RANCANG BANGUN PELUNCUR ROKET ELEKTRA

Senin, 8 Agustus 2011 09:54:07 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya

RANCANG BANGUN PELUNCUR ROKET ELEKTRA 316 L-AD BAGIAN KONTROL SWITCHING PENGAPIAN PRIMER

 

OLEH

SERTU ANGGA NUGRAHA ELKA ≠ 16

 

1.            Umum.           Dalam beberapa tahun terakhir sering terjadi adanya kerusuhan dari negara lain di perbatasan wilayah Indonesia. Hal ini terjadi karena ada anggapan bahwa negara Indonesia tidak mempunyai senjata yang mutakhir dan selalu bergantung pada negara lain. Disamping hal tersebut seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dari beberapa negara maju telah diterapkan sistem persenjataan yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Kondisi tersebut bertolak belakang dengan Alutsista yang dimiliki TNI yang sebagian besar masih dioprasikan secara manual dan kondisi senjata yang sudah tidak layak pakai karena termakan usia.

Dengan kemajuan elektronika perlu adanya alternatif baru dalam memenuhi kebutuhan Alutsista TNI khususnya TNI AD. Salah satunya dengan merancang bangun sebuah peluncur roket dengan sistem pengendali jarak jauh sehingga keamanan dan keselamatan personil lebih terjamin karena dapat diposisikan di tempat yang aman dari pantauan musuh.

Dari permasalahan diatas maka penulis berkeinginan untuk mendesain peluncur roket elektra 316 L-AD. Pada peluncur roket perancang menggunakan proses pemutusan tegangan pada saat switching pengapian primer dengan menggunakan kawat nikelin sebagai pemicu pembakaran pertama pada propelan. Dengan terbakarnya kawat nikelin maka  propelan yang terdapat pada badan roket akan terbakar dan menimbulkan tekanan terhadap badan roket sehingga roket akan keluar dari dalam launcher. Dengan demikian dapat memberdayakan kemampuan produksi dalam negeri khususnya di bidang persenjataan agar tidak tergantung kepada negara-negara lain.

 

2.         Maksud dan Tujuan.

a.       Maksud.         Maksud dari pembuatan alat adalah untuk memanfaatkan teknologi kontrol switching pengapian primer pada peluncur roket elektra 316 L-AD.

b.      Tujuan.            Untuk memberikan masukan kepada pimpinan TNI-AD dalam rangka meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi Alutsista dan peralatan TNI khususnya TNI AD demi terwujudnya kemandirian dalam bidang persenjataan.

 

3.       Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a.     Ruang Lingkup.         Untuk membatasi pembahasan tulisan  maka penulis akan membahas kontrol switching pengapian primer pada peluncur roket elektra 316 L-AD.

 

b.      Tata Urut.       Untuk mengarahkan pembahasan pada tujuan penulisan tugas akhir  dibuat sistematika sebagai berikut:

            1)         BAB I              :          Pendahuluan

            2)         BAB II             :          Tinjauan Pustaka

            3)         BAB III           :           Metodologi Penelitian

            4)         BAB IV           :           Pengujian dan Analisa Alat

            5)         BAB V            :           Kesimpulan dan Saran

            6)         BAB VI           :           Penutup

 

4.          Metode Penulisan. Dalam penulisan tugas akhir menggunakan dua metode yaitu:

a.         Deduktif.         Proses pengamatan secara studi kepustakaan serta perencanaan dan pembuatan alat sesuai teori.

b.         Induktif.           Proses pengamatan terhadap masalah yang diteliti dengan melakukan aplikasi dan pengujian alat secara langsung di Laboratorium dan Lapangan dalam pengukuran serta pengambilan data.

 

5.          Pengertian-pengertian.

a.      Munisi.       Merupakan suatu benda dengan bentuk tertentu yang berisi bahan pendorong, bahan penghancur, dan bahan kimia lain yang dapat ditembakkan dengan senjata atau tanpa senjata.

b.      Peluncur.   Suatu alat yang berfungsi sebagai tempat meluncurnya munisi yang terbuat dari bahan logam pilihan seperti baja tuang.

c.            Roket.          Merupakan suatu munisi yang mempunyai kemampuan meluncur yang tinggi karena dilengkapi dengan isian pendorong yang sangat peka.

d.            Kawat nikelin.            Merupakan komponen roket yang berfungsi sebagai pembakar isian pendorong pada roket.

e.            Gula halus.     Merupakan frasa yang diberikan pada semua senyawa kimia yang dengan mudah dilarutkan dalam air, tanpa warna, tidak berbau dan didapat pada proses penghancuran secara mekanis.

f.              Nosel.             Merupakan tempat keluarnya semburan gas panas yang dihasilkan dari pembakaran propelan sehingga menimbulkan reaksi semburan tekanan yang terpusat pada satu lubang.

g.         Relay.             Merupakan piranti kontrol yang berfungsi untuk menghubungkan atau memutus aliran arus listrik yang dikontrol dengan memberikan tegangan dan arus tertentu pada koilnya.

h.         Pupuk.            Merupakan bahan dengan kandungan unsur tertentu yang umumnya digunakan petani pada tanaman untuk merangsang pertumbuhan buah, mempercepat pertumbuhan tanaman.

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya