RANCANG BANGUN MODUL PRATIKUM MEKATRONIKA

Selasa, 2 Agustus 2011 09:41:56 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya
RANCANG BANGUN MODUL PRATIKUM MEKATRONIKA

RANCANG BANGUN MODUL PRATIKUM MEKATRONIKA BERBASIS PLC DI LEMJIANTEK KODIKLAT TNI AD

 

OLEH

SERTU LULUK WIDODO ELKA ≠ 15

 

1.         Umum.            PLC (Programmabel Logic Control) yang dapat di gunakan untuk mendukung kurikulum siswa D3, hal ini adalah latar belakang di angkatnya judul ini. Tujuannya agar para siswa dapat mengetahui dan mempelajari PLC secara detail. Saat ini PLC sudah banyak digunakan untuk pengontrolan system elektronika perusahaan, pabrik dan masih banyak yang lainya.

            PLC adalah suatu peralatan elektronik yang bekerja secara digital, memiliki memori yang dapat diprogram, menyimpan perintah-perintah untuk melakukan fungsi-fungsi khusus, fungsi logika ‘sequencing', timing, counting, dan aritmatika untuk mengontrol berbagai jenis mesin atau proses melalui modul input/output analog atau digital input/output. Pada dasarnya "Programmable Logic Controller" atau PLC merupakan peralatan mikroprosesor serbaguna yang dirancang khusus untuk dapat bekerja di lingkungan industri yang cukup berat dan kasar, seperti kelembaban udara yang tinggi antara 0% sampai 90% serta di lingkungan yang berdebu dan tingkat polusinya tinggi.

       Dengan menggunakan PLC, dimungkinkan untuk memodifikasi sistem pengendalian tanpa melakukan perubahan rangkaian secara keseluruhan, yang diperlukan hanyalah mengubah program kontrol dengan menggunakan alat pemprograman. Bidang industri biasa menggunakan proses penghitungan dan konveyor barang untuk mempermudah pemilihan barang. Proses pemilihan dan penghitungan barang ini dapat memanfaatkan fungsi pencacah (counter) dan pewaktu (timer) yang dimiliki oleh PLC . PLC muncul untuk memenuhi kebutuhan akan fleksibilitas sistem kontrol dalam menanggapi perubahan sistem serta kebutuhan akan kepraktisan pengoperasian sistem kontrol.

PLC merupakan sistem kontrol berbasis komputer, yaitu sebuah komputer mini yang dapat diprogram untuk mengolah input dan mengeluarkannya melalui terminal output sesuai yang diharapkan. Dengan PLC, perubahan sistem dilakukan hanya dengan mengubah program yang ada di dalamnya. Program dibuat dan dimasukkan oleh operator melalui unit input berupa console atau PC (Personal Computer). PLC dapat dibayangkan sebagai sebuah kotak yang di dalamnya terdapat ratusan atau ribuan relay,counter, timer dan lokasi penyimpan data. Relay,timer dan counter tersebut tidak ada secara fisik,melainkan berupa rangkaian semikonduktor yang sedemikian rupa sehingga dapat diprogram dan difungsikan sebagai relay, timer maupun counter. Blok-blok penyusun PLC adalah CPU (Central Processor Unit), memori dan rangkaian yang sesuai untuk menerima data input/output. Tujuannya untuk mendeteksi atau memilih munisi mana yang baik dan yang rusak bentuknya atau mengemas munisi kedalam kotak di PT.Pindad.

 

 

2.         Maksud dan Tujuan.

a.      Maksud.          Adapun maksud dari penulisan ini adalah untuk merancang bangun modul praktikum yang dapat dipergunakan siswa dalam praktek pelajaran  PLC dalam peningkatan kemajuan teknologi.

b.         Tujuan.            Memberi masukan kepada Kepala Departement Elektronika  bahwa perencanaan modul praktikum berbasiskan PLC dapat meningkatkan pengetahuan seorang prajurit yang belajar di lembaga ini.

 

3.         Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a.         Ruang Lingkup.           Agar penulisan ini tidak meluas pembahasannya, penulis membatasi permasalahan antara lain :

             1)         Bagaimana merancang alat sehingga PLC dapat mengontrol modul yang tersedia.

             2)         Software PLC.

b.      Tata Urut.                    Untuk mempermudah penulisan tugas akhir ini, maka penulis menyusun dengan tata urut sebagai berikut:

            1)         BAB     I           :    Pendahuluan

            2)         BAB     II          :    Tinjauan Pustaka

            3)         BAB     III         :    Metodologi Penelitian

            4)         BAB     IV         :     Hasil dan Pembahasan

            5)         BAB     V          :     Kesimpulan dan Saran

            6)         BAB     VI         :     Penutup

 

4.         Pendekatan dan Metode Penulisan.                      

a.         Pendekatan.                Studi kepustakaan, empiris (pengalaman lapangan) dan observasi.

b.         Metode.           Menggunakan metode induktif yaitu berdasarkan eksperimen dibandingkan data kuantitatif yang relevan.

 

5.         Pengertian-pengertian

a.         Sensor.            Suatu alat untuk mengukur atau mendeteksi kejadian alam seperti sesuatu yang bergerak, panas, sinar dan mengubahnya menjadi representasi digital atau analog.

b.         Motor DC .      Prototype konveyor ini tidak memerlukan motor yang mempunyai daya yang besar karena kerja dari konveyor ini tidak digunakan secara maksimal, motor DC adalah alat yang merubah energi listrik menjadi mekanik.

c.         Relay Input dan Output.          Untuk PLC ini digunakan relay yang mempunyai lima buah kaki dengan dua kaki merupakan kumparan kawat sebagai pembangkit medan magnet listrik (kaki 1, 2) dan tiga kaki yang lain berfungsi sebagai saklar (kaki 3, 4, 5). Dipilihnya jenis ini karena relay ini mempunyai dua buah saklar yang kerjanya saling bertolak belakang, dapat dikatakan juga dalam relay ini mempunyai dua buah gerbang.

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya