ANALISA PERHITUNGAN BALISTIK MUNISI SUBSONIC

Kamis, 11 Agustus 2011 13:32:38 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya

ANALISA PERHITUNGAN BALISTIK MUNISI SUBSONIC (MU5-S)

MENGGUNAKAN PROPELLANT PMC1209

PADA SENAPAN SS1-V5 BUATAN PT. PINDAD

 

OLEH

 

Suharno

Sersan Satu NRP 21040178150384 BALISTIK ≠ 15

 

1.         Umum.           Saat ini pembangunan kota di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Perkembangan tersebut ditandai dengan semakin bertambahnya gedung serta sarana dan prasarana kota, terutama obyek vital pemerintah dan tempat-tempat keramaian. Perkembangan itu menuntut sistem pertahanan keamanan yang harus tepat dan sesuai  dengan kondisi serta situasi kota di Indonesia, sehingga harus diimbangi perkembangan  alutsista terutama di bidang pertahanan. Perubahan sistem pertahanan keamanan tersebut, yaitu dari sistem pertempuran jarak jauh menjadi sistem pertempuran jarak dekat.

Untuk menghadapi perubahan tersebut TNI sebagai unsur pertahanan membutuhkan alutsista yang tepat sebagai pendukung tugas pokok. Alutsista yang sekarang dipergunakan dalam pelaksanaan tugas terutama pada pertempuran kota belum sesuai, sehingga membutuhkan pengembangan dan penelitian lebih lanjut agar alutsista lebih efektif dan efesien dipergunakan. PT. Pindad (Divisi Munisi) sebagai produsen munisi menciptakan munisi yang  tepat dipergunakan pada pertempuran kota, untuk melengkapi kekurangan alutsista yang TNI sekarang miliki. Munisi tersebut adalah munisi subsonic (MU5-S). Munisi subsonic memiliki jarak capai tembakan yang dekat dengan akurasi tembakan yang baik sehingga sesuai dipergunakan pada pertempuran jarak dekat atau pertempuran kota yang  membutuhkan munisi dengan hasil ketelitian tembak yang tinggi agar pada proses penembakan tidak terjadi salah sasaran yang dapat merugikan personil maupun materiil disekitar target atau sasaran. Munisi subsonic yang pernah diproduksi oleh PT. Pindad menggunakan propellant PRB SS109 dengan bentuk ball. Munisi Subsonic dengan propellant PRB SS109 belum sesuai dengan tujuan dari pembuatan munisi subsonic yaitu dirancang agar jarak capai tembakan yang dekat dengan akurasi tembakan yang baik karena akurasi tembakan masih kurang baik dan kecepatan pada jarak nol masih terlalu tinggi dari persyaratan munisi subsonic yaitu ≤ 340 m/det serta pernah terjadi pelor macet dalam laras senapan, sehingga PT. Pindad juga masih melakukan penelitian untuk memperbaiki kekurangan tersebut.

            Senapan merupakan sarana pendukung yang tidak kalah pentingnya dalam proses penembakan selain propellant atau isian dorong yang dipergunakan. Senapan dibuat dengan desain serta ciri yang berbeda-beda disesuaikan fungsi serta penggunaannya. Panjang dan pendek ukuran laras senapan memiliki tujuan yang berbeda. senapan dengan laras yang pendek difungsikan agar memiliki jarak efektif yang lebih dekat dibandingkan dengan senapan yang memiliki laras panjang. Senapan SS1-V5 merupakan varian / penyempurnaan dari senapan SS1-V1. Senapan SS1-V5 memiliki desain panjang laras 252 mm lebih pendek dibandingkan dengan senapan SS1-V1. Senapan SS1-V5 telah digunakan oleh Kopassus, Kostrad dan Raider, dengan desain laras yang pendek akan memudahkan personil dalam setiap gerakan dan manuver di medan operasi maupun latihan, sehingga senapan SS1-V5 sangat tepat dipergunakan pada pertempuran kota.

            Dari permasalahan diatas peneliti melakukan penelitian pada  tugas akhir dengan judul " ANALISA PERHITUNGAN BALISTIK MUNISI SUBSONIC (MU5-S) MENGGUNAKAN PROPELLANT PMC 1209 PADA SENAPAN SS1-V5 BUATAN PT. PINDAD ". Dengan adanya analisa tersebut diharapkan akan diperoleh perpaduan antara munisi dengan propellant yang tepat serta senapan yang digunakan sebagai solusi permasalahan baik pada senapan maupun munisi dan propellant yang dipergunakan. Agar dalam proses penembakan prosentase keberhasilan mengenai sasaran lebih tinggi, sehingga dapat menambah moril prajurit dalam melaksanakan tugas .

 

2.         Maksud dan Tujuan.

a.         Maksud.        Maksud dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk menganalisa perhitungan balistik munisi subsonic (MU5-S) menggunakan propellant PMC1209 pada senapan SS1-V5  buatan PT. Pindad.

b.         Tujuan.          Tujuan dari penulisan tugas akhir ini adalah untuk mengganti isian dorong munisi subsonic (MU5-S) dengan propellant PMC 1209 agar sesuai dengan spesifikasi munisi subsonic dan memberikan masukan kepada pimpinan serta satuan dijajaran TNI.

 

3.         Manfaat Penelitian.            Dari analisa yang peneliti lakukan diharapkan diperoleh suatu manfaat serta masukan kepada instansi terkait, antara lain

            a.         Sebagai masukan kepada pimpinan TNI AD tentang penggunaan munisi subsonic dengan propellant PMC 1209 pada         senapan SS1-V5.

               b.         Masukan kepada PT.Pindad tentang analisa penggunaan    propellant PMC 1209 pada munisi subsonic (MU5-S).

            c.         Sebagai referensi analisis tentang penggunaan propellant   PMC 1209 buatan poongsan Corporation.

              d.         Untuk mendapatkan munisi subsonic dengan propellant yang tepat           pada senapan SS1-V5 agar sesuai dipergunakan pada pertempuran       jarak dekat atau pertempuran kota.

 

 4.        Ruang Lingkup dan Tata Urut.  

a.            Ruang Lingkup.        Ruang lingkup penulisan tugas akhir ini tentang analisa perhitungan, antara lain :

            1)      Waktu pembakaran isian dorong.

            2)      Panas reaksi.           

            3)      Balistik Dalam, meliputi :

                     a)         Menghitung energi isian dorong.

                     b)        Menghitung energi gerak.

                     c)        Menghitung tekanan gas rata-rata di dalam laras.

                     d)        Menghitung ratio tekanan gas.

                      e)        Menghitung kecepatan pelor di mulut laras (Ve).

                      f) Menghitung pola tekanan gas, kecepatan pelor di dalam laras, dan waktu pelor di dalam laras.

                      g)        Menghitung energi  kinetik gas isian dorong.

                      h)        Menghitung energi rotasi pelor.

                       i)        Energi tolak balik (Recoil).                                    

            4)         Balistik luar, meliputi :

                        a)         Menghitung koefisien bentuk pelor (i).

                        b)         Menghitung koefisien balistik (C').

                         c)         Menghitung kecepatan pelor jarak nol (V0).

                        d)         Menghitung kecepatan pelor pada jarak x (Vx).

                        e)         Menghitung jarak capai maxsimum ( Xmax ).

                        f)          Menghitung jarak pada saat terjadi titik kulminasi (Xc).

                        g)         Menghitung titik kulminasi lintasan pelor ( Yc ).

             5)         Balistik akhir, meliputi :

                         a)         Menghitung titik kena rata-rata ( TKRR ).

                         b)         Menghitung probability of Hit  ( PH ).

                         c)         Menghitung probability of Kill ( PK ).

b.         Tata Urut.     Tata urut penulisan Tugas Akhir ini sebagai berikut :

      BAB I              :           PENDAHULUAN

      BAB II             :           TINJAUAN PUSTAKA

      BAB III            :           METODE PENELITIAN

      BAB IV           :           HASIL DAN PEMBAHASAN

      BAB V                        :           KESIMPULAN DAN SARAN

      BAB VI           :           PENUTUP

 

5.               Pengertian-pengertian.

a.         Munisi  adalah suatu benda dengan bentuk dan sifat balistik tertentu yang diisi dengan bahan pendorong dan dapat ditembakkan dengan senjata dengan tujuan membunuh atau melumpuhkan.

b.         Isian dorong adalah suatu komposisi kimia yang apabila mendapat rangsangan yang tepat akan menghasilkan tekanan gas di dalam kelongsong / laras senjata yang berfungsi untuk mendorong pelor sehingga pelor bergerak maju meluncur di dalam laras, akhirnya keluar dari laras menuju sasaran.

c.         Senapan SS1-V5  adalah Senapan serbu buatan PT. Pindad yang memiliki desain laras yang pendek sehingga cocok untuk pertempuran kota.

d.         Propellant PMC1209 adalah jenis propellant buatan Poongsan Corporation yang memiliki bentuk pipih.            

e.         Reaksi Pembakaran adalah suatu reaksi dimana suatu        unsur             / senyawa bergabung dengan oksigen membentuk senyawa       atau unsur yang mengandung oksigen sederhana.

 f.          Subsonic adalah kecepatan suatu benda kurang dari 1        mach (1 mach = 340 m/det).

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya