ARHANUD AKAN SEGERA MILIKI MISTRAL

Selasa, 16 Oktober 2012 13:01:00 - Created by : Website Team, Published by : kusnadi
ARHANUD AKAN SEGERA MILIKI MISTRAL

ARHANUD AKAN SEGERA MILIKI MISTRAL

 

Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) TNI AD akan dipersenjatai rudal Mistral buatan Perancis. Mistral telah digunakan TNI AL untuk melindungi kapal perang dari serangan udara.



Mistral dipasang di ranpur Komodo produksi PT. PINDAD. Sistem rudal Mistral yang dibeli oleh TNI AD dari tipe Atlas, dimana penembakan rudal dilakukan oleh seorang prajurit yang duduk di sistem peluncur dan dibantu tiga prajurit.

Sistem peluncur dapat dicopot dari ranpur, jika medan operasi tidak dapat dijangkau oleh ranpur pembawa sistem peluncur. Peluncuran rudal dipandu oleh radar MCP, dimana mampu mendeteksi sasaran awal 30 km dan menangkap 20 sasaran pada waktu bersamaan. Radar dirancang berkemampuan anti-jamming, penindaan teman atau musuh dan dapat dioperasikan siang dan malam di segala medan serta cuaca. Radar MCP dioperasikan oleh tiga prajurit.

Sistem peluncur rudal Mistral

Rudal Mistral mempunyai jarak tembak effektif 6,2 km dan ketinggian 4 km. Kecepatan rudal mencapai 2,5 mach dan diklaim probabilitas melumat sasaran hingga 97%.

Arhanud juga akan dipersenjatai rudal Starstreak yang mempunyai jarak tembak effektifnya lebih jauh dari Mistral. Kedua jenis rudal ini akan menggantikan peran rudal RBS-70 dan Rapier dalam menjaga kedaulatan NKRI.
Mistral Komodo .


Bila Arhanud TNI AD punya rudal Grom, maka TNI AL untuk memperkuat pertahanan pada armada frigatnya juga mengandalkan rudal SAM jenis Mistral. Antara Grom dan Mistral pun sejatinya punya banyak kesamaan, kedua rudal SAM ini masuk kategori SHORAD, rudal ringan untuk sasara jarak pendek. Lebih dari itu, Grom dan Mistral juga mengusung basis platform Manpad (man portable), alias rudal yang pengoperasiannya bisa dilakukan dengan dipanggul oleh seoeang prajurit.

Mistral dibuat oleh pabrikan MBDA missile systems yang berbasis di Perancis. Rudal ringan ini mulai dirancang sejak tahun 1974, dan baru benar-benar operasional pada tahun 1988 untuk versi pertamanya (S1), dan di tahun 1997 diluncurkan versi keduanya (M2). Meski masuk segmen Manpad yang mobile, Mistral dalam pengoperasiannya harus menggunakan penyangga, serupa dengan rudal RBS-70 TNI AD, ini lantaran bobot 1 unit Mistral yang mencapai 18,7 kg.


Mistral terbilang kaya modifikasi, selain bisa dioperasikan secara Manpad, Mistral juga amat pas dipadukan dengan teknologi sistem peluncur, artinya Mistral mampu dijalankan secara remote untuk mengejar target. Untuk sistem peluncurnya, TNI AL diketahui memiliki Mistral dengan dua platform, yakni Tetral dan Simbad. Tetral merupakan platform peluncur yang k atas 4 unit Mistral, sistemnya dapat bekerja otomatis, dikendalikan secara remote, dan tergolong low maintenance. Desain Tetral memang dirancang oleh MBDA untuk dipasang pada jenis kapal perang yang menganut konsep stealth. Dan bisa ditebak, Tetral memang menjadi andalan frigat TNI AL dari kelas SIGMA (Ship Integrated Geometrical Modularity Approach) yang dibeli dari galangan Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Frigat dengan desain stealth. Pada tiap frigat SIGMA dilengkapi dua sistem peluncur, masing-masing peluncur memuat empat rudal. Dalam pengoperasiannnya, Tetral dikendalikan dari PIT (pusat informasi tempur).


Platform peluncur kedua untuk Mistral yang digunakan TNI AL adalah Simbad. Simbad merupakan platform peluncur untuk dua rudal Mistral dan dioperasikan secara manual oleh operator (Manpad). Simbad saat ini dipasang pada frigat TNI-AL kelas Van Speijk. Hadirnya Mistral di frigat Van Speijk sebagai pengganti rudal SAM jenis Sea Cat yang usianya sudah lawas. Meski belum serempak digunakan oleh semua frigat Van Speijk TNI AL, paling tidak dipastikan KRI Karel Satsuitubun (356) sudah terlihat memasang Simbad pada bekas dudukan peluncur Sea Cat.

Meski tergolong rudal ringan jarak pendek, Mistral bisa melahap multi target, termasuk target yang bermanuver cepat, dalam hal ini seperti pesawat tempur dan helikopter, bahkan Mistral dengan kecepatan luncurnya yang 800 meter per detik bisa melahap target berupa rudal. Dalam rilis yang dikeluarkan MBDA, tingkat success rate Mistral Tetral mencapai 93 persen. Untuk menghajar target, rudal ini dilengkapi kendali berupa canard dan sistem sensor pengarah berupa passive IR (infra red) homing. Sensor passive IR akan bekerja 2 detik setelah peluncuran.


Mistral terbilang kaya ragam platform peluncur, selain di kapal perang dan Manpad, Mistral juga laris diupasang pada berbagai kendaraan militer di darat, bahkan Perancis menggunakan Mistral sebagai senjata pamungkas di helikopter Tiger dan Gazelle. Dengan bobot peledak 3 kg, dan jangkauan tembak hingga 5,3 km membuat rudal ini ideal dipasang pada beragam platform. Selain Indonesia, di kawasan Asia Tenggara rudal ini juga dimiliki oleh Singapura. Tercatat sejak 1989, Mistral sudah di ekspor ke 25 negara dengan produksi lebih dari 16.000 unit rudal.

Selain Simbad dan Tetral, sebenarnya masih ada platform peluncur lain, yakni Sadral. Sadral pada prinsipnya mirip dengan Tetral, dimana sistem rudal diluncurkan secara remote otomatis dari PIT. Bedanya Sadral mengusung enam peluncur rudal Mistral. Baik Simbad, Tetral dan Sadral, ketiganya dapat cepat untuk diisi ulang dan dapat ditebakkan secara salvo. TNI AL pada 20 April 2011 telah melakukan uji coba penembakkan Mistral denga target berupa rudal Sea Cat. Mistral dilepaskan dari KRI Hassanuddin (366) yang merupakan bagian dari armada frigat kelas SIGMA. Jadi bisa dipastikan Mistral dilepas dari platform peluncur Tetral.


Spesifikasi Mistral - Simbad

Panjang : 1,86 meter
Diameter : 90 mm
Berat : 18,7 kg (termasuk 3 kg hulu ledak high explosive)
Kecepatan luncur : 800 m/detik atau 2,6 Mach
Jangkauan : efektif hingga 5,3 km
Sistem pemandu : infra red
Mekanisme peledakan : laser proximity atau impact triggered
Mesin : solid rocket motor

Spesifikasi Tetral
Berat Sistem Peluncur : 600 Kg (termasuk 4 rudal)
Bearing : 310 derajat
Sudut Elevasi : -16 sampai 75 derajat

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "TEKNOLOGI PERSENJATAAN" Lainnya