RANCANG BANGUN MOBIL LISTRIK TENAGA SURYA

Kamis, 4 Agustus 2011 13:05:10 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya

RANCANG BANGUN MOBIL LISTRIK TENAGA SURYA ELEKTRA 316 L-AD BAGIAN KONTROL JARAK

 

OLEH

SERDA DEWA KETUT SWARDANA ELKA ≠ 16

 

1.         Umum.             Mobil listrik adalah mobil yang rodanya hanya dapat berputar apabila diberi tegangan listrik baik itu AC maupun DC tergantung jenis motornya. Karena mobil akan bergerak dengan jarak yang jauh meninggalkan sumber listriknya maka dibutuhkan alat penyimpanan energi yang sebagian besar menggunakan Baterai/Accu, maka tidak salah bila sebagian orang menyebutnya mobil baterai atau mobil listrik. Sejalan dengan dilaksanakannya rancang bangun mobil listrik di LEMJIANTEK / STTAD KODIKLAT TNI AD yang bertujuan untuk membuat mobil listrik dengan kontrol jarak yang lebih sederhana.

Pada rancang bangun ini beberapa komponen dirancang secara khusus dan disatukan sehingga kontrol jarak mobil listrik terdiri dari sensor infrared GP2D12 yang akan mendeteksi jarak objek dengan mobil listrik dan kontrol rem yang dapat digunakan sebagai pengaman.

Kendali jarak objek dengan mobil listrik menggunakan sensor infrared GP2D12 yang dihubungkan dengan MCU. Pada saat ini, walaupun mobil telah dilengkapi dengan sensor pendeteksi jarak antara kendaraan, namun terkadang si pengemudi tidak akan menurunkan kecepatan mobilnya sebelum jarak antara kendaraan sangat dekat. Dengan dipasangnya sensor infrared GP2D12 pada bagian depan dan belakang mobil listrik sehingga bila ada suatu objek atau penghalang yang berada didepan atau dibelakang mobil listrik dengan jarak tertentu, maka MCU akan mengolah data masukan dari sensor infrared GP2D12 menjadi keluaran suara peringatan melalui speaker. Selain itu, inputan data tegangan dari  sensor infrared GP2D12 dihubungkan ke terminal penghubung sehingga dapat memutus arus yang diberikan kepada motor DC.

Sensor infrared GP2D12 akan aktif apabila salah satu switch untuk penggerak maju dan mundur aktif. Jika switch untuk penggerak maju aktif maka sensor infrared GP2D12 pada bagian depan mobil listrik akan aktif sehingga apabila mendeteksi penghalang dengan jarak yang telah ditentukan maka secara otomatis akan mengaktifkan saklar pemutus arus pada terminal penghubung. Dengan terputusnya arus maka tekanan gas yang diberikan ke motor DC tidak akan berpengaruh pada sistem tenaga karena terlebih dahulu sistem daya telah terputus. Sebaliknya jika pada posisi switch mundur aktif maka sensor infrared GP2D12 pada bagian belakang mobil listrik akan aktif.

Kontrol rem pada mobil listrik menggunakan saklar pembatas yang dilengkapi dengan pelatuk menempel pada bagian batang pengungkit yang bekerja apabila pedal rem ditekan maka batang pengungkit juga akan menekan pelatuk dari saklar pembatas sehingga arus yang mengalir malalui terminal penghubung dari saklar pembatas akan terputus seketika apabila proses pengereman mekanis pada roda kendaraan listrik ini digerakan. Proses penekanan batang pengungkit terhadap pelatuk saklar pembatas dapat distel jarak aktifnya agar pada saat pengemudi menempelkan kakinya pada pedal rem yang tanpa bermaksud menekan sehingga saklar pembatas tidak akan berfungsi. Tetapi apabila tekanan yang diberikan melebihi batas yang diberikan maka saklar pembatas akan bekerja dengan baik, tujuannya adalah apabila sistem penggerak mobil listrik ini sedang dioperasikan tiba-tiba pengendara menekan pedal rem maka beban yang diakibatkan oleh pengereman tidak akan berpengaruh pada sistem tenaga karena terlebih dahulu sistem daya telah terputus melalui saklar pembatas yang dipasang sebagai pengaman.

Sehubungan dengan hal tersebut diatas maka penulis merencanakan pembuatan Tugas Akhir (TA) ini tentang kontrol jarak pada mobil listrik tenaga surya ELEKTRA 316 L-AD yang di kontrol oleh MCU sehingga mobil listrik dapat beroperasi dengan baik dan lebih aman.

 

2.         Maksud Dan Tujuan.

a.         Maksud.        Maksud dari pembuatan alat ini adalah untuk merancang bangun sistem kontrol jarak pada mobil listrik tenaga surya ELEKTRA 316 L-AD.

b.         Tujuan.          Adapun tujuan dari pembuatan alat ini adalah untuk memberikan masukan kepada pimpinan TNI-AD tentang penguasaan teknologi  dalam sistem kontrol jarak pada mobil listrik ELEKTRA 316 L-AD.

3.         Ruang Lingkup Dan Tata Urut.

a.         Ruang Lingkup.      Agar pembahasan dalam penulisan tugas akhir ini tidak melebar, penulis membatasi permasalahan pada sensor infrared GP2D12, mikrokontroller ATMega16 dan ISD (Information Storage Device).

b.     Tata Urut.      Untuk mempermudah pembahasan dari Tugas Akhir ini, sistematika pembahasannya adalah sebagai berikut :

      Bab I               Pendahuluan.

      Bab II              Tinjauan Pustaka.

      Bab III              Metodologi Penelitian.

      Bab IV            Hasil Dan Pembahasan.

      Bab V             Kesimpulan dan Saran.

      Bab VI            Penutup.

 

4.         Metode Penulisan.             Pembuatan Tugas Akhir ini penulis menggunakan dua metode yaitu :

a.         Deduktif.       Proses pengamatan secara studi kepustakaan atau literatur serta perencanaan dan pembuatan alat sesuai teori.

b.         Induktif.         Proses pengamatan terhadap masalah yang diteliti dengan melakukan aplikasi dan pengujian alat secara langsung di laboratorium dan di lapangan dalam pengukuran serta pengambilan data.

5.         Pengertian-Pengertian.

a.         MCU ATMega16.     Adalah  Mikrokontroller AVR (Alf and Vegard’s Risc Processor) memiliki arsitektur RISC (reduced instruction Set Computing) 8 bit, dimana semua instruksi dikemas dalam kode 16 bit (16–bit word) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1(satu) siklus clock.

b.         Sensor infrared GP2D12.             Adalah merupakan sensor infrared yang bekerja dengan prinsip pemantulan sehingga terjadi perubahan tegangan sesuai dengan jarak benda yang terdapat didepannya, dimana pada sensor ini terdapat pemancar dan penerima sinar infra merah.

c.         ISD (Information Storage Device).         Adalah single chip untuk merekam dan memutar kembali dengan durasi 45 – 60 detik pada aplikasi rekam.

d.         BASCOM AVR.        Adalah bahasa basic berbasis window yang di buat untuk melakukan pemrograman chip-chip mikrokontroller keluarga AVR seperti ATMega16, ATMega32 dan yang lainnya yang dikeluarkan oleh MCS Electronic.

 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya