ANALISA SUDUT PENEMBAKAN PADA MUNISI 5,56 x 45 mm

Sabtu, 13 Agustus 2011 09:22:18 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya
ANALISA SUDUT PENEMBAKAN PADA MUNISI 5,56 x 45 mm

ANALISA SUDUT PENEMBAKAN PADA MUNISI 5,56 X 45 mm (MU5-TJ) DENGAN SUDUT OGIVE PELOR SAAT REKOSET

 

OLEH

 I Gede Darmayasa

Sersan Satu NOSIS : C-20061552-D BALISTIK ≠ 15

 

 

1.         Umum.          

a.         MU5-TJ merupakan munisi kaliber kecil 5,56 x 45 mm yang merupakan salah satu produksi PT. Pindad yang banyak digunakan oleh satuan di jajaran TNI, khususnya TNI Angkatan Darat. Dimana munisi jenis ini menggunakan inti pelor jenis baja yang dirancang untuk dapat melukai dan membunuh sasaran personil pada jarak efektifnya. Munisi ini digunakan pada senjata laras panjang seperti : FNC, SS1 dan SS2.  

b.         Senjata SS2 V1 merupakan senjata laras panjang yang merupakan hasil pengembangan dari senjata SS1 . Senjata SS2 V1 ini memiliki kelebihan bisa dipasang alat bidik (teropong) yang dapat berfungsi untuk memperjelas sasaran. Senjata ini banyak digunakan oleh satuan infanteri yang merupakan senapan serbu.           

c.         Namun pada saat digunakan munisi ini sering mengalami suatu kendala yaitu rekoset. Rekoset tersebut terjadi akibat dari ujung pelor tidak penuh menyentuh sasaran dan dibelokkan arahnya. Sehingga pelor tersebut mengalami penyimpangan arah pada sasaran. Pelor yang telah mengalami rekoset tersebut tidak menutup kemungkinan masih memiliki energi yang sangat besar sehingga dapat melukai bahkan membunuh sasaran yang tidak diinginkan. Untuk itu penulis meneliti tentang rekoset dimana median yang digunakan untuk rekoset adalah plat baja pada jarak penembakan 100 m dengan sudut penembakan mulai dari sudut 50 sampai dengan sudut 300.

d.         Dari permasalahan diatas perlu adanya analisa sudut penembakan pada munisi 5,56 x 45 mm (MU5-TJ) sampai mengalami  rekoset.

 

2.         Maksud dan Tujuan.

a.         Maksud.        Penulisan tugas akhir ini dimaksudkan untuk mengetahui  terjadinya rekoset pada pelor munisi kaliber  5,56 x 45 mm (MU5-TJ) dengan ditembakan dari sudut ketirusan (ogive) pelor tersebut dari sudut penembakan.

b.         Tujuan.          Dengan adanya analisa ini diharapkan dapat mengetahui akibat besarnya sudut penembakan untuk terjadinya rekoset  perhitungan gaya gesek yang terjadi, sudut keluar setelah rekoset, energi setelah rekoset serta kecepatan setelah rekoset.

 

3.         Manfaat Penelitian.            Adapun manfaat dari penelitian ini adalah memberikan masukan kepada pimpinan TNI AD bahwa munisi yang mengalami penyimpangan atau rekoset, tidak menutup kemungkinan masih mempunyai energi yang besar sehingga dapat melukai bahkan membunuh, hal ini dibuktikan dengan hasil pengujian.

 

4.         Ruang Lingkup Dan Tata Urut.

a.         Ruang Lingkup.      Pada penulisan tugas akhir ini, penulis akan membahas tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya rekoset, yaitu :  

            1)         Perhitungan Balistik Dalam.          Menghitung energi dalam laras yang meliputi :

                        a)         Menghitung Energi Isian Dorong (E).

                        b)         Menghitung Energi Rotasi (ERot).

            2)         Perhitungan Balistik Luar.

                        a)         Menghitung Koefisien Bentuk Pelor (i).

                        b)         Menghitung Massa Jenis Udara Terukur (D).

                        c)         Menghitung Koefisien Balistik (C').

                        d)         Menghitung Kecepatan Awal (V0).

                        e)         Menghitung Kecepatan Yang Hilang (Vh).   

                        f)          Menghitung Kecepatan Pada Jarak 100 m (V100).

                        g)         Menghitung Cepat Putar Pelor Per Menit (N).

                        h)        Menghitung Kecepatan Putaran Pelor Dalam m/dt (Vp).

 

             3)         Perhitungan Balistik Akhir.    Menghitung Energi Kinetik Pelor Pada Jarak Awal dan Jarak 100 m di Lintasan (Ek0) dan (Ek100).

             4)         Perhitungan Gaya Gesek Statis Pelor Pada Saat Rekoset (Fs).

             5)         Perhitungan Sudut Keluar Pelor Setelah Rekoset (α).

             6)         Perhitungan Energi Pelor Setelah Terjadi Rekoset (ESisa).

              7)         Perhitungan Kecepatan Pelor Setelah Rekoset (VSisa).

b.         Tata Urut.     Tata Urut dalam penyusunan Tugas Akhir ini meliputi :

            1)         BAB    I        :  PENDAHULUAN

            2)         BAB    II       :  TINJAUAN PUSTAKA

            3)         BAB    III      :  METODE PENELITIAN

            4)         BAB    IV     :  HASIL DAN PEMBAHASAN

            5)         BAB    V      :  KESIMPULAN DAN SARAN

            6)         BAB    VI     :  PENUTUP

 

5.         Pengertian-Pengertian.

a.         Munisi adalah suatu benda dengan bentuk dan sifat tertentu yang dapat diisi dengan bahan pendorong (Propellant), bahan peledak dan bahan kimia yang dapat ditembakan dengan atau tanpa senjata atau dengan cara lain dengan maksud ditujukan ke suatu sasaran untuk merusak, membinasakan, melumpuhkan atau untuk maksud tujuan lain.

b.         MU5-TJ adalah suatu istilah atau kode pada suatu munisi kaliber 5,56 x 45 mm dengan bentuk pelornya  tajam dan inti pelor baja buatan PT. Pindad.

c.         SS2-V1 kaliber 5,56 mm adalah senapan serbu  laras panjang hasil pengembangan dari SS1 V1 buatan PT. Pindad dengan kaliber 5,56 mm.

d.         Rekoset adalah pelor tidak penuh menyentuh sasaran dan dibelokkan arahnya.

e.         Ogive adalah ketirusan dari pelor.

 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya