Peneliti Temukan Bahaya Baru Rokok Bagi Mulut yang Mengerikan

Senin, 27 April 2015 12:34:35 - Created by : Website Team, Published by : Msuhari
Peneliti Temukan Bahaya Baru Rokok Bagi Mulut yang Mengerikan

           Peneliti Temukan Bahaya Baru Rokok Bagi Mulut yang Mengerikan
 


TRIBUN-TIMUR.COM - Menurut sebuah penelitian menyatakan bahwa seseorang yang menggunakan tembakau lebih rentan tertular human papillomavirus tipe 16 (HPV-16) melalui mulut.
Oral HPV-16 diyakini bertanggung jawab atas peningkatan kejadian kanker sel skuamosa orofaringeal. Penelitian yang dilakukan dalam meneliti hubungan antara jumlah penggunaan rokok yang dihisap per hari dan kejadian HPV.
Carole Fakhry dari Universitas Kedokteran Johns Hopkins, Baltimore bersama dengan rekan-rekannya meneliti hubungan antara prevalensi kejadian oral HPV-16 dengan penggunaan rokok (lingkungan yang merokok, kebiasaan merokok).
Para peneliti menggunakan data dari National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES), peserta berusia 14-69 tahun yang memenuhi syarat untuk dilakukan tes DNA HPV oral.
Penelitian ini melibatkan 6.887 peserta NHANES, di antaranya 2,012 (28,6 persen) adalah pengguna tembakau saat ini dan 63 (1,0 persen) memiliki HPV-16 yang terdeteksi.

Pengguna tembakau dibanding bukan pengguna tembakau biasanya lebih banyak pada pria, pendidikan yang kurang dan mempunyai aktivitas seks oral yang lebih tinggi. Berdasarkan penelitian ditemukan para pengguna tembakau berhubungan secara signifikan dengan risiko kejadian infeksi oral HPV-16.

Oral HPV-16 ini ditemukan pada para pengguna tembakau sekitar 2 persen dibandingkan dengan kejadian oral HPV-16 pada kelompok bukan pengguna tembakau hanya sekitar 0,6 persen.
Kadar kotinin dan NNAL (penanda spesifik pengguna tembakau) lebih tinggi pada individu yang terinfeksi oral HPV-16 dibanding yang tidak terinfeksi oral HPV-16
Penelitian ini telah dipublikasikan di dalam Journal of American Medical Association (JAMA).
Bahaya Rokok Bagi Seks
Tahukah Anda bahwa merokok ternyata benar-benar dapat menghapus kromosom seks?
Kromosom seks merupakan sejenis kromosom yang berfungsi untuk menentukan jenis kelamin dan dapat mempengaruhi kesuburan seseorang. Kromosom seks terdiri dari 2 jenis, yaitu kromosom X dan kromosom Y.
Walaupun banyak orang, terutama pria, mengira mereka akan tampak lebih keren saat merokok, akan tetapi merokok ternyata justru dapat membuat seorang pria kehilangan kromosom Y nya, yang dapat membuat mereka menjadi mandul karena berkurangnya jumlah sperma.
Sebuah penelitian baru yang dilakukan di Swedia menemukan bahwa seorang pria yang merokok memiliki resiko yang lebih tinggi, bahkan hingga 3 kali lipat, untuk kehilangan kromosom Y nya dibandingkan dengan pria yang tidak merokok.
Para peneliti mengatakan bahwa menghilangnya kromosom Y inilah yang mungkin merupakan salah satu penyebab mengapa pria lebih rentan menderita kanker tertentu yang terjadi akibat merokok dibandingkan dengan wanita.
Kromosom Y merupakan kromosom seks yang hanya terdapat pada pria dan kromosom ini merupakan salah satu hal yang membuat pria menjadi seorang pria sesungguhnya. Kromosom Y ini juga mempengaruhi perkembangan buah zakar.
Pada penelitian ini, para peneliti menganalisa lebih dari 6.000 orang pria dan juga memasukkan berbagai hal lain yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian seperti usia, kebiasaan olahraga, kadar kolesterol darah, tingkat pendidikan, berapa banyak minuman beralkohol yang dikonsumsi, gaya hidupnya, kebiasaan merokok, dan sebagainya.
Para peneliti menemukan bahwa seorang pria yang merokok memiliki resiko yang lebih tinggi untuk kehilangan kromosom Y nya dibandingkan dengan pria yang tidak pernah merokok atau yang telah menghentikan kebiasaan buruk tersebut.
 


                                                                    Mulut yang terjangkit human papillomavirus.

Akan tetapi, para peneliti menemukan bahwa menghilangnya kromosom Y ini mungkin bukanlah sesuatu hal yang permanen.
Hal ini dikarenakan para peneliti menemukan bahwa hampir tidak ada perbedaan antara keadaan kromosom Y pada pria yang pernah merokok tetapi berhenti dengan seorang pria yang memang tidak pernah merokok.
Seberapa banyak kromosom Y yang hilang tampaknya juga dipengaruhi oleh berapa banyak rokok yang Anda konsumsi. Hal ini berarti bahwa semakin banyak jumlah rokok yang Anda konsumsi, maka semakin banyak pula kromosom Y Anda yang hilang.
Hasil penelitian ini mungkin merupakan salah satu jawaban dari pertanyaan mengapa seorang pria tampaknya memiliki usia yang lebih pendek dibandingkan dengan wanita.(pilihdokter)

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Kesehatan" Lainnya