ANALISA PERHITUNGAN BALISTIK GRANAT LONTAR

Rabu, 24 Agustus 2011 11:24:14 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya

ANALISA PERHITUNGAN BALISTIK GRANAT LONTAR OTOMATIS KALIBER 40 mm ( AGL 40 LINK ) PINDAD

PADA SENJATA  MESIN SEDANG CIS AGL 40 mm

 

OLEH :

Sumarna

Sersan Satu NRP : 21040074441082 Balistik ≠ 15

 

1.         Umum.           Dalam suatu pertempuran tentunya tidak terlepas dari taktik maupun perlengkapan tempur yang dibutuhkan, satu contoh kasus adalah apabila pasukan dalam situasi terdesak maka tindakan atau taktik yang dilakukan adalah memecah konsentrasi musuh, contohnya dengan  menembakkan Granat Lontar ( Grenade Louncher). Granat lontar ini dirasakan cukup efektif untuk digunakan, terutama dalam mendukung taktik tempur satuan infanteri.

Kemajuan jaman telah membawa berbagai kemajuan teknologi, begitu halnya dengan kemajuan dalam bidang pertahanan, terutama sistem persenjataan khususnya di jajaran TNI AD, kemajuan teknologi ini mengarah pada efisiensi dan efektivitas dari sistem persenjataan tersebut. Hal ini dibuktikan dengan berbagai fasilitas pada persenjataan, contohya otomatisasi dalam pengopersiannya. Dalam kenyataan dilapangan para prajurit masih belum semuanya merasakan kemajuan tersebut, contohnya dalam penggunaan granat lontar yang masih kurang optimal dalam pemanfaatannya.

Dalam perkembangannya granat lontar ini sudah dikembangkan melalui optimasi fungsi dan perluasan manfaat, salah satu bentuk usaha tersebut adalah dengan adanya rancang bangun senjata yang digunakan untuk menembakkan granat lontar ini, yaitu dengan diciptakannya Senjata CIS AGL 40 mm oleh negara Amerika, Singapura dan Indonesia. Senjata CIS AGL 40 mm ini beroperasi dengan sistem blow back, pengisian peluru menggunakan sabuk peluru secara otomatis dan menggunakan pendingin udara. Munisi yang digunakan pada senjata ini  ada  beberapa jenis baik itu tajam maupun untuk latihan, salah satunya adalah jenis munisi tajam Granat Lontar Otomatis kaliber 40 mm ( AGL 40 LINK ) pindad, munisi ini di ciptakan sebagai pengganti dari munisi aslinya yang keberadaannya sangat terbatas.

Untuk mengetahui sejauh mana kemampuan munisi ini terhadap proses penembakkan dengan menggunkan senjata mesin sedang CIS AGL 40 mm buatan negara Singapura, maka penulis perlu menganalisa secara ilmiah melalui analisis ilmu balistik. Untuk itu penulis mengangkat judul tugas akhir ini dengan pembahasan "ANALISA PERHITUNGAN BALISTIK GRANAT LONTAR OTOMATIS KALIBER 40 mm ( AGL 40 LINK ) PINDAD PADA SENJATA  MESIN SEDANG CIS AGL 40 mm".

 

2.         Maksud dan Tujuan.

a.      Maksud.        Adapun maksud dari  penulisan tugas akhir ini adalah  untuk  menganlisa  kemampuan  munisi tajam Granat Lontar Otomatis kaliber 40 mm ( AGL 40 LINK ) pindad dengan menggunakan senjata  CIS AGL 40 mm Singapura ditinjau dari ilmu balistik.

b.     Tujuan.          Untuk memberikan masukan kepada pimpinan dan satuan dijajaran TNI AD umumnya dalam kemampuan penembakkan munisi Granat Lontar Otomatis kaliber 40 mm (AGL 40 LINK) pindad pada senjata CIS AGL 40 mm Singapura pada balistik dalam dan jangkauan maksimal untuk mendukung tugas pokok TNI AD.

 

3.         Manfaat penelitian. Penelitian ini diharapkan dapat memberi

masukan kepada jajaran TNI AD, terutama dalam bidang persenjataan dan Sebagai acuan dalam pengembangan senjata dengan jenis yang sama di Indonesia.

 

4.         Ruang Lingkup dan Tata Urut.

            a.          Ruang Lingkup.      Penulisan tugas akhir ini meliputi pembahasan tentang :     

            1)         Balistik Dalam.

                        a)         Menghitung energi total mulut laras (E1).

                        b)         Menghitung energi gerak maju proyektil (Ee).

                        c)         Menghitung energi kinetik isian dorong (Ec).

                        d)         Menghitung energi rotasi (Erot).

                        e)         Menghitung energi recoil (Erec).

                        f)          Menghitung tekanan gas rata - rata ().

                        g)         Menghitung  rasio tekanan gas (hp).

                        h)         Menghitung tekanan gas maksimum (Pmax).

                         i)          Menghitung pola tekanan gas (P), kecepatan (V) dan waktu (t).

            2)         Balistik luar.

                        a)         Menghitung koefisien bentuk pelor (i).

                        b)         Menghitung koefisien balistik (C').

                        c)         Menghitung jarak tempuh proyektil (Vx).

                        d)            Menghitung Tinggi Lintasan (Y).

                        e)            Menghitung waktu tempuh/terbang (t).

                        f)             Menghitung ketinggian selanjutnya (Y).

            b.         Tata Urut.     Tata urut  dalam  penyusunan Tugas  Akhir ini adalah sebagai berikut :

                        BAB I              :           PENDAHULUAN

                        BAB II             :           TINJAUAN PUSTAKA

                        BAB III            :           METODE PENELITIAN

                        BAB IV           :           HASIL DAN PEMBAHASAN

                        BAB V            :           KESIMPULAN DAN SARAN

                        BAB VI           :           PENUTUP

 

5.         Pengertian - Pengertian.

a.     Jarak tempuh (X) adalah jarak horizontal yang ditempuh pelor selama t detik. Kemampuan suatu pelor untuk mencapai sasaran dengan jarak tertentu dalam waktu yang relatif.

b.      Kecepatan awal (V0) adalah kecepatan suatu pelor pada saat meninggalkan mulut laras. Kecepatan awal ini terhitung pada saat pelor  mulai keluar dari dalam mulut laras.

c.     Munisi  tajam  Granat  Lontar  Otomatis  kaliber  40  mm  ( AGL 40 LINK ) Pindad adalah Munisi Kaliber besar sejenis granat lontar yang memiliki kaliber 40 mm buatan PT. Pindad, Munisi ini dilengkapi dengan bola-bola baja yang memiliki kemampuan mematikan radius 15 meter dari tempat peledakan.

d.      Senjata CIS AGL - 40 adalah senjata mesin sedang yang digunakan untuk menembakkan Granat lontar yang penembakkannya secara otomatis (Automatic Grenade Louncher) yang memiliki kaliber 40 mm buatan negara Singapura.

e.      Tinggi kulminasi (Y) adalah tinggi maksimum lintasan proyektil yang ditembakkan dengan sudut penembakkan tertentu.

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya