SEBAIKNYA KITA TAHU TEKNOLOGI

Rabu, 24 Agustus 2011 12:26:02 - Created by : Website Team, Published by : kusnadi
SEBAIKNYA KITA TAHU TEKNOLOGI

5 Hal yang Harus Anda Tahu Tentang Teknologi

Setiap hari kita menonton televisi, namun kita pasti tidak tahu bagaimana cara membuat teknologi itu. Setiap hari pula, kita menggunakan telepon atau handphone, tapi kita juga tidak tahu mengapa barang sekecil itu bisa membuat kita berbicara dengan orang yang jaraknya sangat jauh dari diri kita. Bahkan komputer yang sedang dipakai untuk membaca artikel ini pun, tidak terbayang bagi kita bagaimana cara membuatnya apalagi mengembangkannya.

Inilah yang terjadi pada kebanyakan kita. Kita sering menggunakan teknologi tetapi tak pernah terpikirkan untuk mempelajarinya apalagi untuk memproduksinya. Usaha-usaha anak negeri untuk memproduksi teknologi pun hampir selalu mengalami hambatan dalam bentuk "ejekan" atau "sindiran". Dari manakah sindiran dan ejekan itu berasal? Tentu saja dari anak negeri yang lain. Contohnya yang mudah ditemukan adalah usaha bapak Habibie untuk mendirikan IPTN dan usaha anak bangsa untuk memproduksi film animasi 3D. Terlepas dari banyaknya pujian, sindiran dan ejekan memang tetap harus mereka hadapi sebagai tantangan untuk maju.

Bagaimana dengan kita? Apa yang harus kita ketahui tentang teknologi? Inilah 5 hal yang harus kita ketahui tentang teknologi:

1. Apa itu teknologi? (INI PENTING)

Menurut definisi yang tercatat di situs wikipedia, teknologi adalah pengetahuan dan penggunaan akan alat, teknik, kerajinan, sistem atau metode organisasi untuk memecahkan masalah atau mencapai beberapa tujuan. Teknologi berasal dari kata τεχνολογ?α Yunani (Technologie);. dari τ?χνη (techne), yang berarti "seni, keterampilan, kerajinan", dan-λογ?α (-Logia), yang berarti "studi-".

Nah, jadi teknologi merupakan hasil cipta, rasa, dan karsa manusia untuk memecahkan masalah atau mencapai tujuan tertentu. Misalnya, manusia ingin menempuh perjalanan dari kota A ke kota B dengan lebih cepat, maka manusia bisa menggunakan hewan seperti kuda untuk dinaiki. Karena perlu membawa lebih banyak penumpang, dibuatlah kereta kuda, dan seterusnya sampai saat ini kita telah menemui ada sepeda, motor, mobil, kereta, bahkan pesawat sebagai alat transportasi.

2. Menggunakan Teknologi

Menggunakan teknologi, apakah itu mudah? Jujur, saya melihat masih ada begitu banyak orang yang kesulitan untuk menggunakan teknologi. Itu karena keterbatasan pendidikan dan biasanya juga karena faktor usia.

Namun demikian, banyak di antara kita yang latah dalam menggunakan teknologi. Kita seringkali menggunakan teknologi tidak pada tempatnya, hanya mengejar gengsi. Lihat saja di kantor, sekolah, atau kampus. Ada berapa orang yang menggunakan Blackberry? Namun jika ditanya, apa kelebihan blackberry sebagian besar di antara mereka akan "Mlongo" alias bingung tidak tahu apa kelebihannya. Tak bisa disangkal, banyak yang menggunakan blackberry karena gengsi, pengen seperti om Obama yang juga pake blackberry.

Contoh lain adalah penggunaan komputer. Banyak orang ingin membeli komputer yang cepat, kalau bisa yang DualCore atau bahkan QuadCore, dst. Tetapi ketika ditanya, fungsinya untuk apa? Jawab mereka ya untuk mengetik saja. Toenk#@%!#&? Bukankah itu berlebihan?

Ya, masih begitu banyak di antara kita yang membeli karena gengsi. Negara maju bilang, itu adalah pola konsumtif negara berkembang.

Oleh karena itu, gunakan teknologi sesuai keperluan anda. Gunakan untuk mengembangkan diri. Dan bahkan gunakan untuk mempelajari dan mengembangkan teknologi itu sendiri.

3. Kerja keras untuk mengembangkan teknologi

Mungkin kata-kata mutiara yang tepat untuk hal ini adalah pernyataan Thomas Alva Edison yaitu: "Genius adalah 1% inspirasi dan 99% prespirasi/kerja keras". Kita seringkali lupa bahwa belajar keras adalah hal yang bisa ditempuh untuk mencapai kepandaian.

Hal ini terbukti pada banyak kasus seperti Thomas Alva Edison yang menurut beberapa sumber dinyatakan bahwa telah gagal dalam 9.998 kali percobaan untuk membuat lampu pijar yang menyala terang. Baru pada percobaannya yang ke 9.999  pada tanggal 21 Oktober 1879 ia berhasil membuat lampu pijar listrik yang mampu menyala selama 40 jam.

Bangsa Jepang adalah contoh nyata berikutnya. Perkembangan teknologi bangsa Jepang mungkin bergantung juga pada perkembangan teknologi di Amerika dan Eropa, namun demikian prinsip kerja keras bangsa Jepang telah membuat mereka mampu menjadi negara maju di Asia Timur.

Jika ingin maju, kita harus belajar dari orang-orang yang telah maju. Kita seringkali melihat orang menentang Amerika, namun demikian kita juga harus mencontoh orang Amerika dalam hal kerja kerasnya. Ingat, kita memerlukan kerja keras agar bisa terus maju.

4. Butuh imajinasi dan inovasi

Masih berkaitan dengan point 3, pengembangan teknologi membutuhkan imajinasi. Kepandaian memang sangat dibutuhkan, tetapi tanpa imajinasi dan inovasi maka tidak akan ada pengembangan dari teknologi yang telah ada.

Jika tidak ada yang berimajinasi tentang kendaraan yang bisa terbang, dan dengan 99% kerja kerasnya, maka sampai saat ini mungkin tidak ada yang disebut dengan pesawat terbang.

Setelah muncul pesawat terbang, maka imajinasi berikutnya adalah terbang ke bulan. Dan kita semua tahu, impian dan imajinasi ini telah tercapai. Apakah tanpa kerja keras? Tentu saja waktu yang begitu lama digunakan untuk penelitian dan pengembangan teknologi, bahkan dana yang begitu besar digulirkan untuk proyek yang sebelumnya belum pernah dilakukan.

Ingat, genius adalah 1% inspirasi dan 99% kerja keras.

5. Teknologi sudah menjadi bagian dalam hidup

Dahulu komputer hanya digunakan oleh perkantoran dan pendidikan tinggi. Namun sekarang, materi pendidikan komputer bahkan telah disampaikan kepada anak-anak yang masih berada di sekolah dasar.

Apakah hal ini berlebihan? Tentu tidak, karena memang persaingan begitu ketat dan pengenalan teknologi adalah hal yang mutlak. Jangan biarkan anak anda tertinggal dalam mengenal teknologi, karena ini menyangkut kemampuannya untuk bersaing di dunia kerja dan bisnis pada saat ini, apalagi di masa mendatang.

 

 

 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Artikel" Lainnya