PEMBUATAN ALAT UKUR ENERGI RECOIL SENJATA SS1

Senin, 12 September 2011 09:02:29 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya
PEMBUATAN ALAT UKUR ENERGI RECOIL SENJATA SS1

PEMBUATAN ALAT UKUR ENERGI RECOIL SENJATA SS1

 

Oleh :

Endi Priyanto

Sersan Satu NRP 21010145261280 Balistik ≠ 13

 

 

1.         Umum.          

a.         Dalam penembakan suatu senjata akan terjadi recoil. Dengan adanya recoil akan mengakibatkan besaran gaya recoil, kecepatan recoil, energi recoil dan momentum recoil. Khususnya energi recoil dalam ilmu balistik ialah energi yang diakibatkan oleh gerakan mundur/hentakan ke belakang suatu senjata. Energi recoil tersebut terjadi setelah pelor keluar mulut laras akibat tekanan gas yang dihasilkan oleh isian dorong yang terbakar setelah pena pukul memukul penggalak dan membakar isian dorong. Dengan adanya energi recoil tersebut akan mengakibatkan efek terhadap senjata. Efek tersebut akan memberikan dampak terhadap mekanisme kerja senjata, dalam hal ini juga berpengaruh terhadap perkenaan. Perkenaan dalam hal  ini adalah pada sasaran, bila terlalu besar energi recoil yang dihasilkan oleh senjata maka kemungkinan perkenaan pelor pada sasaran tidak tepat, dikarenakan energi recoil sangat mengganggu operasional petembak karena selain hentakannya berat, dibahu juga mempengaruhi goyangan laras (memperbesar sudut jump error).

 

b.         Kebutuhan  operasional  didalam  menembak saat ini meningkat maka perlu  suatu  adanya  alat pendukung yaitu alat ukur energi recoil pada senjata, khususnya Senjata SS1. Senjata SS1 terdapat beberapa model atau varian, diantaranya  SS1-V1,  SS1-V2,  SS1-V3,  SS1-V5, SS1-R5. Alat ukur  energi  recoil  Senjata SS1 sangat penting dibutuhkan oleh prajurit pada waktu kegiatan  menembak. Selama ini, alat ukur energi recoil Senjata SS1 belum ada. Khususnya di satuan batalyon, alat ukur ini nantinya dapat digunakan untuk mengetahui perubahan Senjata SS1, apakah energi recoil Senjata SS1 tersebut semakin lama akan semakin besar atau semakin kecil. Sehingga perkembangan Senjata SS1 dalam satuan batalyon, bisa diketahui dan didata dalam tiap triwulannya.

c.         Dalam    perhitungan   secara teori / empiris  energi   recoil  bisa   dicari,   akan    tetapi   hasil perhitungan    tersebut   belum   tentu   sama   dengan    kenyataan  /  uji coba. Dengan adanya hal tersebut, maka upaya untuk mengatasi kendala  tersebut diatas penulis berusaha merencanakan dan membuat suatu  alat ukur energi recoil pada Senjata SS1. Alat ukur ini sebagai alat yang digunakan untuk menguji atau mengukur besarnya energi recoil Senjata SS1 secara langsung. Pengujian alat ukur ini menggunakan senjata SS1-V1 dengan munisi Mu5-Tj. Alat ukur ini dapat juga digunakan untuk mengetahui kwalitas isian dorong pada Mu5-Tj yang digunakan dalam waktu penembakan dengan berpedoman dan berpegangan sesuai  referensi  yang didapat. Sekaligus agar dapat membuktikan kesamaan perhitungan energi recoil secara teori dengan hasil uji coba, sehingga  dapat  mengetahui  kelebihan dan kekurangan alat ukur ini serta dapat memberikan manfaat bagi pengguna ataupun pabrik senjata.

 

2.         Maksud dan Tujuan.

a.         Maksud.        Penulisan tugas akhir ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya energi recoil pada Senjata SS1 secara langsung dan membandingkannya dengan perhitungan balistik secara teori.

b.         Tujuan.          Dengan adanya pembuatan alat ini diharapkan bahwa energi recoil Senjata SS1 dapat diketahui secara tepat.

 

3.         Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a.      Ruang Lingkup.      Dalam pembuatan tugas akhir ini, penulis membatasi permasalahan sebagai berikut :

            1)         Menentukan  rancang  bangun alat ukur energi recoil Senjata SS1.

            2)         Perhitungan energi recoil senjata secara empiris.

           3)         Dalam uji coba alat ukur ini, Senjata SS1 menggunakan kompensator ataupun tanpa menggunakan kompensator.

b.       Tata Urut.     Untuk mempermudah penulisan tugas akhir ini, maka penulis menyusun dengan tata urut sebagai berikut:

          1)         BAB    I        :     PENDAHULUAN

          2)         BAB    II       :     TINJAUAN PUSTAKA

          3)         BAB    III      :     PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT

          4)         BAB    IV     :     HASIL DAN PEMBAHASAN

          5)         BAB    V      :     KESIMPULAN DAN SARAN

          6)         BAB    VI     :     PENUTUP

 

4.     Pendekatan.      Pada penulisan tugas akhir ini penulisan menggunakan beberapa pendekatan :

a.       Literatur.        Pengumpulan data dari buku-buku sebagai petunjuk serta referensi di dalam penyusunan Tugas Akhir.

b.         Observasi.     Pengambilan data-data di lapangan.

c.       Diskusi.          Melakukan diskusi-diskusi dengan dosen pembimbing dan orang-orang yang mengetahui tentang alat ukur ini.

          d.         Metode Interview.     Metode ini adalah tahapan pengumpulan informasi sebagai bahan masukan untuk bahan penelitian.

5.         Pengertian - Pengertian.

a.      Senjata api adalah suatu alat yang berfungsi meluncurkan pelor menuju sasaran tertentu dengan menggunakan energi panas dan bertujuan untuk merusak, melukai bahkan mematikan.

b.       Senjata SS1 adalah senjata yang diproduksi PT. Pindad (Persero), dan merupakan senjata jenis Senapan Serbu Model 1 disingkat SS1 kaliber 5,56 x 45 mm dengan kisar 177,8 mm (7") yang terdiri dari beberapa varian, antara lain SS1-V1, SS1-V2, SS1-V3, SS1-V5, SS1-R5.

c.     Energi recoil adalah energi yang dihasilkan oleh gaya recoil atau gaya tolak balik yang merupakan gaya hentakan ke belakang sebuah senjata pada saat ditembakkan setelah pelor keluar mulut laras.

d.      Alat ukur energi recoil Senjata SS1 adalah sebuah alat yang digunakan untuk mengukur energi tolak balik atau energi hentak ke belakang Senjata SS1.

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya