PERENCANAAN ALAT BANTU PEMBIDIKAN

Sabtu, 13 Agustus 2011 08:43:18 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya

PERENCANAAN ALAT BANTU PEMBIDIKAN

MERIAM 57 mm S-60 RETROFIT

 

OLEH

Achmadi

Sersan Satu NRP 21040297111084

 

1.       Umum.       Dalam sistem senjata Artileri Pertahanan Udara (Arhanud)  telah lama dikenal Meriam 57 mm S-60 Retrofit. Dimana Meriam ini merupakan hasil modifikasi dari Meriam  57 mm S-60 tanpa Alat Kendali Tembak (AKT), yang semula digerakkan secara manual oleh awak Meriam, kemudian dimodifikasi sehingga dapat digerakkan secara elektrik yaitu dengan cara Local Control yang menggunakan tenaga listrik dari dua buah baterai yang tersedia dan dengan cara Remote Control yang dikendalikan dari FCS (Firing Control Sistem).

Pada saat Meriam Kendali Local Control (tanpa FCS), pembidikan sasaran menggunakan alat bidik yang ada pada Meriam, dimana posisi alat bidik adalah permanen (tidak bisa dirubah posisi azimut atau elevasinya), sehingga untuk pembidikan sasaran yang bergerak dari arah kanan ke kiri maupun dari kiri ke kanan, kemungkinan proyektil mengenai sasaran relatif kecil, karena tidak adanya sudut tangguh yang dibentuk antara garis lintasan proyektil dengan garis pembidikan. Sedangkan yang diharapkan untuk pembidikan sasaran udara atau pesawat, diperlukan adanya sudut tangguh dan jarak tangguh, dimana pada saat kita membidik sasaran, maka laras akan mengarah di depan lintasan sasaran atau pesawat.

Dari permasalahan yang terjadi perlu adanya alat bantu pembidikan Meriam 57 mm S-60 Retrofit untuk arah datangnya sasaran dari kanan ke kiri atau dari kiri ke kanan, sehingga alat bidik Meriam tersebut bisa diarahkan sesuai dengan arah datangnya sasaran.

 

2.         Maksud dan Tujuan.

a.         Maksud.        Maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah  untuk memodifikasi dudukan alat bidik Meriam 57 mm S-60 Retrofit agar bisa diarahkan sesuai dengan arah datangnya sasaran.

b.         Tujuan.          Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk meningkatkan kemampuan dari alat bidik Meriam 57 mm S-60 Retrofit terhadap perkenaan di sasaran yang bergerak dari arah kiri ke kanan maupun dari kanan ke kiri.

 

3.         Batasan Masalah.         Untuk mempermudah dalam proses pelaksanaan Tugas Akhir ini maka penulis membatasi beberapa permasalahan antara lain :

a.          Jarak capai yang digunakan sesuai jarak penjajaran sampai jarak efektif meriam.

b.          Dalam hal ini penulis hanya membuat perencanaan (tanpa membuat alat).

c.          Hanya membahas Balistik Luar.

d.       Untuk mempermudah perhitungan diasumsikan arah lintasan sasaran tegak lurus terhadap arah laras (lintasan proyektil).

e.         Arah sasaran datang dari arah kanan dan kiri.

f.          Dalam penulisan Tugas Akhir ini tidak dibahas tentang perencanaan dan perancangan dudukan alat bidik secara mekanik. Untuk selanjutnya dapat dilaksanakan penelitian lebih lanjut.

g.         Dimensi dudukan alat bidik diasumsikan karena tidak ada perhitungan secara detail.

 

4.         Manfaat Penelitian.

a.         Secara Akademis.  Penulisan Tugas Akhir ini merupakan aplikasi dari materi balistik luar.

b.         Secara Praktis.

1)         Memberikan informasi dan masukan bagi jajaran TNI AD tentang perencanaan alat bantu pembidikan Meriam 57 mm S-60 Retrofit.

2)         Meningkatkan kemampuan alat bidik sasaran udara dari Meriam 57 mm S-60 Retrofit terhadap kecepatan sasaran (pesawat).

3)         Sebagai dasar untuk melakukan perencanaan atau rancang bangun bagi alat bidik sasaran udara untuk jenis meriam Arhanud yang lain.

 

5.         Ruang Lingkup dan Tata Urut.

            a.         Ruang Lingkup.      Ruang lingkup dari penulisan Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut :

                       1)         Perhitungan Balistik Luar.

                                    a)         Menghitung koefisien bentuk proyektil.

                                    b)         Menghitung udara terukur.   

                                    b)         Menghitung koefisien bentuk balistik.    

                       2)         Perhitungan waktu tempuh proyektil.

                       3)         Perhitungan jarak tangguh atau Panjang lintasan dari sasaran (pesawat).

                       4)         Perhitungan sudut tangguh

b.         Tata Urut.     Untuk mempermudah penulisan tugas akhir ini, maka penulis menyusun dengan tata urut sebagai berikut :

              1)         BAB    I           :         PENDAHULUAN

              2)         BAB    II          :         TINJAUAN PUSTAKA

              3)         BAB    III         :         METODE PENELITIAN

              4)         BAB    IV        :           HASIL DAN PEMBAHASAN

              5)         BAB    V         :           KESIMPULAN DAN SARAN

              6)         BAB    VI        :           PENUTUP

 

6.       Pengertian-pengertian.

a.       Retrofit adalah meningkatkan kemampuan alat peralatan (sistem senjata) lama agar mampu menghadapi tugas atau ancaman yang dihadapi saat ini maupun yang akan datang dengan mengganti dan menambah alat (unit) yang ada sesuai dengan kemajuan teknologi yang sedang berkembang. 

b.     Alat Bidik Azimut adalah suatu alat bidik untuk menentukan arah samping pada saat melaksanakan penembakan.

c.      Alat Bidik Elevasi adalah suatu alat bidik untuk menentukan tinggi sasaran pada saat melaksanakan penembakan.

d.         Kuadran adalah suatu alat untuk menentukan kedataran laras meriam.

e.         Sudut Tangguh adalah sudut yang dibentuk oleh perpanjangan garis bidik dengan arah laras.

f.         Jarak Tangguh adalah jarak atau panjang lintasan mulai arah pembidikan sampai dengan titik kena atau titik temu proyektil dengan sasaran.

g.       FCS (Firing Control Sistem) adalah suatu alat untuk mengendalikan penembakan pada waktu meriam kendali remote.

h.         Lokal kontrol adalah meriam dioperasikan oleh operator meriam dengan menggunakan joystick.

 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya