RANCANG BANGUN PROTOTIPE ALAT PENGUKUR

Selasa, 2 Agustus 2011 09:31:07 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya
RANCANG BANGUN PROTOTIPE ALAT PENGUKUR

RANCANG BANGUN PROTOTIPE ALAT PENGUKUR KADAR HEMOGLOBIN DALAM DARAH MEMANFAATKAN SENSOR CAHAYA DAN MIKROKONTROLER AT 89S51

 

OLEH

SERTU JEKI SAPUTRA ELKA ≠ 15

 

1.         Umum.            Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini khususnya dibidang mikkrokontroler dan sensor yang fungsinya sebagai alat bantu pendeteksi dini, sangat besar dan pesat. Teknologi ini dapat pula diterapkan dalam dunia militer untuk mendukung tugas-tugas disegala bidang yang dapat mempermudah tugas personil TNI AD sekaligus mengefektifkan penggunaan personil dalam organisasi.

Dalam ilmu kesehatan banyak sekali alat-alat elektronik yang sangat mendukung guna mempermudah personil untuk menjalankan tugasnya dibidang kesehatan. Alat peralatan tersebut beraneka ragam ada yang berguna untuk mendeteksi kadar glukosa, kadar alkohol, detak jantung, pengukur suhu badan serta masih banyak lagi yang lainnya. Karena seorang anggota TNI yang merupakan alat negara yang bertugas dua puluh empat jam untuk mempertahankan kedaulatan NKRI harus memiliki kesehatan yang baik guna menunjang tugas pokoknya.

Kesehatan merupakan salah satu faktor terpenting dalam mendukung dan meningkatkan profesionalisme prajurit. Untuk mendukung hal ini, maka diperlukan peralatan yang praktis, handal dan mudah untuk digunakan. Untuk itu saat ini penulis mencoba membuat suatu alat yang digunakan untuk mendeteksi kadar hemoglobin dalam darah yang dapat digunakan dalam bidang kesehatan, sehingga tim kesehatan dalam melaksanakan tugasnya lebih mudah untuk mengecek kadar hemoglobin dalam darah anggota. Dengaan adanya alat ini pengukuran kadar hemoglobin dalam darah ini bertujuan terutama untuk mengetahui secara dini, apakah seseorang tersebut mengalami kekurangan kadar hemoglobin dalam darah atau tidak.

Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru-paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru. Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah. Kadar hemoglobin dalam darah yang rendah dikenal dengan istilah anemia. Ada banyak penyebab anemia diantaranya yang paling sering adalah pendarahan, kurang gizi, gangguan sumsum tulang, pengobatan kemoterapi dan abnormalitas hemoglobin bawaan. Kadar hemoglobin yang tinggi dapat dijumpai pada orang yang tinggal di daerah dataran tinggi dan perokok. Beberapa penyakit seperti radang paru-paru, tumor  dan gangguan sumsum tulang dan juga memberikan acuan bagi prajurit agar dapat mengetahui kondisi dan perkembangan kadar hemoglobin dalam darahnya sehingga dapat mengambil tindakan pencegahan terhadap penyakitnya.  

2.         Maksud dan Tujuan.

a.      Maksud.          Adapun maksud dari penulisan ini adalah merancang bangun prototipe alat  pengukur kadar hemoglobin dalam darah memanfaatkan sensor cahaya dan mikrokontroler AT 89S51 dengan tampilan LCD.

b.      Tujuan.            Adapun tujuan dari pembuatan alat ini adalah: Sebagai bahan masukan bagi kesehatan militer guna memudahkan dalam pengecekan kadar hemoglobin dalam darah para prajurit, sehingga para prajurit dapat dengan segera mengetahui kadar hemoglobin dalam darahnya dan segera mengambil tindakan pencegahan terhadap penyakitnya.

3.         Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a.         Ruang Lingkup.           Untuk menjaga agar tidak melebarnya masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir ini, maka penulis akan membatasi permasalahan yang ada. Adapun yang akan dibahas dalam tugas akhir iniadalah:

            1)         Sensor (LDR).

            2)         OpAmp Sebagai Penguat Deferensial.

            3)         ADC 0804.

            4)         Mikrokontroler AT89S51.

            5)         LCD.

b.         Tata Urut.        Adapun  sistematika   pembahasan   alat   ini  adalah sebagai berikut :

            Bab I                : Pendahuluan.

            Bab II               : Tinjauan Pustaka.

            Bab III              : Metodologi Penelitian.

            Bab IV             : Hasil dan Pembahasan.

            Bab V              : Kesimpulan dan Saran.

            Bab VI             : Penutup.

 

4.         Pendekatan dan Metode Penulisan.

a.         Pendekatan.                Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis menggunakan studi pustaka dan observasi yaitu mempelajari teori-teori dari buku literatur dan mengadakan pengamatan dilapangan.

b.         MetodePenulisan.       Dalam penyusunan tugas akhir ini penulis menggunakan metoda deduktif yaitu membahas suatu masalah dengan berdasarkan teori, disertai dengan perhitungan-perhitungan rumus untuk memperoleh data yang objektif, study kepustakaan dan praktek di lapangan dalam pengukuran dan pengambilan data.

 

5.         Pengertian-pengertian.

a.         Darah. Darah merupakan unsur dalam tubuh manusia yang sangat penting dimana darah berfungsi sebagai alat transportasi, salah satunya mengangkut oksigen keseluruh tubuh. Oksigen tersebut diikat oleh komponen darah untuk didistribusikan ke seluruh tubuh melalui jantung yang berfungsi sebagai pemompa darah.

b.         Hemoglobin Darah. Hemoglobin adalah molekul protein pada sel darah merah yang berfungsi sebagai media transport oksigen dari paru paru ke seluruh jaringan tubuh dan membawa karbondioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru. Kandungan zat besi yang terdapat dalam hemoglobin membuat darah berwarna merah. Hemoglobin dalam darah dapat mengikat oksigen dari udara dan membentuk oksihemoglobin. Dengan reaksi Hb+O2=HbO2.

c.         Sensor Cahaya.          Sensor yang digunakan dalam mendeteksi kadar hemoglobin ini adalah "Light Dependant Resistors" .simpel darah diukur dengan sensor cahaya (LDR) dengan satu sisi gelas ukur dikenai sumber cahaya. Lalu nilai resistansi dari sensor cahaya (LDR) diukur dengan menggunakan AVOmeter.

d.         Op-Amp Sebagai Penguat Deferensial.         Adalah Rangkaian kombinasi antara penguat inverting dan penguat non inverting. Outputan dari sensor darah masih sangat kecil untuk menjadi input ADC,sehingga dibutuhkan rangkaian penguat deferensial yang menjadi penguatan yang dapat mereferensi.

e.         ADC (Analog to Digital Converter).    Adalah rangkaian yang mengubah besaran analog menjadi besaran digital yang nantinya akan diolah oleh mikrokontroller. Besaran analog berasal dari pembacaan sensor cahaya. ADC 0804 ini sesuai dengan petunjuk pada data sheet ADC 0804 dalam typical application. yang nantinya dikonversi menjadi data keluaran digital berupa 8 bit bilangan biner.

f.          Mikrokontroller AT89S51. IC  (Integrate Circuit).       Mikrokontroller berfungsi sebagai pengendali, penyimpan dan pengolah data digital. Hasil keluaran dari mikrokontroller hanya berupa data-data digital.

g.         LCD (Liquid Crystal Display). Merupakan suatu modul dot matrik yang berbentuk kristal cair yang beremulsi sehingga membentuk huruf atau angka sesuai dengan inputanya.

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya