PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGACAK

Senin, 1 Agustus 2011 09:05:58 - Created by : Website Team, Published by : sanjaya

PERENCANAAN DAN PEMBUATAN ALAT PENGACAK DATA PADA HUBUNGAN ANTAR KOMPUTER

 

OLEH

SERTU AKHMAD SULKAN ARIFIN ELKA ≠ 13

 

1.            Umum.          

a.         Pada masa sekarang ini kemajuan pada bidang komunikasi dan informasi terutama dengan penggunaan sebuah media elektronik yang berupa komputer menyebabkan orang lebih mudah untuk melakukan komunikasi data dengan menggunakan komputer tersebut. Apalagi sejalan dengan keterbukaan suatu jaringan komputer, memberi kesempatan kepada siapa saja untuk dapat saling berkomunikasi dengan pengguna komputer lain.

b.         Di dalam instansi-instansi militer, dapat kita temukan beberapa permasalahan dimana suatu bagian staf tidak ingin komunikasi data yang mereka lakukan diketahui dan disadap oleh pihak lain yang dapat merugikan mereka. Di daerah operasi militer, dimana informasi yang dapat disadap oleh musuh dan menyebabkan kebocoran merupakan suatu hal yang sangat fatal. Oleh sebab itu untuk mengatasi kejadian-kejadian ini tidak perlu melakukan pemborosan dengan melakukan berbagai cara misalnya dengan pengadaan alat jaringan komunikasi khusus dengan harga yang mahal atau menggunakan sarana-sarana lain yang sangat rumit.

c.         Untuk menghindari terjadinya semua kemungkinan yang tidak diinginkan di atas, maka direncanakan pembuatan sebuah alat yang dapat mengacak data pada saat melakukan komunikasi antar sesama pengguna komputer. Sehingga para penyadap akan berpikir sebelum melakukan tindakan-tindakan yang dapat merugikan dan akan mengalami kesulitan untuk dapat mengerti informasi yang didapatnya sehingga akan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat memecahkan informasi yang telah diacak itu. Sistem kerja pada alat pengacak data ini menggunakan mikrokontroler AT89S52 sebagai alat pengacak utama pada sistem, dan dilakukan teknik bonding dengan menggunakan prosedur operasi logika Exclusive OR serta SWAP untuk mengenkripsi dan mendekripsi data. Pada perencanaan dan pembuatan alat ini meliputi dua bidang utama yaitu pada perangkat keras dan perangkat lunak.

 

2.            Maksud dan Tujuan.

a.            Maksud.        Adapun maksud dari penulisan ini adalah untuk membuat sistem pengamanan data pada saat melakukan komunikasi data di staf-staf dalam suatu markas komando dan dapat dipakai di berbagai satuan di jajaran TNI AD.

b.            Tujuan.          Memberi ide dan masukan kepada jajaran pimpinan TNI AD dengan adanya alat pengacak data pada hubungan antar komputer akan dapat mendukung pengamanan data pada hubungan antar komputer di staf-staf pada markas komando maupun staf-staf lainnya secara aman dan rahasia serta murah.

 

3.            Ruang Lingkup dan Tata Urut.

a.         Ruang Lingkup.      Dalam perencanaan dan pembuatan alat ini agar tidak terlalu meluas, maka diberikan pembatasan masalah sebagai berikut :

1)         Digunakan teknik bonding dengan memakai prosedur operasi logika Exclusive OR dan SWAP untuk mengacak data.

2)         Komunikasi data yang dimaksud adalah pertukaran data biner secara serial asinkron melalui saluran komunikasi serial asinkron menggunakan interface serial RS 232, dengan sistem komunikasi half duplex.

3)         Perangkat keras menggunakan mikrokontroler AT89S52 sebagai komponen utamanya.

4)         Bahasa pemrograman untuk komunikasi data digunakan visual basic.

5)         Bahasa pemrograman untuk mikrokontroler digunakan bahasa assembler.

6)         Tidak membahas tentang modem, catu daya, alat penyadap data dan perangkat keras komputer.

b.         Tata Urut.     Adapun sistematika pembahasan alat ini adalah sebagai berikut :

            1)         Bab I             Pendahuluan

            2)         Bab II           Tinjauan Pustaka

            3)         Bab III          Metodologi Penelitian

            4)         Bab IV          Hasil dan Pembahasan

            5)         Bab V           Kesimpulan dan Saran

            6)         Bab VI           Penutup

 

4.      Metode Pembahasan.       Dalam penulisan tugas akhir ini, penulis menggunakan metode pendekatan secara deduktif dan induktif meliputi :

a.       Deduktif.       Yaitu dalam suatu proses pengamatan secara studi kepustakaan / literatur, perencanaan, dan kegiatan praktikum di laboratorium telah sesuai dengan teori yang sudah didapat.

b.      Induktif.         Yaitu pada sebuah data empiris dalam suatu metode pembahasan disesuaikan dan diukur dengan teori yang relevan sesuai dengan pengujian di lapangan.

5.       Pengertian-pengertian.

a.      Mikrokontroler AT89S52. Semua jenis mikrokontroler keluarga MCS-51 merupakan mikrokontroler 8 bit yang memiliki arsitektur yang sama, yang membedakan adalah tipe bahan semikonduktor, kapasitas memori, dan jenis memori ROM internalnya.[1]

b.       Max 232.        Sebuah IC TTL yang berfungsi untuk mengubah level tegangan dari RS 232 menjadi level tegangan TTL dan sebaliknya.[2]

c.        Visual Basic.            Adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk komunikasi data serial antar komputer.

d.       Assembler.   Sebuah bahasa pemrograman yang dipergunakan untuk menjalankan perintah program pada mikrokontroler AT89S52.

 


[1] Widodo Budiarto, Panduan Lengkap Belajar Mikrokontroler, Elex Media komputindo, Jakarta, 2005. Hal 17.

[2] Widodo Budiarto, Interfacing Komputer dan Mikrokontroler, PT Elex Media Komputindo, Jakarta, 2004. Hal 100.

 

kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF

Berita "Hasil Karya Siswa" Lainnya