejala penyakit tsb. Untuk mencegah infeksinya, orang yang digigit kutu kulit Ixodes, disarankan melepaskannya dengan tang khusus yang dijual di apotek. Atau segera pergi ke dokter.

Gigitan kutu kulit Ixodes biasanya amat kuat menancap di kulit. Jika dicabut sembarangan atau kutunya dibunuh, dikhawatirkan akan semakin banyak bakteri Borrelia yang disemburkan ke pembuluh darah. Dengan cara melepaskan gigitannya secara hati-hati, diharapkan jumlah Borrelia yang dapat ditularkan juga dapat ditekan sampai minimal. Jika dicabut dengan kekerasan, dikhawatirkan kutu kulit akan melepaskan semua isi perutnya ke peredaran darah manusia. Padahal di perut kutu kulit inilah bakteri Borrelia berkembang biak. Serangan kutu kulit Ixodes memang sulit dihindari. Untuk mencegahnya, para ahli menyarankan agar para penggemar jalan-jalan di hutan atau alam bebas, selalu memakai baju tangan panjang dan celana panjang, serta memakai kaos kaki dan sepatu tertutup. Usahakan memakai baju berwarna terang, agar kutu bisa segera terlihat.

Sebisa mungkin gunakan topi atau tutup kepala, dan jangan terlalu bersemangat menerobos semak-semak. Karena di semak-semak yang rimbun lebih banyak kemungkinan serangan kutu kulit. Bila digigit kutu kulit Ixodes segera ke dokter. Apalagi jika terlihat tanda-tanda peradangan kulit berbentuk lingkaran di sekitar lokasi gigitan. Peradangan ini dapat meluas ke seluruh tubuh, namun juga akan sembuh sendiri. Namun jangan lupa, bakteri Borrelia berarti sudah menyusup jauh ke dalam tubuh. Sejauh ini belum ada vaksin anti Borrelia. Juga pengobatan serangannya amat beragam, tergantung kondisi pasiennya. Infeksi Borrelia biasanya ditanggulangi menggunakan antibiotika. Pengobatannya harus berlanjut, agar infeksinya tidak kambuh lagi.(muj)

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Kesehatan" Lainnya