NITROGLISERIN SEBAGAI BAHAN PELEDAK

Sabtu, 14 Februari 2015 09:56:19 - Created by : Dep Sista, Published by : Sanjaya

NITROGLISERIN SEBAGAI BAHAN PELEDAK

 

Lettu Arh Mohammad Ali,S.T

Gumil Golongan VIII Departemen Sistem Senjata

 

 

Abstrak

Bahan peledak (explosives) adalah bahan/zat yang berbentuk cair, padat, gas atau campurannya yang apabila dikenai suatu aksi berupa panas, benturan, gesekan akan berubah secara kimiawi menjadi zat-zat lain yang lebih stabil, yang sebahagian besar atau seluruhnya berbentuk gas dan perubahan tersebut berlangsung dalam waktu yang amat singkat, disertai efek panas dan tekanan yang sangat tinggi. Nitrogliserin merupakan salah satu bahan dasar dari propelan jenis double base. Campuran nitrogliserin dan nitroselulosa merupakan bahan yang umum digunakan dalam industri bahan peledak. Nitrogliserin pertama kali ditemukan pada tahun 1846 oleh Sobrero, akan tetapi baru tahun 1860-an nitrogliserin mulai digunakan sebagai bahan peledak ketika Immanuel dan Alfred Nobel berhasil mengembangkan metode mengenai penggunaan nitrogliserin sebagai bahan peledak dengan cukup aman. Tahun-tahun berikutnya Alfred Nobel berhasil mengembangkan bahan peledak nitrogliserin yang lebih maju, seperti dinamit pada tahun 1868.

Kata Kunci :       Gliserin, Bahan Peledak, High Explosive

.

PENDAHULUAN

Nitrogliserin (bahasa Inggris: Nitroglycerin) juga dikenal sebagai trinitrogliserin dan glyceryl trinitrate, adalah sebuah senyawa kimia, cairan peledak yang berat, tak berwarna, beracun, berminyak, dan diperoleh dari menitratkan glycerol. Gliserin adalah cairan kental yang tidak berwarna dan jika dicicipi terasa manis. Ia memiliki titik didih tinggi dan membeku dalam bentuk pasta. Pada  umumnya gliserin digunakan dalam sabun dan produk kecantikan lainnya seperti lotion, meskipun juga digunakan, dalam bentuk nitrogliserin.  Senyawa ini juga digunakan dalam mencetak dan tinta, buah-buahan yang diawetkan, lotion dan sebagai pelumas dan dalam dunia medis gliserin digunakan sebagai vasodilator untuk merawat kondisi jantung.  Selain kegunaan untuk dunia industri dan kesehatan gliserin dapat digunakan untuk bahan peledak seperti dinamit, meskipun sebelum digunakan sebagai bahan peledak harus dicampur unsur lain.

Bahan Peledak

      Bahan peledak (explosives) adalah bahan/zat yang berbentuk cair, padat, gas atau campurannya yang apabila dikenai suatu aksi berupa panas, benturan, gesekan akan berubah secara kimiawi menjadi zat-zat lain yang lebih stabil, yang sebahagian besar atau seluruhnya berbentuk gas dan perubahan tersebut berlangsung dalam waktu yang amat singkat, disertai efek panas dan tekanan yang sangat tinggi

 

Jenis - Jenis Bahan Peledak. 

          Ledakan merupakan reaksi kimia yang merambat dari satu titik ke titik lain dalam massa bahan peledak tersebut Komposisi jenis-jenis bahan peledak tersebut pada umumnya adalah sebagai berikut :

(1)       Bahan peledak rendah (Low Explosives).  Bahan peledak yang kecepatan rambat reaksinya rendah (umumnya di bawah 1.000 m/detik) . Bahan peledak rendah (Low Explosives) umumnya digunakan sebagai bahan pendorong atau propelan.  Beberapa contoh Bahan peledak rendah (Low Explosives) antara lain :

(a)        Single Base (Small Arms) . Bahan dasar terdiri dari satu senyawa, yaitu Nitroselulosa (umumnya digunakan untuk jenis senjata ukuran kecil)

(b)        Double Base . Bahan dasar terdiri dari dua senyawa, nitroselulosa dan nitrogliserin yang pada umumnya digunakan untuk propelan  munisi , Mortir dan Roket

2)         Bahan peledak tinggi (High Explosives) yang terdiri dari :

(a)        Bahan peledak non initial

(b)        Bahan peledak penghantar

(c)        Bahan peledak penghancur


Gliserin.         

            Gliserin adalah nama komersial dari produk yang terdiri dari gliserol dan sejumlah kecil air. Gliserol  sebenarnya merupakan alcohol trihidrat C3H5(OH)3     , yang  lebih  tepatnya dinamai 1,2,3-propanatriol.  Gliserin mudah menyerap air dari udara sekitarnya, berarti gliserin bersifat higroskopis. Jika ada gliserin dibiarkan di tempat terbuka, gliserin tersebut akan menyerap air dari udara sekitarnya hingga cairan tersebut mengandung 20% air. Gliserin memiliki berbagai kegunaan. Misalnya untuk membuat dinamit, walaupun sebenarnya gliserin bukan bahan yang mudah meledak. Dengan demikian, gliserin harus diproses sebelum dapat digunakan sebagai bahan peledak. Senyawa ini juga digunakan dalam percetakan dan pembuatan tinta, mengawtkan buah-buahan, lotion dan sebagai pelembut. Gliserin  juga dapat digunakan untuk mencegah jack hidrolik dari pembekuan. Kemampuan antiseptiknya bisa digunakan untuk pelestarian spesimen ilmiah.

 

               

 

Gambar 1.  Gliserin

 

Gliserin Sebagai Bahan Peledak.

            Campuran nitrogliserin dan nitroselulosa merupakan bahan yang umum digunakan dalam industri bahan peledak. Sampai saat ini kebutuhan bahan peledak masih diperoleh dari luar negeri termasuk nitrogliserin yang merupakan bahan dasar utama dalam pembuatan propelan jenis double base. Nitrogliserin dapat dihasilkan melalui proses nitrasi pada kondisi tertentu dengan menggunakan campuran asam nitrat dan asam sulfat. Asam-asam tersebut pada saat ini telah dapat diproduksi di dalam negeri begitu pula gliserinnya.

            Dewasa ini merupakan hasil samping pada industri sabun telah dapat diperoleh dengan kadar 85-99,5 %. Nitrogliserin merupakan salah satu bahan kimia yang dapat juga digunakan sebagai obat-obatan. Sebagai bahan obat misalnya, nitrogliserin digunakan sebagai obat untuk meredakan rasa sakit dan mengurangi frekuensi serangan angina pektoris. Sedangkan jika digunakan sebagai bahan peledak, nitrogliserin termasuk bahan peledak tingkat tinggi (high explosive) yang biasa dipakai sebagai bahan peledak di dalam dinamit dan propelan jenis double base dan triple base. Nitrogliserin sangat penting dalam usaha pertahanan negara, artinya bisa digunakan dalam keadaan darurat maupun sebagai bahan yang bisa dipakai untuk latihan perang. Selain sebagai bahan obat dan bahan peledak, nitrogliserin juga dapat dipakai dalam bidang-bidang lain semisal bidang pertambangan maupun usaha-usaha lain, baik sebagai bahan pembantu maupun bahan baku.

Pembuatan Nitrogliserin

a.            Bahan Baku.

            Bahan baku teknis pembuatan nitrogliserin secara umum adalah asam sulfat, asam nitrat, dan gliserin yang mana bahan-bahan ini murah dan mudah diperoleh di pasaran. Nitrogliserin merupakan komponen utama propelan (bahan bakar) roket senjata FFAR (Fin Folded Aerial Rocket). Nitrogliserin (NG) dihasilkan dengan proses kimia secara nitrasi sederhana terhadap gliserin dalam media asam sulfat.

b.            Proses pembuatan

            Nitrogliserin dapat dibuat dengan mereaksikan gliserin (gliserol) dengan asam nitrat (HNO3). Reaksi ini merupakan reaksi nitrasi, yaitu reaksi antara asam nitrat dan gliserin, Dimana fase campuran di dalam Reaktor berbentuk fase emulsi. Seperti terlihat dalam reaksi dibawah ini.

C3H5(OH)3 + 3 HNO    3H2SO4        C3H5(ONO2)3 + 3 H2O

Pada saat ini, asam yang umum digunakan sebagai nitrating agent adalah campuran asam nitrat dan asam sulfat dengan perbandingan sebagai berikut:

-              40-50 % HNO3

-              50-60 % H2SO4

Perbandingan asam/gliserin harus dijaga sedemikian rupa sehingga jumlah asam berlebih (kira-kira 20%) dari asam yang seharusnya dibutuhkan menurut perhitungan teoritis. Umumnya perbandingan berat antara gliserin adalah 5,5-6,5. Asam yang tersisa setelah reaksi tidak boleh digunakan lagi sebagai nitrating agent atau disimpan. Hal ini karena besar kemungkinan nitrogliserin masih terdapat dalam asam tersebut dan dapat menyebabkan bahaya ledakan.

Cara pengadukan adalah satu faktor utama yang harus diperhatikan, selain tentu saja pengadukan yang kurang baik akan menghasilkan hasil yang rendah. Yang harus diperhatikan dalam pengadukan adalah semua bagian harus teraduk,tidak boleh ada bagian dalam reaktor yang tidak teraduk, yang menyebabkan terakumulasikannya panas yang tidak terkontrol dan bisa menimbulkan resiko ledakan.2

Perbandingan Proses Pembuatan Nitrogliserin

No.

Pertimbangan

Schmid-Meissner

Nitro Nobel

Injektor

Biazzi

Continuous

1

Bahan baku

Gliserol dan

asam nitrat

Gliserol dan

asam nitrat

Gliserol dan

asam nitrat

2

Konversi

93%

90 % - 93%

95 %

3

Kondisi proses

1 atm, 18 oC

1 atm, 45-50 oC

1 atm, 15oC

4

Katalis

H2SO4

H2SO4

H2SO4

5

NG yang terakumulasi dalam suatu system (factor keamanan)

Banyak

terakumulasi

Banyak

terakumulasi

Sedikit

terakumulasi

 

KESIMPULAN

a.            Nitrogliserin merupakan salah satu bahan kimia yang bisa digunakan sebagai obat-obatan dan sebagai bahan peledak.

b.            Bahan baku teknis pembuatan nitrogliserin secara umum adalah asam sulfat, asam nitrat, dan gliserin.

c.         Proses Produksi Nitrogliserin berdasarkan reaksi kimia dihasilkan dengan mereksikan gliserin ( gliserol ) dengan asam nitrat . Namun ada beberapa macam proses pembuatan nitrogliserin .

1)         Schmid-Meissner continous process

2)         Nitro nobel injector proses

3)         Biazzi continous process

 

SARAN

Pada setiap industri perlunya pemasangan alat pengontrol di setiap parameter dan dikontrol secara rutin agar bisa mengetahui kondisi operasi. Dan perlu pengawasan yang ketat dari pemerintah, supaya nitrogliserin ini dapat digunakan sesuai dengan peruntukannya. Sehingga tidak terjadi penyalahgunaan penggunaan nitrogliserin.

 

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Nitrogliserin

 

Oerlikon-Buhzle, AG. Zurich, Oerlikon Pocket Book. 1981.

 

P. Naoum, Nitroglycerine and Nitroglycerine Explosives. Bailliere Tindll and Coy.

London. 1928.

 

T. Urbanski, Chemistry and Technology of Explosives, Vol. III, Perganion. Press,

Warzawa. 1972. 

 

T.L. Davis, The Chemistry of Power and Explosive. Jhon Wiley & Sons, Inc. 1943.

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Artikel" Lainnya