RANCANG BANGUN PELUNCUR ROKET ELEKTRA

Rabu, 3 Agustus 2011 12:44:57 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya
RANCANG BANGUN PELUNCUR ROKET ELEKTRA

RANCANG BANGUN PELUNCUR ROKET ELEKTRA 316 L-AD BAGIAN KOMUNIKASI DATA (TX/RX) PADA MASTER CONTROL UNIT

 

OLEH

SERTU ANDRIK WAHYUDI ELKA ≠ 16

 

1.     Umum.           Dalam era modernisasi saat ini alat peralatan dan alutsista TNI belum terdukung secara keseluruhan, hal tersebut disebabkan karena ketergantungan terhadap produk dari luar negeri, kurangnya sumber daya manusia yang mumpuni tentang alutsista TNI dan biaya operasional yang sangat tinggi. Karena banyaknya alutsista yang berasal dari luar negeri, maka suku cadang juga tergantung dari negara asal alutsista. Alutsista  yang dimiliki TNI khususnya TNI AD kondisinya sangat memprihatinkan sehingga menyebabkan alutsista tidak bisa berfungsi secara maksimal.

Sesuai dengan kemajuan teknologi dibidang elektronika perlu adanya alternatif baru dalam memenuhi kebutuhan alutsista TNI khususnya TNI Angkatan Darat. Salah satunya dengan merancang bangun sebuah peluncur roket Elektra 316 L-AD dengan sistem pengendali senjata jarak jauh sehingga personil lebih terjamin keamanannya karena bisa diposisikan di tempat yang aman dari pantauan musuh.

      Dari permasalahan diatas maka penulis berkeinginan untuk mendesain Peluncur Roket Elektra 316. Pada peluncur roket ini menggunakan sistem kontrol elektronik secara jarak jauh baik pengaturan sudut azimuth, elevasi maupun tembakan. Data data tersebut dikirimkan oleh laptop melalui komunikasi serial RS 232 dan menggunakan modul pemancar xbee-pro. Sinyal informasi yang berisi perintah akan dimodulasikan dengan sinyal frekuensi carrier (pembawa) yang kemudian akan dipancarkan. Dengan alat ini diharapkan dapat memberdayakan kemampuan sumber daya manusia dalam negeri khususnya dibidang persenjataan, agar dapat meminimalisir ketergantungan Negara kita terhadap produk persenjataan Negara asing.

 

2.         Maksud dan Tujuan.

a.         Maksud.        Membuat rancang bangun peluncur roket Elektra 316 L-AD bagian komunikasi data (TX) pada Master Control Unit menggunakan modul radio tranceiver Xbee-PRO.

b.      Tujuan.          Memberi masukan kepada pimpinan TNI AD dalam usaha mewujudkan kemandirian teknologi dibidang alutsista serta modernisasi alat peralatan dan alutsista.

 

3.         Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a.         Ruang Lingkup.      Pada penulisan tugas Akhir ini pokok-pokok pembahasan yakni sistem komunikasi data yakni rangkaian pemancar (transmitter) pada Pengendali Peluncur Roket Elektra 316.  

b.    Tata Urut.     Untuk mempermudah pembahasan dari Tugas Akhir ini, sistematika pembahasannya adalah sebagai berikut:

            Bab I               Pendahuluan

            Bab II              Tinjauan Pustaka

            Bab III             Metodologi Penelitian

            Bab IV            Hasil dan Pembahasan

            Bab V             Kesimpulan Dan Saran

            Bab VI            Penutup

 

4.      Metode Penulisan.             Dalam penulisan Tugas Akhir ini penulis menggunakan pendekatan yang dilaksanakan dengan dua metode yaitu :

a.         Deduktif.       Proses pengamatan secara studi kepustakaan atau literatur serta perencanaan dan pembuatan alat sesuai teori.

b.        Induktif.         Melaksanakan percobaan alat sesuai aplikasi secara empiris terhadap masalah yang diteliti dan melaksanakan pengujian alat secara langsung di laboratorium dan di lapangan.

 

5.         Pengertian-Pengertian.

a.         Roket.            Adalah bahan peledak berpendorong tanpa     alat pengendali, bisa diluncurkan oleh pesawat penyerang     darat,              ditembakkan dari permukaan (darat/laut) ke sasaran diudara       (darat ke udara), atau bisa ditembakkan dari permukaan ke sasaran permukaan yang lain[1].

b.         RS 232 Merupakan kependekan dari Recommended Standart Number 232. Dibuat untuk interface antara peralatan terminal data (Data Terminal Equipment-DTE) dengan peralatan komunikasi data atau alat alat pelengkap computer (Data Circuit Terminating-DCE) menggunakan data biner serial sebagai data yang ditransmisikan[2].

c.         Azimuth adalah besarnya sudut yang diapit oleh garis, yang ditentukan oleh garis Utara-Selatan (dihitung menurut perputaran jarum jam mulai dari titik utara dengan limit (0o - 360o)[3].

d.         Elevasi adalah besarnya sudut antara suatu arah gaya dan suatu permukaan pijaknya[4].

e.         XBee-PRO adalah seperangkat modul tanpa kabel yang       berfungsi sebagai pengirim dan penerima data secara serial   dengan menggunakan gelombang radio (RF) yakni 2,4 GHz.

f.          Transmitter (Tx) adalah suatu rangkaian pemancar sinyal informasi dengan sinyal frekuensi carrier (pembawa) yang kemudian dipancarkan dalam bentuk sinyal frekuensi termodulasi. 

g.         Receiver (Rx) adalah suatu rangkaian penerima sinyal frekuensi yang termodulasi, yang dipancarkan oleh Tx, tugas receiver mendemodulasikan sinyal informasi semula.

 


[1] http://wapedia.mobi/id/Roket diakses tanggal 28-01-2010

[2] http://www.total.or.id/info.php?kk=rs%20232  diakses tanggal 28-01-2010

[3] http://bahtera.org/kateglo/?mod=dictionary&action=view&phrase=Azimut diakses tanggal 23-02-2010

[4] http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100108001521AAmEvJ0 diakses tanggal 23-02-2010

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya