ANALISA MU3-PBN MENGGUNAKAN SENJATA SPR 2

Rabu, 24 Agustus 2011 13:20:42 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya
ANALISA MU3-PBN MENGGUNAKAN SENJATA SPR  2

ANALISA MU3-PBN MENGGUNAKAN SENJATA SPR - 2

 PT. PINDAD SEBAGAI PENETRASI KENDARAAN TEMPUR

 

 

Oleh :

 Zulkiplih

Sersan Dua Nosis C-2006 1555≠D Balistik ≠ 15

 

 

1.       Umum.       Perkembangan teknologi dewasa ini semakin cepat dan canggih, peralatan yang ada dirancang dan didesain sedemikian rupa sehingga kemampuannya semakin baik, hal ini terjadi pada produk umum. Demikian juga perkembangan produk militer misalnya alat peralatan tempur, hampir semua negara didunia selalu berupaya untuk melakukan inovasi. Dalam hal ini TNI AD dan PT. Pindad dituntut untuk terus berinovasi dalam mengembangkan alutsista yang meliputi sistem persenjataan dan munisi. Telah kita ketahui bahwa beberapa jenis munisi ringan sudah dihasilkan oleh PT. Pindad salah satunya munisi kaliber 12,7 mm  terdiri dari beberapa varian seperti MU3-TJ, MU3-P, MU3-N, MU3-PN dan MU3-PB, dari tiap-tiap jenis munisi tersebut memiliki karakteristik yang berbeda misalnya MU3-TJ yang memiliki tingkat akurasi tinggi, MU3-P yang mempunyai daya tembus tinggi, MU3-PN yang selain berdaya tembus tinggi juga dapat menyala terutama saat digunakan pada malam hari dengan tujuan untuk mengetahui sasaran tembak dan MU3-PB yang memiliki daya tembus tinggi sekaligus membakar pada sasaran.

Berdasarkan sejarah perkembangan teknologi industri pertahanan telah banyak memberikan kontribusi bagi kemajuan peralatan tempur militer dalam mendukung tugas operasi untuk mengamankan wilayah yang menjadi tanggung jawabnya. Perkembangan persenjataan, munisi dan kendaraan tempur atau kendaraan taktis kini telah terjadi gejolak yang sangat proposional terhadap kemampuan penetrasinya. Kemampuan senjata dan munisi pada dasarnya selalu bersifat dinamis terhadap penetrasinya. Dengan kata lain bahwa kemutakhiran suatu Tank atau Panser sebagai kendaraan angkut personil dalam suatu bentuk operasi pertempuran akan selalu diikuti dengan penetrasinya yaitu senjata dan munisi yang dapat melumpuhkan bahkan menghancurkannya guna menghambat pergerakan suatu lawan sehingga gagal dalam mencapai suatu sasaran yang mereka harapkan. Telah kita ketahui bersama pada kendaraan tempur selalu dilapisi oleh plat baja yang digunakan sebagai tameng untuk melindungi tangki bahan bakar, komponen-komponen kendaraan serta melindungi personil yang ada di dalamnya. Maka di dalam meningkatkan pertahanan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, TNI AD sangat perlu didukung oleh sarana dan prasarana alut sista yang lebih mutakhir seperti perlunya diciptakan jenis senjata dan munisi kaliber 12,7 mm yang mempunyai kemampuan selain dapat menembus pada plat baja dan juga dapat membakar disasaran serta dapat membantu penembakan khususnya di malam hari.

      Berlatar belakang permasalahan di atas, muncul suatu gagasan dari TNI AD kepada PT. Pindad untuk menyempurnakan munisi yang sudah ada dengan menggabungkan jenis munisi kaliber 12,7 mm menjadi satu yang sebelumnya mempunyai karakteristik dan kemampuan yang berbeda-beda. Munisi yang akan digabungkan yaitu MU3-P, MU3-PN dan MU3-PB menjadi munisi yang memiliki gabungan kemampuan dari ketiga jenis munisi tersebut. Kemudian PT. Pindad menindak lanjuti gagasan tersebut dengan menciptakan MU3-PBN (Panser Bakar Nyala). Munisi ini mempunyai kelebihan tidak hanya untuk menembus saja tetapi dapat menyala dan membakar di sasaran terutama pada tangki bahan bakar pada setiap kendaraan tempur lapis baja misalnya truk pengangkut personil, jeef, Tank dan Panser.

Untuk mengetahui kualitas dari MU3-PBN yang merupakan hasil modifikasi dari ketiga jenis munisi tersebut, sangat perlu dilakukan penelitian dan pengujian agar lebih menyakinkan serta dapat lebih optimal bila digunakan pada saat di lapangan. Maka dari itu untuk mengetahui sejauh mana kemampuan jenis munisi tersebut, penulis akan melakukan suatu analisis melalui pembahasan tugas akhir dengan judul "ANALISA MU3-PBN MENGGUNAKAN SENJATA SPR-2 KALIBER 12,7 X 99 mm PT.PINDAD SEBAGAI PENETRASI KENDARAAN TEMPUR".

 

2.         Maksud dan Tujuan.

a.         Maksud .       Maksud dari penulisan Tugas Akhir ini adalah penulis bermaksud untuk menganalisa penembusan munisi kaliber  12,7 x 99  mm (MU3-PBN) dengan menggunakan senjata SPR-2.

b.         Tujuan .         Untuk mengatasi kendala yang terjadi selama dalam pelaksanaan pertempuran konvensional yang bersifat terbatas, maka perancangan MU3-PBN ini dapat berfungsi sebagai pelumpuh/penetrasi Tank atau Panser  dengan sasaran utamanya  yaitu pada tangki bahan bakar.

3.         Manfaat Penelitian.       Manfaat dari penelitian adalah untuk memberikan suatu wawasan informasi secara ilmiah yang bermanfaat bagi kesatuan jajaran TNI AD dan juga sebagai konstribusi dalam meningkatkan kepercayaan pada pemilihan dan penggunaan munisi melalui kajian teoritis ilmu balistik, sehingga dengan harapan penggunaan munisi dapat disesuaikan dengan sasaran dan kebutuhan.

 

4.         Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a.         Ruang Lingkup.      Pada penulisan Tugas Akhir ini, penulis membatasi masalah yang akan dibahas adalah sebagai berikut :

               1)         Balistik Dalam.

               a)         Menghitung Energi didalam laras yang meliputi:

                          (1)       Menghitung Energi Isian Dorong (E).

                          (2)       Menghitung Kecepatan Mulut Laras (Ve).

                          (3)       Menghitung Energi Gerak Maju Pelor (Ee).

                          (4)       Menghitung Energi Mulut Laras (E1).

                b)         Menghitung Tekanan Gas (Pi), Kecepatan (V) dan Waktu (t) didalam laras yang meliputi :

                           (1)       Menghitung Tekanan Gas Rata-Rata ().

                           (2)       Menghitung Ratio Tekanan Gas (ηp).

                            (3)       Menghitung jarak pelor pada saat terjadi tekanan gas maksimum (Sm).

                          (4)  Menghitung waktu tempuh pelor di dalam laras pada saat terjadi tekanan gas maksimum (tm).

                           (5)       Menghitung kecepatan pelor di dalam laras pada saat tekanan gas maksimum (Vm).

                           (6)       Menghitung tekanan gas pada mulut laras (pe).

                            (7)       Menghitung waktu pada saat pelor di mulut laras (te).

                            (8)       Menghitung ratio short travel ().

                            (9)       Menghitung tekanan gas pada jarak sm (psm).

                           (10)     Menghitung tekanan gas disetiap titik sepanjang laras (ps).

                            (11)     Menghitung kecepatan pelor disetiap titik di dalam laras (Vs).

                            (12)     Menghitung waktu tempuh pelor setiap titik sepanjang laras (ts).

                2)         Balistik Luar.

                            a)         Menghitung Koefesien Balistik :

                                        (1)       Koefesien Bentuk Peluru (i).

                                        (2)       Menghitung Berat Udara .

                                        (3)       Menghitung Koefesien Balistik (C').

                           b)         Menghitung Kecepatan :

                                        (1)       Kecepatan Yang Hilang Tiap Jarak  (Vh).

                                        (2)       Menghitung Kecepatan Awal (V0).

                                        (3)       Kecepatan Pelor Tiap Jarak  (Vx).

                           c)         Menghitung Energi Kinetik (Ek).

               3)         Balistik Akhir.           

                           a)         Menghitung Penembusan plat baja ST 37 ketebalan 22 mm (t).

                           b)         Menghitung Energi Serap Plat Baja Saat Penembusan (Esp).

                           c)         Menghitung Energi Kinetik Sisa (Es) dan Kecepatan Sisa Setelah Penembusan (Vsp).

                           d)         Waktu Penembusan (tp).

b.         Tata Urut.     Tata Urut dalam penyusunan Tugas Akhir ini meliputi:

            BAB I              :           PENDAHULUAN

            BAB II             :           TINJAUAN PUSTAKA

            BAB III            :           METODE PENELITIAN

            BAB IV           :           ANALISA DAN PEMBAHASAN

            BAB V             :           KESIMPULAN DAN SARAN

           BAB VI           :           PENUTUP

 

5.         Metode penulisan.     Dalam penulisan tugas akhir ini pendekatan-pendekatan yang digunakan penulis adalah menggunakan metode sebagai berikut :

a.         Deduktif..           Dalam penulisan tugas akhir menggunakan literatur atau kepustakaan yang berhubungan dengan permasalahan penelitian.

b.         Induktif.         Dalam penulisan tugas akhir menggunakan pendekatan empiris dimana pengambilan data melalui pengamatan dan data pengujian yang berhubungan dengan permasalahan penelitian.

 

6.         Pengertian-Pengertian.

a.         Munisi.           Munisi adalah suatu benda dengan bentuk tertentu yang dapat diisikan dengan bahan pendorong, bahan bergerak, bahan penghancur dan bahan kimia lain yang dapat ditembakkan dengan senjata atau tanpa senjata atau dengan cara lain dengan maksud ditujukan ke suatu sasaran untuk membinasakan, melumpuhkan atau tujuan lain.

b.         MU3-PBN.     MU3-PBN adalah suatu istilah atau kode pada suatu munisi kaliber  12,7 x 99 mm dengan bentuk pelornya jenis inti baja dan dilengkapi dengan tracer sebagai penerangan pada saat penembakan malam hari dan juga dilengkapi dengan incendary sebagai bahan pembakar di sasaran.

c.         SPR-2.           SPR-2 adalah suatu senapan penembak runduk kaliber 12,7 mm untuk sasaran kendaraan lapis baja buatan PT. Pindad.

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya