RANCANG BANGUN PELUNCUR ROKET ELEKTRA

Senin, 8 Agustus 2011 09:32:01 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya

RANCANG BANGUN PELUNCUR ROKET ELEKTRA 316 L-AD BAGIAN PENDETEKSI SUDUT AZIMUTH DAN ELEVASI

 

OLEH

SERDA ROBERTA VASILIA ERNANDA ELKA ≠ 16

 

1.      Umum.         Dalam modernisasi alat peralatan dan alutsista TNI belum terdukung secara keseluruhan, hal tersebut disebabkan karena ketergantungan terhadap produk dari luar negeri, kurangnya sumber daya manusia yang mumpuni tetang alutsista yang dimiliki TNI dan biaya operasional yang sangat tinggi. Karena banyak alutsista yang berasal dari luar negeri maka suku cadang juga tergantung dari negara asal alutsista dahulu dibeli. Alutsista  yang dimiliki TNI khususnya TNI AD kondisinya sangat lemah sehingga menyebabkan alutsista tidak bisa berfungsi secara maksimal.

Sesuai dengan kemajuan teknologi dibidang elektronika perlu adanya alternatif baru dalam memenuhi kebutuhan alutsista TNI khususnya TNI Angkatan Darat. Salah satunya dengan merancang bangun sebuah peluncur roket Elektra 316 L-AD dengan sistem pengendali senjata jarak jauh sehingga personil lebih terjamin keamanannya karena bisa diposisikan di tempat yang aman dari pantauan musuh.

Untuk merealisasikan pada jajaran TNI-AD dapat dilakukan dengan merancang bangun suatu senjata yang menggunakan sistem elektronik. Pada peluncur roket Elektra, menggunakan sistem kontrol elektronik jarak jauh dengan joystick atau laptop untuk mengatur sudut azimuth, sudut elevasi maupun tembakan acak. Sedangkan untuk memantau target yang berada didepan launcher secara real time menggunakan kamera CCTV yang mana video yang ditangkap dapat ditampilkan disebuah laptop sehingga memudahkan operator untuk mengendalikan peluncur roket Elektra. Peluncur roket Elektra, dilengkapi juga dengan sistem penembakan secara acak sesuai dengan keinginan operator. Selain itu, pada peluncur roket Elektra, menggunakan pendeteksi sudut baik elevasi maupun azimuth. Pendeteksi sudut pada peluncur roket, menggunakan rotary encoder sebagai sensor pendeteksi sudut azimuth dan potensio linear sebagai sensor pendeteksi sudut elevasi. Hasil kedua sensor tersebut ditampilkan ke LCD. Maksud dari pembuatan alat pendeteksi sudut azimuth dan elevasi adalah untuk membantu prajurit dalam mengatur sudut azimuth dan elevasi  laras peluncur roket sehingga dapat mengenai sasaran dengan tepat. Dengan alat alat pendeteksi sudut azimuth dan elevasi yang dapat dikendalikan dengan cara otomatis dan manual maka kemampuan peluncur roket dapat diandalkan.

 

2.         Maksud dan Tujuan.

a.        Maksud.        Membuat rancang bangun peluncur roket Elektra 316   L-AD bagian sistem pedeteksi sudut azimuth dan elevasi dimaksudkan membantu prajurit dalam mengatur sudut azimuth dan elevasi  laras peluncur roket sehingga dapat mengenai sasaran dengan tepat.

b.        Tujuan.         Memberi masukan kepada pimpinan TNI AD dalam usaha mewujudkan kemandirian teknologi di bidang alutsista serta modernisasi alat peralatan dan alutsista.

 

3.            Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a.         Ruang Lingkup.      Dalam Penulisan tugas akhir sistem pendeteksi sudut elevasi dan azimuth pada peluncur roket Elektra 316 meliputi :

            1)         Rotary encoder.

            2)         Potensio linear.

            3)         Mikrokontroler (Microcontroller) Atmega32.

            4)         LCD (liquid cystal display).

 

b.         Tata Urut.     Sistematika pembahasan naskah Tugas akhir diatur sesuai tata urut sebagai berikut :

            1)            Bab I               Pendahuluan.

            2)            Bab II              Tinjauan Pustaka.

            3)            Bab III             Metodologi Penelitian.

            4)            Bab IV            Hasil Dan Pembahasan.

            5)            Bab V             Kesimpulan Dan Saran.

            6)            Bab VI            Penutup.

4.        Metode Pendekatan.         Dalam penulisan tugas akhir pendetksi sudut azimuth dan elevasi, penulis menggunakan dua metode pendekatan yaitu :

a.         Deduktif.  Proses pengamatan secara studi kepustakaan atau literatur serta perencanaan dan pembuatan alat sesuai teori.

b.         Induktif.  Melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan data uji dilaksanakan di laboratorium dan di lapangan.

 

5.           Pengertian-pengertian.

a.      Sudut Elevasi adalah sudut yang dibentuk oleh arah horisontal dengan arah pandangan mata pengamat ke arah atas.

b.         Sudut  azimuth adalah sudut yang dimulai dari arah Utara atau Selatan bergerak searah jarum jam sampai di arah yang dimaksud.

c.         Rotary encoder adalah perangkat elektromekanik yang dapat memonitor gerakan dan posisi. Rotary encoder umumnya menggunakan sensor optik untuk menghasilkan serial pulsa yang dapat diartikan menjadi gerakan, posisi, dan arah. Sehingga posisi sudut suatu poros benda berputar dapat diolah menjadi informasi berupa kode digital oleh rotary encoder untuk diteruskan oleh rangkaian kendali.

 

d.      Potensiometer adalah variabel resistor yang nilai hambatannya dapat diubah langsung dengan cara memutar poros engkol atau mengeser kenop untuk potensio geser.

e.       Mikrokontroler Atmega32 adalah salah satu dari keluarga ATmega dengan populasi pengguna cukup besar. Memiliki memori flash 32kb dan 32 jalur input output, serta dilengkapi dengan ADC 8 kanal dengan resolusi 10-bit dan 4 kanal PWM.[2]

f.          LCD ( Liquid Crystal Display ) adalah suatu alat berbentuk kristal cair yang akan beremulsi (bercahaya) apabila diberi  sumber tegangan kepadanya.

 


[1].http://konversi.wordpress.com/2009/06/12/sekilas-rotary-encoder. diakses tanggal 2 mei 2010

[2] . http://nextsys.web.id/edukasi/?tag=sistem-minimum-atmega32. Diakses tanggal 3 mei 2010

 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya