RANCANG BANGUN PELUNCUR ROKET ELEKTRA

Sabtu, 6 Agustus 2011 10:03:16 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya

RANCANG BANGUN PELUNCUR ROKET ELEKTRA 316 L-AD BAGIAN KONTROL PENGGERAK MOTOR AZIMUTH DAN ELEVASI DENGAN METODE PID

 

OLEH

SERTU WARNO SUTA PAMEKAS ELKA ≠ 16

 

1.         Umum.       Dalam beberapa tahun terakhir ini sering terjadi adanya kerusuhan di wilayah perbatasan Indonesia yang dipicu oleh negara lain. Hal ini terjadi karena terdapat anggapan bahwa Indonesia tidak mempunyai senjata yang mutakhir dan selalu bergantung pada negara lain. Disamping itu, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di beberapa negara maju telah diterapkan sistem persenjataan yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Kondisi seperti ini bertolak belakang dengan Alutsista yang dimiliki TNI yang sebagian besar dioperasikan secara manual. Hal ini semakin diperparah dengan kondisi senjata yang kebanyakan sudah tidak layak pakai karena termakan usia.

Seiring kemajuan teknologi elektronika perlu adanya alternatif baru dalam memenuhi kebutuhan Alutsista TNI khususnya TNI-AD. Salah satunya dengan merancang bangun sebuah peluncur roket dengan sistem pengendali senjata jarak jauh sehingga personil lebih terjamin keselamatannya karena bisa diposisikan di tempat yang aman dari pantauan musuh.

Dari permasalahan di atas maka penulis bermaksud untuk mendesain Peluncur Roket Elektra 316 L-AD. Pada peluncur roket ini menggunakan sistem kontrol elektronik secara jarak jauh baik pengaturan sudut azimuth maupun  elevasinya. Sesuai dengan pokok bahasan tersebut, maka penulis berencana membahas kontrol posisi motor penggerak azimuth dan elevasi pada Peluncur Roket Elektra 316 L-AD. Dengan mengontrol secara elektronik motor penggerak sudut azimuth dan elevasi, diharapkan launcher dapat bergerak dengan cepat mengarah pada target dibandingkan bila launcher diarahkan secara manual karena sistemnya sudah diubah menjadi otomatisasi. Tampilan sudut azimuth dan elevasi dapat dilihat pada monitor Laptop. Pergerakan motor tesebut dikendalikan dengan menggunakan joystick atau keyboard  pada Laptop jika joystick tidak digunakan.

 

2.         Maksud dan tujuan.

a.      Maksud.        Adapun maksud dari pembuatan alat ini adalah untuk merancang bangun Peluncur Roket Elektra 316 L-AD yang dikendalikan dari jarak jauh dimana kontrol motor penggerak azimuth dan elevasi menggunakan gabungan kontrol Proporsional, Integral, dan Derivatif.

b.       Tujuan.        Adapun tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan penguasaan teknologi Alutsista dan peralatan TNI khususnya TNI-AD agar terwujudnya kemandirian nasional dalam bidang persenjataan.

 

3.         Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a.         Ruang Lingkup.      Adapun yang akan dibahas dalam Tugas Akhir ini antara lain :

1)         Bagaimana merancang kontroler PID untuk pengendalian pergerakan azimuth dan elevasi.

2)         Bagaimana mengaplikasikan kontroler tersebut pada motor penggerak azimuth dan elevasi.

b.      Tata Urut.     Agar dapat mempermudah pembahasan dari Tugas Akhir ini, sistematika pembahasannya adalah sebagai berikut :

             1)         Bab I               :  Pendahuluan.

             2)         Bab II              :  Tinjauan Pustaka.

             3)         Bab III             :  Metode Penelitian.

             4)         Bab IV            :  Pengujian Dan Analisa Data.

             5)         Bab V             :  Kesimpulan Dan Saran.

             6)         Bab VI            :  Penutup.

 

4.         Metodologi.              Rancangan Metodologi tugas akhir yang akan dibuat adalah sebagai berikut :

a.         Deduktif.        Proses pengamatan secara studi kepustakaan serta perencanaan dan pembuatan alat sesuai teori.

b.         Induktif.          Proses pengamatan terhadap masalah yang diteliti dengan melakukan aplikasi dan pengujian alat secara langsung di laboratorium dan di lapangan dalam pengukuran serta pengambilan data.

 

5.         Pengertian-pengertian.

a.         Sistem Kontrol.       Sistem Kontrol adalah proses pengaturan / pengendalian terhadap satu atau beberapa besaran (variabel, parameter) sehingga berada pada suatu harga atau dalam suatu rangkuman harga (range) tertentu. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan optimalisasi hasil yang diperoleh berdasarkan fungsi dari sistem kontrol itu sendiri (pengukuran, membandingkan, perhitungan, dan perbaikan).[1]

b.         Sistem Kontrol Loop Tertutup.              Merupakan sistem pengontrolan dimana dapat melakukan koreksi variabel-variabel kontrolnya secara otomatis dan tidak memerlukan operator, dikarenakan adanya untai tertutup (closed loop) sebagai umpan balik (feed back) dari hasil keluaran menuju masukan setelah dikurangkan dengan nilai set pointnya.[2]

c.         Sistem Kontrol Loop Terbuka.               Merupakan sistem pengontrolan dimana proses pengaturannya dilakukan secara manual oleh operator dengan mengamati keluaran secara visual melalui alat ukur, kemudian dilakukan koreksi variabel-variabel kontrolnya untuk mempertahankan hasil keluarannya.[3]

d.         Input (R(t)).   Adalah nilai yang diinginkan bagi variabel yang dikontrol selama pengontrolan.

e.         Error Signal (E(t)).              Adalah selisih antara R(t) - C(t), input dengan output. Merupakan inputan bagi kontroler dan nilainya harus sekecil mungkin. Error signal menggerakkan kontroler untuk mendapatkan keluaran pada satu harga yang diinginkan.

f.          Kontroler.     Adalah suatu alat yang bertujuan untuk memproses error signal yang terjadi dan setelah error yang dilewatkan melalui elemen ini, akan dihasilkan sinyal yang berfungsi untuk pengontrol proses.[4]

g.         Control Signal (U(t)).          Merupakan Output dari kontroler dan berfungsi sebagai sinyal pengontrol tanpa adanya gangguan. Control signal ini yang menyebabkan ouput menjadi sama dengan input.

h.         Aktuator.       Adalah komponen yang secara fisik melakukan keinginan kontroler dengan suntikan energi tertentu.

i.          Plant / Proses.         Merupakan objek tertentu yang dikontrol oleh sistem. Biasanya berupa proses mekanis, elektris, hidrolis, pneumatic atau kombinasinya.[5]

j.          Output (C(t).             Adalah harga atau nilai yang akan dipertahankan bagi variabel yang dikontrol dan merupakan harga yang ditunjuk oleh alat pencatat.

k.         Error Detector.        Merupakan pembanding antara input dengan output yang menghasilkan error signal.

 


[1]  http://digilib.petra.ac.id/jiunkpe/s1/elkt/2008/jiunkpe-ns-s1-2008-23401005-10723-ziegler_nichols-chapter2.pdf diakses tanggal 29-04-2010.

 

[2] http://elektro.brawijaya.ac.id/bsw/pengantar tentang sistem kontrol  diakses tanggal 01-05-2010.

 

[3] http://elektro.brawijaya.ac.id/bsw/pengantar tentang sistem kontrol  diakses tanggal 01-05-2010.

 

[4] http://digilib.petra.ac.id/jiunkpe/s1/elkt/2008/jiunkpe-ns-s1-2008-23401005-10723-ziegler_nichols-chapter2.pdf diakses tanggal 29-04-2010.

[5] http://digilib.petra.ac.id/jiunkpe/s1/elkt/2008/jiunkpe-ns-s1-2008-23401005-10723-ziegler_nichols-chapter2.pdf diakses tanggal 29-04-2010.

 

 

 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya