Waspada, Gejala Penyakit Ginjal Baru Muncul Ketika Stadium Lanjut

Sabtu, 14 Maret 2015 05:01:24 - Created by : Website Team, Published by : Msuhari
Waspada, Gejala Penyakit Ginjal Baru Muncul Ketika Stadium Lanjut

                 Waspada, Gejala Penyakit Ginjal-

                Baru Muncul Ketika Stadium Lanjut

By : My Arh M.Suhari

 

Jakarta - Seperti halnya kanker, penyakit ginjal kronik (PGK) juga disebut sebagai silent disease karena baru menimbulkan gejala ketika sudah berada pada stadium lanjut. Akibatnya proses penyembuhan menjadi sulit karena kondisi ginjalnya sudah sangat parah.

"Banyak pasien yang tidak sadar kalau dia menderita penyakit ginjal kronik. Ketika sudah timbul gejala seperti kelelahan, mual dan muntah-muntah, baru ketahuan kalau penyakitnya sudah masuk stadium empat dan harus menjalani cuci darah," ujar Konsultan ginjal dan hipertensi dari RSCM Jakarta, Parlindungan Siregar di Jakarta, Kamis (12/3).

Karena itu, Parlindungan menekankan pentingnya melakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara rutin agar masalah yang muncul bisa cepat terdeteksi. "Kalau punya keturunan batu ginjal, hipertensi atau diabetes, pemeriksaan fungsi ginjal harus lebih sering dilakukan. Tetapi kalau tidak ada keturunan, cukup dengan pemeriksaan urine setahun sekali," ujarnya.

Sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan ginjal, lanjutnya, masyarakat juga diimbau untuk minum air putih yang cukup. Pada orang dengan fungsi ginjal normal, dengan minum setidaknya dua liter per hari, maka jumlah urine yang dikeluarkan akan bertambah, sehingga mengencerkan zat-zat pembentuk batu.

"Menjaga kesehatan ginjal dapat dilakukan dengan menjaga badan tetap bugar dan aktif olahraga, menjaga kadar gula darah, menjaga tekanan darah tetap stabil, mengonsumsi makanan sehat dan menjaga berat badan tetap ideal, mengonsumsi air yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi obat anti nyeri dalam jangka panjang," ujar Guru Besar Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut.

Organisasi Kesehatan Dunia mencatat, sekitar 10 persen dari populasi dunia menderita PGK, dan diprediksi akan meningkat hingga 17 persen pada dekade selanjutnya.

Sementara di Indonesia berdasarkan data Kementerian Kesehatan, saat ini penderita gagal ginjal yang harus menjalani hemodialisa atau cuci darah sekitar 1.050.000 orang.

-  - Cara Deteksi Penyakit Ginjal Kronik

Penyakit ginjal kronik diketahui menyerang lebih dari 100.000 orang di Indonesia, dengan gejala yang sulit terdeteksi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah melakukan tes urine.

"Penyakit ginjal itu dikenal dengan julukan silent disease. Jadi, susah untuk diketahui. Saya menganjurkan untuk melakukan tes urine karena paling murah," kata Guru Besar Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Prof. DR. dr. Parlindungan Siregar, Sp PD-KGH di Jakarta, Kamis (12/3).

Dari tes urine tersebut, lanjutnya, dapat diketahui struktur ginjal secara lebih rinci, seperti ada tidaknya kandungan sel darah merah dan protein dalam air kencing. Selain itu, USG dan CT Scan untuk mengetahui kelainan pada ginjal.

Parlin juga memaparkan kerusakan ginjal bukan berasal dari organ ginjal saja, tapi bisa dari organ tubuh lain yang punya pengaruh terhadap kerja ginjal seperti gagal jantung dan sirosis hati.

"Kalau ada turunan batu kemih, hipertensi atau diabetes sering dimonitor," ujarnya.

Hasil studi epidemologi di Indonesia oleh Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PERNEFRI) tahun 2005 menunjukkan sebanyak 12,5 persen dari masyarakat diketahui mengalami Penyakit Ginjal Kronik (PGK).

Penulis: Mohamad Rahmalio/FIR

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Kesehatan" Lainnya